26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Level PPKM Turun, Penumpang KA di Stasiun Kediri Naik

KOTA, JP Radar Kediri– Jumlah penumpang kereta api (KA) yang berangkat dari Stasiun Kota Kediri meningkat. Sejak awal beroperasi akhir September lalu, hanya 100 penumpang tiap harinya. Kini mencapai 500 hingga 700 orang per hari.

Peningkatan penumpang masih terjadi kemarin. Pantauan koran ini, ada puluhan penumpang KA jarak jauh akan berangkat dari stasiun. Sebelum berangkat mereka mengantre tes antigen.

“Sejak kereta jarak jauh diberlakukan 6 Oktober sampai sekarang terus naik. Setiap pemberangkatan sampai 500 orang. Kalau akhir pekan bisa 700 penumpang,” terang Kepala Stasiun Kediri Wahyudi Cahyadi.

Meski ada lonjakan, menurutnya, penumpang tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) ketat. Mereka wajib memakai masker dan tes antigen meski sudah divaksin. Itu untuk perjalanan jarak jauh.

Baca Juga :  Bukti Sejarah Jejak-Jejak Peradaban Masa Lalu di Kali Konto, Apa Saja?

“Penumpang dianjurkan memakai baju lengan panjang dan wajib pakai masker,” tutur Wahyudi.

Untuk penumpang KA lokal, ia mengatakan, hanya perlu menunjukkan telah divaksin. Nanti keterangan vaksin akan muncul pada NIK masing-masing penumpang saat pembelian tiket. Ini juga berlaku untuk KA jarak jauh. Jadi sebelum penumpang membayar sudah ada pemberitahuan. “Jika belum divaksin dilarang naik kereta api,” imbuh Wahyudi.

Menurutnya, penurunan level PPKM di berbagai daerah membuat masyarakat kembali memilih perjalanan dengan KA. Terlebih kapasitas penumpang tak lagi 50 persen. Melainkan sudah 70 persen. Namun untuk anak di bawah 12 tahun masih dilarang naik.

Hingga kemarin, setidaknya ada 16 KA jarak jauh dan 10 lokal yang pulang pergi di Stasiun Kediri. “Pada jarak jauh paling banyak ke Jakarta dan Bandung. Sedangkan lokal, kebanyakan ke Surabaya dan Malang,” pungkasnya. (ica/ndr)

Baca Juga :  Kepang Lebih Besar, Rampokan Paling Ditunggu
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Jumlah penumpang kereta api (KA) yang berangkat dari Stasiun Kota Kediri meningkat. Sejak awal beroperasi akhir September lalu, hanya 100 penumpang tiap harinya. Kini mencapai 500 hingga 700 orang per hari.

Peningkatan penumpang masih terjadi kemarin. Pantauan koran ini, ada puluhan penumpang KA jarak jauh akan berangkat dari stasiun. Sebelum berangkat mereka mengantre tes antigen.

“Sejak kereta jarak jauh diberlakukan 6 Oktober sampai sekarang terus naik. Setiap pemberangkatan sampai 500 orang. Kalau akhir pekan bisa 700 penumpang,” terang Kepala Stasiun Kediri Wahyudi Cahyadi.

Meski ada lonjakan, menurutnya, penumpang tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) ketat. Mereka wajib memakai masker dan tes antigen meski sudah divaksin. Itu untuk perjalanan jarak jauh.

Baca Juga :  PSBB Diterapkan, Perjalanan Empat KA Dibatalkan

“Penumpang dianjurkan memakai baju lengan panjang dan wajib pakai masker,” tutur Wahyudi.

Untuk penumpang KA lokal, ia mengatakan, hanya perlu menunjukkan telah divaksin. Nanti keterangan vaksin akan muncul pada NIK masing-masing penumpang saat pembelian tiket. Ini juga berlaku untuk KA jarak jauh. Jadi sebelum penumpang membayar sudah ada pemberitahuan. “Jika belum divaksin dilarang naik kereta api,” imbuh Wahyudi.

Menurutnya, penurunan level PPKM di berbagai daerah membuat masyarakat kembali memilih perjalanan dengan KA. Terlebih kapasitas penumpang tak lagi 50 persen. Melainkan sudah 70 persen. Namun untuk anak di bawah 12 tahun masih dilarang naik.

Hingga kemarin, setidaknya ada 16 KA jarak jauh dan 10 lokal yang pulang pergi di Stasiun Kediri. “Pada jarak jauh paling banyak ke Jakarta dan Bandung. Sedangkan lokal, kebanyakan ke Surabaya dan Malang,” pungkasnya. (ica/ndr)

Baca Juga :  Ratusan KK Belum Terima Bansos Migor

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/