23.2 C
Kediri
Sunday, August 7, 2022

Satu Pasien Tulari Lima Orang Baru

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kasus Covid-19 di Nganjuk kem­bali naik signifikan. Ini setelah pasien berusia 41 tahun asal Kertosono menulari lima orang yang melakukan kontak dengannya. Untuk mendeteksi kontak lainnya, saat ini gugus tugas tengah memak­simalkan tracing. 

Lima orang yang tertular dari pasien terkonfirmasi ke-221 itu merupakan keluarga dan kerabatnya. Yakni, perempuan berusia 38 tahun yang tak lain istrinya, serta perempuan berusia 64 tahun, mertuanya. “Mereka (dua pasien baru, Red) isolasi mandiri di rumah,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto.  

Tiga pasien baru lainnya meru­pa­kan kerabat dekat. Yaitu, laki-laki berusia 32 tahun dan perem­puan berusia 24 tahun asal Kertosono. Terakhir, perempuan berusia 27 tahun asal Baron. Kelima orang tersebut saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selai kelimanya, ada satu pasien dari klaster lain yang juga berasal dari Kertosono. Perempuan berusia 56 tahun itu juga diminta melakukan isolasi mandiri di rumah. 

Baca Juga :  Ribuan Pemain Jaranan di Kota Kediri Tak Lagi "Puasa"

Hendri menegaskan, enam orang itu diminta melaukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak ada keluhan sakit, otomatis mereka cukup menuntaskan waktu isolasi selama 14 hari, ditambah 14 hari pola hidup sesuai standar protokol kesehatan. “Kalau ada keluhan sakit, akan dirawat di rumah sakit,” lanjut Hendri.

Dengan penambahan enam pasien kemarin, menurut Hendri Kecamatan Kertosono menjadi daerah dengan kasus korona terbanyak. Hingga kemarin totakl ada 40 kasus konfirmasi positif. Sebanyak 23 orang di antaranya sembuh atau baru sekitar 50 persen.

Tidak menutup kemungkinan jumlah kasus Covid-19 di kecamatan yang berbatasan dengan Jombang dan Kediri ini akan bertambah lagi. Pasalnya, jumlah pasien suspect di kecamatan tersebut masih sebanyak 21 orang. Kemudian, status kontak erat sebanyak 304 orang. Adapun pelaku perjalanan ada 2.897 orang. 

Baca Juga :  Warga Kota Kediri Manfaatkan Ruang Observasi, Ini Jumlahnya Per Hari

Sementara itu, dengan penam­bahan enam pasien terkonfirmasi positif Covid-19, total kasus korona di Nganjuk menjadi 267 orang. Sebanyak 189 orang di antaranya sembuh. Kemudian, 47 orang menjalani perawatan, dan 31 sisanya meninggal dunia.

Tak hanya di Kecamatan Kerto­sono, di Kabupaten Nganjuk orang berstatus suspect mencapai 387 orang. Sebanyak 292 orang di antaranya sudah selesai pemantauan. Adapun 63 orang lainnya meninggal dunia. 

Jumlah yang lebih tinggi ada pada status kontak erat sebanyak 3.602 orang. Dari jumlah ter­sebut, sebanyak 224 orang masih dalam pemantauan. Kemudian, yang selesai dipantau mencapai 3.378 orang. 

Terakhir, pelaku perjalanan sebanyak 49.218 orang. Jumlah inilah yang berpotensi menam­bah kasus di Nganjuk. Sebab, ada 1.068 orang yang masih dipantau. Sedangkan sisanya selesai masa pemantauannya. 

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kasus Covid-19 di Nganjuk kem­bali naik signifikan. Ini setelah pasien berusia 41 tahun asal Kertosono menulari lima orang yang melakukan kontak dengannya. Untuk mendeteksi kontak lainnya, saat ini gugus tugas tengah memak­simalkan tracing. 

Lima orang yang tertular dari pasien terkonfirmasi ke-221 itu merupakan keluarga dan kerabatnya. Yakni, perempuan berusia 38 tahun yang tak lain istrinya, serta perempuan berusia 64 tahun, mertuanya. “Mereka (dua pasien baru, Red) isolasi mandiri di rumah,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto.  

Tiga pasien baru lainnya meru­pa­kan kerabat dekat. Yaitu, laki-laki berusia 32 tahun dan perem­puan berusia 24 tahun asal Kertosono. Terakhir, perempuan berusia 27 tahun asal Baron. Kelima orang tersebut saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selai kelimanya, ada satu pasien dari klaster lain yang juga berasal dari Kertosono. Perempuan berusia 56 tahun itu juga diminta melakukan isolasi mandiri di rumah. 

Baca Juga :  Jalur Afirmasi PPDB SMP Diserbu Pendaftar

Hendri menegaskan, enam orang itu diminta melaukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak ada keluhan sakit, otomatis mereka cukup menuntaskan waktu isolasi selama 14 hari, ditambah 14 hari pola hidup sesuai standar protokol kesehatan. “Kalau ada keluhan sakit, akan dirawat di rumah sakit,” lanjut Hendri.

Dengan penambahan enam pasien kemarin, menurut Hendri Kecamatan Kertosono menjadi daerah dengan kasus korona terbanyak. Hingga kemarin totakl ada 40 kasus konfirmasi positif. Sebanyak 23 orang di antaranya sembuh atau baru sekitar 50 persen.

Tidak menutup kemungkinan jumlah kasus Covid-19 di kecamatan yang berbatasan dengan Jombang dan Kediri ini akan bertambah lagi. Pasalnya, jumlah pasien suspect di kecamatan tersebut masih sebanyak 21 orang. Kemudian, status kontak erat sebanyak 304 orang. Adapun pelaku perjalanan ada 2.897 orang. 

Baca Juga :  Besok Jimmy Gantikan Kapolres Harviadhi

Sementara itu, dengan penam­bahan enam pasien terkonfirmasi positif Covid-19, total kasus korona di Nganjuk menjadi 267 orang. Sebanyak 189 orang di antaranya sembuh. Kemudian, 47 orang menjalani perawatan, dan 31 sisanya meninggal dunia.

Tak hanya di Kecamatan Kerto­sono, di Kabupaten Nganjuk orang berstatus suspect mencapai 387 orang. Sebanyak 292 orang di antaranya sudah selesai pemantauan. Adapun 63 orang lainnya meninggal dunia. 

Jumlah yang lebih tinggi ada pada status kontak erat sebanyak 3.602 orang. Dari jumlah ter­sebut, sebanyak 224 orang masih dalam pemantauan. Kemudian, yang selesai dipantau mencapai 3.378 orang. 

Terakhir, pelaku perjalanan sebanyak 49.218 orang. Jumlah inilah yang berpotensi menam­bah kasus di Nganjuk. Sebab, ada 1.068 orang yang masih dipantau. Sedangkan sisanya selesai masa pemantauannya. 

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Mulai Data Tanah Tol Agustus


Artikel Terbaru

/