27.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Jadi Penyalur Bantuan, Bank Jatim Lakukan Rapid Test

KEDIRI – Bank Jatim merupakan salah satu bank yang menyalurkan paket bantuan dari pemerintah. Potensi terjadinya kerumunan pun sangat besar. Karena itu, selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat Bank Jatim juga menggelar rapid test untuk staf dan karyawan.

Rapid test tersebut berlangsung dua hari. Pada 5 dan 6 Mei lalu. Hasilnya, seluruh karyawan Bank Jatim tersebut diketahui tak reaktif. Hal itu semakin menambah rasa aman terutama bagi nasabah.

Rapid test tersebut dilakukan karena sudah menjadi progam dari Bank Jatim. Untuk menambah kepercayaan masyarakat. Menurut Pimpinan Cabang Bank Jatim Kota Kediri Wioga Adhiarma Aji, jumlah karyawan yang ditest waktu itu sebanyak 221 orang.

“Saya bersyukur dengan hasil rapid test yang negatif. Karena dengan itu Bank Jatim sudah steril dari virus korona,” ucap Wioga.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Kediri: Mobilisasi Pemilih Capai Ribuan Orang

Masih menurut Wioga, pihaknya juga sudah mengantisipasi munculnya kerumunan nasabah yang mengantre. Yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan penanganan penyebaran Covid-19. Di antaranya dengan memberi jarak pada kursi tunggu, serta memeriksa suhu tubuh dengan thermogun kepada setiap nasabah yang hendak masuk. Selain itu, semua karyawan dan nasabah yang datang harus mengenakan masker.

Selain menerapkan physical distancing, Bank Jatim juga sempat menerapkan work from home (WFH) hingga menerapkan pembatasan jam operasional. Yaitu dengan menerapkan tujuh jam kerja saja. Namun ketika penerima pencairan bantuan membeludak membuat mereka harus kembali bekerja dalam waktu normal.

“Jadi kami menerapkan progam WFH dan di Kediri sendiri seingat saya zonanya jingga. Sehingga mengharuskan karyawan yang masuk kantor hanya 40 persen hingga 50 persen,” jelas Wioga.

Baca Juga :  Muncul Pengaduan Lagi, Inspektorat Sarankan melalui PTUN atau APH

Dalam proses pencairan bantuan itu, kerumunan hanya terjadi di awal jam operasional bank.Yaitu saat warga penerima bantuan mengambil antrean. Sedangkan untuk proses pencairan relatif cepat. Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit saja. Cukup dengan memperlihatkan kartu sahabat dan KTP.

Wioga mengatakan sempat melihat penumpukan nasabah di kantor pembantu Bank Jatim Mrican. Namun, dia mengatakan, mereka sudah sesuai prosedur kesehatan. Karena semua nasabah memakai masker. Bila ada yang datang tak mengenakan masker maka disiapkan di tempat tersebut.

Menurutnya, pihak Bank Jatim sudah melakukan berbagai upaya untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Wioga berharap dengan langkah yang sudah dilakukan bisa mengurangi rantai penyebaran. Agar semua nasabah bank nyaman dalam bertransaksi.

- Advertisement -

KEDIRI – Bank Jatim merupakan salah satu bank yang menyalurkan paket bantuan dari pemerintah. Potensi terjadinya kerumunan pun sangat besar. Karena itu, selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat Bank Jatim juga menggelar rapid test untuk staf dan karyawan.

Rapid test tersebut berlangsung dua hari. Pada 5 dan 6 Mei lalu. Hasilnya, seluruh karyawan Bank Jatim tersebut diketahui tak reaktif. Hal itu semakin menambah rasa aman terutama bagi nasabah.

Rapid test tersebut dilakukan karena sudah menjadi progam dari Bank Jatim. Untuk menambah kepercayaan masyarakat. Menurut Pimpinan Cabang Bank Jatim Kota Kediri Wioga Adhiarma Aji, jumlah karyawan yang ditest waktu itu sebanyak 221 orang.

“Saya bersyukur dengan hasil rapid test yang negatif. Karena dengan itu Bank Jatim sudah steril dari virus korona,” ucap Wioga.

Baca Juga :  Banjir, Warga Kampung Inggris Mengeluh

Masih menurut Wioga, pihaknya juga sudah mengantisipasi munculnya kerumunan nasabah yang mengantre. Yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan penanganan penyebaran Covid-19. Di antaranya dengan memberi jarak pada kursi tunggu, serta memeriksa suhu tubuh dengan thermogun kepada setiap nasabah yang hendak masuk. Selain itu, semua karyawan dan nasabah yang datang harus mengenakan masker.

Selain menerapkan physical distancing, Bank Jatim juga sempat menerapkan work from home (WFH) hingga menerapkan pembatasan jam operasional. Yaitu dengan menerapkan tujuh jam kerja saja. Namun ketika penerima pencairan bantuan membeludak membuat mereka harus kembali bekerja dalam waktu normal.

“Jadi kami menerapkan progam WFH dan di Kediri sendiri seingat saya zonanya jingga. Sehingga mengharuskan karyawan yang masuk kantor hanya 40 persen hingga 50 persen,” jelas Wioga.

Baca Juga :  Satlantas Polres Kediri Terapkan Sanksi Pengguna Skutik Yang Melanggar

Dalam proses pencairan bantuan itu, kerumunan hanya terjadi di awal jam operasional bank.Yaitu saat warga penerima bantuan mengambil antrean. Sedangkan untuk proses pencairan relatif cepat. Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit saja. Cukup dengan memperlihatkan kartu sahabat dan KTP.

Wioga mengatakan sempat melihat penumpukan nasabah di kantor pembantu Bank Jatim Mrican. Namun, dia mengatakan, mereka sudah sesuai prosedur kesehatan. Karena semua nasabah memakai masker. Bila ada yang datang tak mengenakan masker maka disiapkan di tempat tersebut.

Menurutnya, pihak Bank Jatim sudah melakukan berbagai upaya untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Wioga berharap dengan langkah yang sudah dilakukan bisa mengurangi rantai penyebaran. Agar semua nasabah bank nyaman dalam bertransaksi.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/