23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Tetap Lakukan Vaksinasi Siang Hari

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Selama Ramadan Dinkes Nganjuk memastikan tidak akan mengubah jadwal vaksinasi. Seperti halnya fatwa yang menyebut vaksinasi tidak membatalkan puasa, mereka tetap melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 pada siang hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Nganjuk Budianto. Menurutnya, Dinkes Nganjuk tetap akan melakukan vaksinasi di jam aktif atau pada pagi hingga siang hari. “Penyuntikan vaksin tidak membatalkan puasa, kalau vaksinasi dilakukan malam hari juga kurang bisa efektif,” ujar Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, jika vaksinasi dilakukan malam hari, waktunya relatif pendek. Padahal, setelah penyuntikan vaksin diperlukan pemantauan selama sekitar 30 menit.

Karenanya, jika vaksinasi dilakukan malam hari, dia khawatir pemantauan tidak bisa berlangsung efektif. “Beberapa orang setelah tarawih biasanya ngantuk. Takutnya malah repot,” lanjutnya.

Baca Juga :  Hidupkan TRAL, Harus Gandeng Pihak Ketiga

Untuk menghapus keraguan masyarakat akan vaksinasi saat berpuasa, Budi menyebut Kamis besok dinkes akan melakukan vaksinasi terhadap 700 kiai di Nganjuk. Ratusan tokoh agama Kota Angin itu akan disuntik vaksin secara bertahap.

Keikutsertaan para kiai dalam vaksinasi Covid-19, jelas Budi, sekaligus memupus keraguan akan keamanan dan keabsahan vaksinasi saat puasa. “Mereka (para kiai, Red) adalah orang yang tahu (hukum batal atau tidaknya puasa saat divaksin, Red) dan mereka mau untuk divaksin,” tandas Budi.

Lebih jauh Budi menegaskan, selain tidak membatalkan puasa, menurut Budi penyuntikan vaksin saat puasa juga tidak memberi efek khusus. Karenanya, orang yang berpuasa tidak membutuhkan persiapan khusus sebelum divaksin. Melainkan hanya perlu beristirahat yang cukup. Serta, mengonsumsi makanan yang sehat.

Baca Juga :  197 Orang Sembuh dari Covid-19

Untuk diketahui, hingga April ini Dinkes Nganjuk sudah menerima vaksin dari Pemprov Jatim sebanyak enam kali. Yakni, dua kali pengiriman vaksin single dose  dengan total 6.920 vial. Kemudian, empat kali pengiriman vaksin multidose total sebanyak 3.750 vial.

Dari jumlah tersebut, hingga awal April lalu masih tersisa 583 vaksin multidose. Adapun untuk vaksin single dose sudah terdistribusikan keseluruhan. “Kami masih menunggu pengiriman vaksin selanjutnya,” imbuh Budi.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Selama Ramadan Dinkes Nganjuk memastikan tidak akan mengubah jadwal vaksinasi. Seperti halnya fatwa yang menyebut vaksinasi tidak membatalkan puasa, mereka tetap melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 pada siang hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Nganjuk Budianto. Menurutnya, Dinkes Nganjuk tetap akan melakukan vaksinasi di jam aktif atau pada pagi hingga siang hari. “Penyuntikan vaksin tidak membatalkan puasa, kalau vaksinasi dilakukan malam hari juga kurang bisa efektif,” ujar Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, jika vaksinasi dilakukan malam hari, waktunya relatif pendek. Padahal, setelah penyuntikan vaksin diperlukan pemantauan selama sekitar 30 menit.

Karenanya, jika vaksinasi dilakukan malam hari, dia khawatir pemantauan tidak bisa berlangsung efektif. “Beberapa orang setelah tarawih biasanya ngantuk. Takutnya malah repot,” lanjutnya.

Baca Juga :  Fokus Kuatkan SDM Jelang Sambut Bandara Kediri

Untuk menghapus keraguan masyarakat akan vaksinasi saat berpuasa, Budi menyebut Kamis besok dinkes akan melakukan vaksinasi terhadap 700 kiai di Nganjuk. Ratusan tokoh agama Kota Angin itu akan disuntik vaksin secara bertahap.

Keikutsertaan para kiai dalam vaksinasi Covid-19, jelas Budi, sekaligus memupus keraguan akan keamanan dan keabsahan vaksinasi saat puasa. “Mereka (para kiai, Red) adalah orang yang tahu (hukum batal atau tidaknya puasa saat divaksin, Red) dan mereka mau untuk divaksin,” tandas Budi.

Lebih jauh Budi menegaskan, selain tidak membatalkan puasa, menurut Budi penyuntikan vaksin saat puasa juga tidak memberi efek khusus. Karenanya, orang yang berpuasa tidak membutuhkan persiapan khusus sebelum divaksin. Melainkan hanya perlu beristirahat yang cukup. Serta, mengonsumsi makanan yang sehat.

Baca Juga :  Jalan Empat Desa di Ngronggot Rusak Parah

Untuk diketahui, hingga April ini Dinkes Nganjuk sudah menerima vaksin dari Pemprov Jatim sebanyak enam kali. Yakni, dua kali pengiriman vaksin single dose  dengan total 6.920 vial. Kemudian, empat kali pengiriman vaksin multidose total sebanyak 3.750 vial.

Dari jumlah tersebut, hingga awal April lalu masih tersisa 583 vaksin multidose. Adapun untuk vaksin single dose sudah terdistribusikan keseluruhan. “Kami masih menunggu pengiriman vaksin selanjutnya,” imbuh Budi.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/