23.5 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Kejaksaan Bidik PDAU Nganjuk

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Diam-diam Kejaksaan Negeri Nganjuk membidik Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Nganjuk. Pada Jumat (18/2), kejaksaan memeriksa Direktur Utama PDAU Nganjuk Jaya Nur Edi. Jaya dimintai keterangan terkait penggunaan anggaran PDAU pada 2016-2020. Dia diperiksa langsung Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andie Wicaksono di ruang pidsus sekitar pukul 09.00 WIB.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri  Nganjuk Nophy Tennophero Suoth membenarkan, jika kejari memanggil dan memeriksa Jaya. “Kami ingin memeriksa data keuangan di sana (PDAU Nganjuk, Red). Oleh karena itu, ya kami panggil dirutnya (Jaya Nur Edi, Red),” tandasnya.

Kajari berkacamata ini mengatakan, pemanggilan Jaya masih sebatas klarifikasi. Pasalnya, pihaknya juga masih menyelidiki laporan atau aduan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di PDAU Nganjuk. “Kami belum bisa menyimpulkan, masih akan kami dalami,” elaknya.

Baca Juga :  Naik KA Tak Perlu Tes Antigen atau PCR

Sementara itu, Jaya mengatakan, dia datang sendirian ke kantor kejaksaan karena memenuhi panggilan kejaksaan. Kejaksaan meminta data laporan keuangan PDAU Nganjuk tahun 2016-2020. Hal ini karena ada laporan ke kejaksaan jika ada penggunaan anggaran yang tidak sesuai. Karena itu, dia membawa dan menyerahkannya ke kejaksaan. “Semua laporan yang diminta kami serahkan,” ujarnya.

Terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di tahun 2016-2020, Jaya mengaku tidak begitu memahami. Karena saat itu, dia belum menjabat. Jaya sendiri baru menjabat sebagai Dirut PDAU Nganjuk pada Oktober 2021. “Saya baru lima bulan di PDAU,” ujarnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Diam-diam Kejaksaan Negeri Nganjuk membidik Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Nganjuk. Pada Jumat (18/2), kejaksaan memeriksa Direktur Utama PDAU Nganjuk Jaya Nur Edi. Jaya dimintai keterangan terkait penggunaan anggaran PDAU pada 2016-2020. Dia diperiksa langsung Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andie Wicaksono di ruang pidsus sekitar pukul 09.00 WIB.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri  Nganjuk Nophy Tennophero Suoth membenarkan, jika kejari memanggil dan memeriksa Jaya. “Kami ingin memeriksa data keuangan di sana (PDAU Nganjuk, Red). Oleh karena itu, ya kami panggil dirutnya (Jaya Nur Edi, Red),” tandasnya.

Kajari berkacamata ini mengatakan, pemanggilan Jaya masih sebatas klarifikasi. Pasalnya, pihaknya juga masih menyelidiki laporan atau aduan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di PDAU Nganjuk. “Kami belum bisa menyimpulkan, masih akan kami dalami,” elaknya.

Baca Juga :  Berencana Sidak Pembuang Sampah Sembarangan

Sementara itu, Jaya mengatakan, dia datang sendirian ke kantor kejaksaan karena memenuhi panggilan kejaksaan. Kejaksaan meminta data laporan keuangan PDAU Nganjuk tahun 2016-2020. Hal ini karena ada laporan ke kejaksaan jika ada penggunaan anggaran yang tidak sesuai. Karena itu, dia membawa dan menyerahkannya ke kejaksaan. “Semua laporan yang diminta kami serahkan,” ujarnya.

Terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di tahun 2016-2020, Jaya mengaku tidak begitu memahami. Karena saat itu, dia belum menjabat. Jaya sendiri baru menjabat sebagai Dirut PDAU Nganjuk pada Oktober 2021. “Saya baru lima bulan di PDAU,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/