26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Siswa di Kediri Bisa Belajar di Kelas Lagi, Ini Jadwalnya

KOTA, JP Radar Kediri – Ribuan siswa SD di Kota Kediri bisa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai Senin (21/2) nanti. Hanya saja, jika sebelumnya siswa bisa masuk secara penuh, dalam penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, siswa masuk dengan kapasitas 50 persen atau sistem sif.

          Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri Marsudi Nurgroho mengungkapkan, untuk model sif diserahkan ke sekolah masing-masing. Pihaknya memberi keleluasaan kepada sekolah karena masing-masing lembaga punya cara yang berbeda. “Sifnya bisa bergiliran sehari sekali atau sif per jam mata pelajaran,” kata Marsudi memberi opsi.

          Lebih jauh Marsudi menjelaskan, kebijakan PTM 50 persen ini tidak wajib. Sekolah yang belum siap untuk PTM boleh saja tetap menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ). Berdasar laporan yang masuk ke dinas pendidikan, ada sekolah yang meminta izin tetap menggelar PJJ. Sebab, gurunya banyak yang belum sehat.

Baca Juga :  Pendidikan di Kediri: Guru Tak Siap, Butuh Kurikulum Khusus

          Disdik menurut Marsudi bisa memaklumi kondisi tersebut. Demikian pula jika ada siswa yang sakit dan tidak bisa ikut PTM. “Sekolah tidak boleh memaksa siswa untuk masuk,” lanjutnya. 

          Dalam kondisi kasus Covid-19 yang masih tinggi, Marsudi juga meminta sekolah memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes). Yakni, dengan mengecek suhu tubuh siswa saat masuk kelas. Jika suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat, dilarang masuk sekolah.

          Marsudi menuturkan, baik PTM maupun PJJ dilaksanakan secara terpadu. Permintaan siswa yang ingin pola PJJ tetap harus dilayani. “Siswa yang masuk sekolah untuk PTM wajib seizin orang tuanya,” tegasnya.

          Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, menurut Marsudi pembelajaran diutamakan untuk menyelesaikan ketuntasan belajar. Artinya, tidak semata-mata ketuntasan materi. Misalnya, di SD kelas I-III mengutamakan kompetensi baca, tulis, dan hitung.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Bikin Anak Ceria

Demikian juga untuk TK maupun SMP. Harus sesuai standar kompetensi lulusan masing-masing jenjang. “Pembelajaran remidi diberikan untuk mencapai ketuntasan belajar siswa,” tegasnya.

Marsudi juga mengingatkan agar pembelajaran tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan warga sekolah. Sehingga, tidak muncul klaster Covid-19 baru dari sekolah.

Untuk diketahui, hingga kemarin kasus Covid-19 di Kota Kediri belum melandai. Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Fauzan Adima menyebut kemarin kembali ada tambahan kasus baru sebanyak 81 orang. “Sekarang yang aktif jadi 248 kasus. Sebanyak 176 orang isoman (isolasi mandiri, Red),” jelas Fauzan sembari meminta warga Kota Kediri tak lengah dan tetap menerapkan prokes secara ketat. (rq/ut)

 

Kota Kediri

Konfirmasi : 4.679(+81)
Aktif : 248
Sembuh : 4.045
Meninggal : 386

 

Kabupaten Kediri

Konfirmasi : 16528 +333

Aktif : 1581 +213

Sembuh : 13722 +114

Meninggal : 1225 +6

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Ribuan siswa SD di Kota Kediri bisa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai Senin (21/2) nanti. Hanya saja, jika sebelumnya siswa bisa masuk secara penuh, dalam penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, siswa masuk dengan kapasitas 50 persen atau sistem sif.

          Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri Marsudi Nurgroho mengungkapkan, untuk model sif diserahkan ke sekolah masing-masing. Pihaknya memberi keleluasaan kepada sekolah karena masing-masing lembaga punya cara yang berbeda. “Sifnya bisa bergiliran sehari sekali atau sif per jam mata pelajaran,” kata Marsudi memberi opsi.

          Lebih jauh Marsudi menjelaskan, kebijakan PTM 50 persen ini tidak wajib. Sekolah yang belum siap untuk PTM boleh saja tetap menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ). Berdasar laporan yang masuk ke dinas pendidikan, ada sekolah yang meminta izin tetap menggelar PJJ. Sebab, gurunya banyak yang belum sehat.

Baca Juga :  Lukisan Indah Penuh Warna

          Disdik menurut Marsudi bisa memaklumi kondisi tersebut. Demikian pula jika ada siswa yang sakit dan tidak bisa ikut PTM. “Sekolah tidak boleh memaksa siswa untuk masuk,” lanjutnya. 

          Dalam kondisi kasus Covid-19 yang masih tinggi, Marsudi juga meminta sekolah memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes). Yakni, dengan mengecek suhu tubuh siswa saat masuk kelas. Jika suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat, dilarang masuk sekolah.

          Marsudi menuturkan, baik PTM maupun PJJ dilaksanakan secara terpadu. Permintaan siswa yang ingin pola PJJ tetap harus dilayani. “Siswa yang masuk sekolah untuk PTM wajib seizin orang tuanya,” tegasnya.

          Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, menurut Marsudi pembelajaran diutamakan untuk menyelesaikan ketuntasan belajar. Artinya, tidak semata-mata ketuntasan materi. Misalnya, di SD kelas I-III mengutamakan kompetensi baca, tulis, dan hitung.

Baca Juga :  Ring 3 TPA Klotok Tidak Terima Kompensasi

Demikian juga untuk TK maupun SMP. Harus sesuai standar kompetensi lulusan masing-masing jenjang. “Pembelajaran remidi diberikan untuk mencapai ketuntasan belajar siswa,” tegasnya.

Marsudi juga mengingatkan agar pembelajaran tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan warga sekolah. Sehingga, tidak muncul klaster Covid-19 baru dari sekolah.

Untuk diketahui, hingga kemarin kasus Covid-19 di Kota Kediri belum melandai. Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Fauzan Adima menyebut kemarin kembali ada tambahan kasus baru sebanyak 81 orang. “Sekarang yang aktif jadi 248 kasus. Sebanyak 176 orang isoman (isolasi mandiri, Red),” jelas Fauzan sembari meminta warga Kota Kediri tak lengah dan tetap menerapkan prokes secara ketat. (rq/ut)

 

Kota Kediri

Konfirmasi : 4.679(+81)
Aktif : 248
Sembuh : 4.045
Meninggal : 386

 

Kabupaten Kediri

Konfirmasi : 16528 +333

Aktif : 1581 +213

Sembuh : 13722 +114

Meninggal : 1225 +6

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/