23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Korona Kediri: Kota Menuju Hijau, Pasien Negatif Kabupaten Bertambah

KOTA, JP Radar Kediri – Kabar baik datang dari penanganan korona di Kota Kediri. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mengeluarkan daerah ini dari zona merah penyebaran Covid-19.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Ia menjelaskan Kota Kediri sudah beruah zona sebanyak dua kali. Bila awalnya merah, menjadi jingga, dan kini kuning. “Semoga bisa lekas menjadi zona hijau. Dan ini berkat peran serta masyarakat yang mau kooperatif. Itu  pasti bisa dilakukan,” ucap Wali Kota Abu.

Menurut wali kota, tugas yang sudah dijalankan GTPP Covid-19 juga sangat membantu. Seperti untuk melakukan isolasi mandiri dan tracing cepat kontak erat apabila ditemukan salah satu warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, saat isolasi mandiri dalam pengawasan semua kebutuhan warga juga sudah terjamin. Mulai dari kebutuhan pangan hingga kebutuhan sehari-hari untuk mengambil uang atau membeli jajan selama daerahnya atau lingkungan sekitar dilakukan isolasi mandiri.

Abu menjelaskan pekerjaan rumah (PR) yang masih harus dikerjakan pemkot dengan GTPP Covid-19 adalah menjadikan Kota Kediri sebagai zona hijau. Seperti kemarin mulai banyak yang melaporkan banyaknya pesepeda di Jembatan Lama tidak memakai masker atau bergerombol. Juga GOR Jayabaya yang mulai ramai. Dari foto yang ada terlihat mereka tak mengindahkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak atau menggunakan masker.

Baca Juga :  Info CASN Kediri: Cegah Joki, Tim Seleksi Siapkan Face Recognition

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan bahwa dalam rangka melakukan mapping potensi penularan Covid-19, pihaknya melakukan rapid test masal secara acak. “Rapid test ini untuk mengetahui sejauh mana potensi penyebaran Covid-19 di Kota Kediri,” imbuhnya.

Pihaknya melakukan rapid test masal di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren kemarin. Tidak menutup kemungkinan hal yang sama dilakukan di tempat lain. Pemkot Kediri juga terus melakukan upaya preventif lainnya. Seperti melakukan penyemprotan disinfektan di sepanjang jalan dan di tempat rawan keramaian seperti taman, halte, jembatan.

Kabar baik juga datang dari Kabupaten Kediri. Meski tren perkembangan belum stabil, pasien sembuh telah ada peningkatan. Seperti kabar tadi malam, total ada 5 pasien yang dinyatakan sembuh.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib mengatakan, lima orang yang dinyatakan sembuh itu semuanya berbeda klaster. Salah satunya adalah klaster pelatihan Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Yakni salah satu kontak erat yang merupakan keluarga pasien positif pertama Kabupaten Kediri yang telah meninggal dunia.

“Klaster ini adalah warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Alhamdulillah yag dulu positif satu keluarga sudah sembuh semuanya,” jelas Chotib.

Kesembuhan keluarga ini mendapat apresiasi dari tenaga medis. Sebab, untuk keluarga kasus positif pertama ini menjalani isolasi mandiri selama dua bulan lebih. Yang bersangkutan berkali-kali menjalani swab.

Baca Juga :  Salahi Aturan, Ruko di Jalan Dhoho Diberi Garis Pembatas Satpol PP

Chotib melanjutkan, untuk yang sembuh selanjutnya adalah satu orang dari klaster Kedak. Yakni satu orang warga Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih. Informasinya yang bersangkutan merupakan keluarga yang selama ini dikarantina di Wisma Atlet Pare. “Yang sembuh sang ayah,” jelas Chotib.

Dari keluarga ini masih ada tiga pasien yang dikarantina di Wisma Atlet. Yaitu ibu dan dua orang anak. Sementara tiga pasien sembuh lain adalah dari klaster Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, dan klaster Desa Sidorejo, Kecamatan Pare. “Dan dari Klaster Baru yakni 1 orang warga Desa Pelem, Kecamatan Pare,” ungkapnya.

Selain berita sembuh, juga ada tambahan satu konfirmasi pasien sembuh. Salah satunya adalah dari klaster luar kota. Yakni 1 kasus klaster Jakarta yang menjangkit satu orang warga Desa Jabang, Kecamatan Kras. Pria 30 tahun ini sedang isolasi mandiri.

Satu kasus lagi adalah klaster baru, yakni satu orang warga Desa Babadan Kecamatan Ngancar. “Yang bersangkutan saat ini dirawat di RSUD SLG,” tambahnya.

Dari kabar kesembuhan dan tambahan pasien positif tersebut, saat ini terdapat 187 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Rinciannya adalah 145 orang dirawat, 32 orang sembuh, dan 10 orang meninggal.

