23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Berupaya Maksimal meski Alat Pelindung Diri Terbatas

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Menjadi rumah sakit satu-satunya yang menjadi rujukan penanganan kasus Covid-19 membuat Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) terus melakukan pembenahan. Termasuk mengantisipasi penanganan pasien dengan peralatan yang terbatas.

Menurut Dokter Ibnu Gunawan, Direktur RSKK, saat ini pihaknya menjadi rumah sakit yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menjadi rujukan penanganan Covid-19. Karena itu, lembaganya akan berusaha memberikan yang terbaik. Di antaranya dengan menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras).

“Kami menyadari keterbatasan tempat, tetapi tetap siap memberikan pelayanan maksimal,” terangnya.

Pelayanan itu telah dimulai sekitar dua minggu lalu. Yakni saat pihaknya mendapatkan beberapa pasien yang datang sendiri atau yang dirujuk dari rumah sakit swasta di Kota Kediri.

Meski semuanya dipastikan negatif korona, Ibnu menjelaskan, kalau RSKK terus melakukan perbaikan layanan. Di antaranya mulai menerapkan standar operasional prosedur untuk rumah sakit yang merujuk pasien.

“Kami minta pasien yang dirujuk ke sini, juga disertakan foto rontgen bilateral untuk memastikan ada tidaknya pneumonia,” beber dokter yang pernah menjabat direktur di beberapa rumah sakit swasta ini.

Menurut Ibnu, ini nantinya terkait pelayanan untuk pasien yang memang benar-benar masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Sebab, dengan hanya satu dokter spesialis paru-paru senior, maka ada keterbatasan penanganan. “Supaya lebih maksimal penanganannya,” jelas dia.

Baca Juga :  Duh, Plengsengan Sungai Bodor Ambrol Lagi

Tak hanya menerima rujukan dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, Ibnu menambahkan, RSKK juga menerima pasien yang mengalami keluhan gejala Covid-19. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas ruang dekontaminasi.

“Nantinya, begitu ada yang memiliki tanda-tanda (Covid-19) kami masukkan ke ruangan itu (ruang dekomtaminasi) untuk observasi. Setelah di-rontgen, kalau ternyata PDP selanjutnya akan dibawa ke ruang isolasi dengan menggunakan ambulan,” jelas Ibnu. Gejala yang dimaksud yaitu batuk, pilek, panas, sesak napas dan nyeri tenggorokan.

Ibnu menerangkan, sebenarnya RSKK telah menyiapkan poli khusus untuk penanganan Covid-19. Namun, sampai saat ini pasien yang datang sudah cukup tertangani di poli paru. Apalagi, tanda-tanda pemeriksaan sudah cukup sampai pemeriksaan poli. “Alat yang tersedia juga sudah ada di poli,” paparnya.

Selain menyiapkan prosedur khusus penanganan, pihaknya juga menambah kapasitas ruang isolasi. Sebab, RSKK memang bukan rumah sakit untuk penanganan sakit menular.

Karena itu, ruang isolasi yang dimiliki sangat terbatas. Langkah yang dilakukannya dengan menambahkan peralatan tekanan negatif di ruangan lainnya yang bisa mensterilkan ruangan sehingga lebih bersih.

Hanya saja, tidak bisa dipungkirinya, kalau saat ini alat pelindung diri (ADP) yang harus dimiliki tenaga medis memang terbatas. “Ketersediaan hanya sekitar dua minggu,” terangnya. Apalagi, pihaknya telah menangani empat pasien yang masuk kategori PDP meski akhirnya diketahui positif korona.

Baca Juga :  Maksimalkan Pendataan Pekerja dari Luar Negeri

Sementara itu, harapan yang tak jauh berbeda disampaikan oleh Dokter Spesialis Paru-Paru RSKK Dokter Hermawan Krisdiono. “Saya minta masyarakat tidak panik dan langsung datang ke rumah sakit rujukan. Sebaiknya kalau tidak parah segera mengisolasi diri sendiri selama 14 hari,” tuturnya.

Hal sama juga disampaikan ke rumah sakit-rumah sakit swasta di Kediri atau fasilitas kesehatan lainnya. Sebab, jika pasien sampai membeludak, yang dikhawatirkan keterbatasan peralatan dan tenaga medis.

“Patuhi instruksi pemerintah, kalau masih batuk dan pilek, sebaiknya langsung mengisolasi diri di rumah. Apalagi kalau tidak ada riwayat dari wilayah pendemi,” tegasnya.

 

Kesiapan Sarpras untuk Kasus Covid-19 

–         RSKK telah menyiapkan fasilitas ruang dekontaminasi untuk pasien yang keluhkan gejala Covid-19

–         Siapkan poli khusus penanganan Covid-19, namun sampai kemarin pasien yang datang sudah cukup tertangani di poli paru

–         Menambah kapasitas ruang isolasi. Sebab, RSKK bukan rumah sakit untuk penanganan sakit menular

–         Menambahkan peralatan tekanan negatif di ruangan lain yang bisa mensterilkan ruangan sehingga lebih bersih

–         Menerapkan standar operasional prosedur untuk rumah sakit yang merujuk pasien. Yakni, pasien yang dirujuk harus sertakan foto rontgen bilateral untuk memastikan ada tidaknya pneumonia

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Menjadi rumah sakit satu-satunya yang menjadi rujukan penanganan kasus Covid-19 membuat Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) terus melakukan pembenahan. Termasuk mengantisipasi penanganan pasien dengan peralatan yang terbatas.