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Kabar baik datang dari penanganan korona di Kota Kediri. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mengeluarkan daerah ini dari zona merah penyebaran Covid-19.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Ia menjelaskan Kota Kediri sudah beruah zona sebanyak dua kali. Bila awalnya merah, menjadi jingga, dan kini kuning. “Semoga bisa lekas menjadi zona hijau. Dan ini berkat peran serta masyarakat yang mau kooperatif. Itu  pasti bisa dilakukan,” ucap Wali Kota Abu.

Menurut wali kota, tugas yang sudah dijalankan GTPP Covid-19 juga sangat membantu. Seperti untuk melakukan isolasi mandiri dan tracing cepat kontak erat apabila ditemukan salah satu warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, saat isolasi mandiri dalam pengawasan semua kebutuhan warga juga sudah terjamin. Mulai dari kebutuhan pangan hingga kebutuhan sehari-hari untuk mengambil uang atau membeli jajan selama daerahnya atau lingkungan sekitar dilakukan isolasi mandiri.

Abu menjelaskan pekerjaan rumah (PR) yang masih harus dikerjakan pemkot dengan GTPP Covid-19 adalah menjadikan Kota Kediri sebagai zona hijau. Seperti kemarin mulai banyak yang melaporkan banyaknya pesepeda di Jembatan Lama tidak memakai masker atau bergerombol. Juga GOR Jayabaya yang mulai ramai. Dari foto yang ada terlihat mereka tak mengindahkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak atau menggunakan masker.

Baca Juga :  Ratusan Peserta Tak Hadiri Tes Ulang Seleksi Perangkat Desa

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan bahwa dalam rangka melakukan mapping potensi penularan Covid-19, pihaknya melakukan rapid test masal secara acak. “Rapid test ini untuk mengetahui sejauh mana potensi penyebaran Covid-19 di Kota Kediri,” imbuhnya.

Pihaknya melakukan rapid test masal di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren kemarin. Tidak menutup kemungkinan hal yang sama dilakukan di tempat lain. Pemkot Kediri juga terus melakukan upaya preventif lainnya. Seperti melakukan penyemprotan disinfektan di sepanjang jalan dan di tempat rawan keramaian seperti taman, halte, jembatan.

Kabar baik juga datang dari Kabupaten Kediri. Meski tren perkembangan belum stabil, pasien sembuh telah ada peningkatan. Seperti kabar tadi malam, total ada 5 pasien yang dinyatakan sembuh.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib mengatakan, lima orang yang dinyatakan sembuh itu semuanya berbeda klaster. Salah satunya adalah klaster pelatihan Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Yakni salah satu kontak erat yang merupakan keluarga pasien positif pertama Kabupaten Kediri yang telah meninggal dunia.

“Klaster ini adalah warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Alhamdulillah yag dulu positif satu keluarga sudah sembuh semuanya,” jelas Chotib.

Kesembuhan keluarga ini mendapat apresiasi dari tenaga medis. Sebab, untuk keluarga kasus positif pertama ini menjalani isolasi mandiri selama dua bulan lebih. Yang bersangkutan berkali-kali menjalani swab.

Baca Juga :  Lulus Madrasah Mampu Mandiri

Chotib melanjutkan, untuk yang sembuh selanjutnya adalah satu orang dari klaster Kedak. Yakni satu orang warga Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih. Informasinya yang bersangkutan merupakan keluarga yang selama ini dikarantina di Wisma Atlet Pare. “Yang sembuh sang ayah,” jelas Chotib.

Dari keluarga ini masih ada tiga pasien yang dikarantina di Wisma Atlet. Yaitu ibu dan dua orang anak. Sementara tiga pasien sembuh lain adalah dari klaster Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, dan klaster Desa Sidorejo, Kecamatan Pare. “Dan dari Klaster Baru yakni 1 orang warga Desa Pelem, Kecamatan Pare,” ungkapnya.

Selain berita sembuh, juga ada tambahan satu konfirmasi pasien sembuh. Salah satunya adalah dari klaster luar kota. Yakni 1 kasus klaster Jakarta yang menjangkit satu orang warga Desa Jabang, Kecamatan Kras. Pria 30 tahun ini sedang isolasi mandiri.

Satu kasus lagi adalah klaster baru, yakni satu orang warga Desa Babadan Kecamatan Ngancar. “Yang bersangkutan saat ini dirawat di RSUD SLG,” tambahnya.

Dari kabar kesembuhan dan tambahan pasien positif tersebut, saat ini terdapat 187 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Rinciannya adalah 145 orang dirawat, 32 orang sembuh, dan 10 orang meninggal.

 

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/