Menurut Dokter Ibnu Gunawan, Direktur RSKK, saat ini pihaknya menjadi rumah sakit yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menjadi rujukan penanganan Covid-19. Karena itu, lembaganya akan berusaha memberikan yang terbaik. Di antaranya dengan menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras).

“Kami menyadari keterbatasan tempat, tetapi tetap siap memberikan pelayanan maksimal,” terangnya.

Pelayanan itu telah dimulai sekitar dua minggu lalu. Yakni saat pihaknya mendapatkan beberapa pasien yang datang sendiri atau yang dirujuk dari rumah sakit swasta di Kota Kediri.

Meski semuanya dipastikan negatif korona, Ibnu menjelaskan, kalau RSKK terus melakukan perbaikan layanan. Di antaranya mulai menerapkan standar operasional prosedur untuk rumah sakit yang merujuk pasien.

“Kami minta pasien yang dirujuk ke sini, juga disertakan foto rontgen bilateral untuk memastikan ada tidaknya pneumonia,” beber dokter yang pernah menjabat direktur di beberapa rumah sakit swasta ini.

Menurut Ibnu, ini nantinya terkait pelayanan untuk pasien yang memang benar-benar masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Sebab, dengan hanya satu dokter spesialis paru-paru senior, maka ada keterbatasan penanganan. “Supaya lebih maksimal penanganannya,” jelas dia.

Baca Juga :  Duh, Plengsengan Sungai Bodor Ambrol Lagi

Tak hanya menerima rujukan dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, Ibnu menambahkan, RSKK juga menerima pasien yang mengalami keluhan gejala Covid-19. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas ruang dekontaminasi.

“Nantinya, begitu ada yang memiliki tanda-tanda (Covid-19) kami masukkan ke ruangan itu (ruang dekomtaminasi) untuk observasi. Setelah di-rontgen, kalau ternyata PDP selanjutnya akan dibawa ke ruang isolasi dengan menggunakan ambulan,” jelas Ibnu. Gejala yang dimaksud yaitu batuk, pilek, panas, sesak napas dan nyeri tenggorokan.

Ibnu menerangkan, sebenarnya RSKK telah menyiapkan poli khusus untuk penanganan Covid-19. Namun, sampai saat ini pasien yang datang sudah cukup tertangani di poli paru. Apalagi, tanda-tanda pemeriksaan sudah cukup sampai pemeriksaan poli. “Alat yang tersedia juga sudah ada di poli,” paparnya.

Selain menyiapkan prosedur khusus penanganan, pihaknya juga menambah kapasitas ruang isolasi. Sebab, RSKK memang bukan rumah sakit untuk penanganan sakit menular.

Karena itu, ruang isolasi yang dimiliki sangat terbatas. Langkah yang dilakukannya dengan menambahkan peralatan tekanan negatif di ruangan lainnya yang bisa mensterilkan ruangan sehingga lebih bersih.

Hanya saja, tidak bisa dipungkirinya, kalau saat ini alat pelindung diri (ADP) yang harus dimiliki tenaga medis memang terbatas. “Ketersediaan hanya sekitar dua minggu,” terangnya. Apalagi, pihaknya telah menangani empat pasien yang masuk kategori PDP meski akhirnya diketahui positif korona.

Baca Juga :  Covid-19 dan Emak Strong!

Sementara itu, harapan yang tak jauh berbeda disampaikan oleh Dokter Spesialis Paru-Paru RSKK Dokter Hermawan Krisdiono. “Saya minta masyarakat tidak panik dan langsung datang ke rumah sakit rujukan. Sebaiknya kalau tidak parah segera mengisolasi diri sendiri selama 14 hari,” tuturnya.

Hal sama juga disampaikan ke rumah sakit-rumah sakit swasta di Kediri atau fasilitas kesehatan lainnya. Sebab, jika pasien sampai membeludak, yang dikhawatirkan keterbatasan peralatan dan tenaga medis.

“Patuhi instruksi pemerintah, kalau masih batuk dan pilek, sebaiknya langsung mengisolasi diri di rumah. Apalagi kalau tidak ada riwayat dari wilayah pendemi,” tegasnya.

 

Kesiapan Sarpras untuk Kasus Covid-19 

–         RSKK telah menyiapkan fasilitas ruang dekontaminasi untuk pasien yang keluhkan gejala Covid-19

–         Siapkan poli khusus penanganan Covid-19, namun sampai kemarin pasien yang datang sudah cukup tertangani di poli paru

–         Menambah kapasitas ruang isolasi. Sebab, RSKK bukan rumah sakit untuk penanganan sakit menular

–         Menambahkan peralatan tekanan negatif di ruangan lain yang bisa mensterilkan ruangan sehingga lebih bersih

–         Menerapkan standar operasional prosedur untuk rumah sakit yang merujuk pasien. Yakni, pasien yang dirujuk harus sertakan foto rontgen bilateral untuk memastikan ada tidaknya pneumonia

 

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/