28.9 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Belum Dapatkan Lahan Baru, Warga Bedrek Kontrak Rumah

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Proses pembebasan tanah untuk lahan bandara sudah 100 persen. Semua area yang dibutuhkan sudah terbebaskan. Termasuk kepingan terakhir yang ada di Dusun Bedrek, Desa/Kecamatan Grogol. Warga dusun ini menjadi rombongan terakhir yang berhasil dibebaskan.

Pembayaran dari pemerintah pun sudah dilakukan. Hanya, belum semua warga yang sudah bisa membeli tanah untuk tempat tinggal mereka yang baru. Permasalahannya adalah soal kecocokan dan selera. Beberapa dari mereka memilih untuk mengontrak untuk sementara waktu.

Beberapa pilihan itu didasarkan pada beberapa hal. Mulai dari lokasi tanah yang dekat dengan jalan raya, sekolah, hingga tak jauh dari fasilitas tambahan yang diinginkan.

Baca Juga :  Hari Pertama Ambil Pin, Server Sempat Error

“Saya belum dapat kontrakan, ini masih cari,” ujar Nurul Anis, 39.

Anis mengkau belum menemukan lahan yang cocok. Kendalanya adalah tanah yang ditawarkan kepadanya jauh dari akses sekolah anak-anaknya. “Dua anak saya masih sekolah. Kalau cari yang jauh, nanti bingung kalau mengantar-jemput,” terang perempuan berhijab itu.

Menurutnya, mencari tempat tinggal di desa yang sama sangat sulit. Terutama adalah faktor harga. Saat ini tanah-tanah yang dekat dengan lokasi rumah lamanya sangat mahal. Belum lagi ada kekhawatiran bila terkena proyek pelebaran jalan.

“Daripada capek-capek mencari tapi nanti berpotensi digusur lagi, sekalian mencari yang agak jauh dari bandara. Tapi tetap dekat dengan sekolah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kompak Deklarasi Lawan Terorisme

Perempuan yang mendapat ganti rugi Rp 900 juta-an untuk tanah dan rumahnya itu mengatakan yang dicarinya adalah tanah dan bangunan yang cukup. Tidak harus sebesar rumah yang ia punya dulu. “Harus menghitung juga nanti keperluan pindah, keperluan untuk lainnya,” pungkasnya.(syi/fud)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Proses pembebasan tanah untuk lahan bandara sudah 100 persen. Semua area yang dibutuhkan sudah terbebaskan. Termasuk kepingan terakhir yang ada di Dusun Bedrek, Desa/Kecamatan Grogol. Warga dusun ini menjadi rombongan terakhir yang berhasil dibebaskan.

Pembayaran dari pemerintah pun sudah dilakukan. Hanya, belum semua warga yang sudah bisa membeli tanah untuk tempat tinggal mereka yang baru. Permasalahannya adalah soal kecocokan dan selera. Beberapa dari mereka memilih untuk mengontrak untuk sementara waktu.

Beberapa pilihan itu didasarkan pada beberapa hal. Mulai dari lokasi tanah yang dekat dengan jalan raya, sekolah, hingga tak jauh dari fasilitas tambahan yang diinginkan.

Baca Juga :  Macan Putih Cari Lapangan Layak Pakai

“Saya belum dapat kontrakan, ini masih cari,” ujar Nurul Anis, 39.

Anis mengkau belum menemukan lahan yang cocok. Kendalanya adalah tanah yang ditawarkan kepadanya jauh dari akses sekolah anak-anaknya. “Dua anak saya masih sekolah. Kalau cari yang jauh, nanti bingung kalau mengantar-jemput,” terang perempuan berhijab itu.

Menurutnya, mencari tempat tinggal di desa yang sama sangat sulit. Terutama adalah faktor harga. Saat ini tanah-tanah yang dekat dengan lokasi rumah lamanya sangat mahal. Belum lagi ada kekhawatiran bila terkena proyek pelebaran jalan.

“Daripada capek-capek mencari tapi nanti berpotensi digusur lagi, sekalian mencari yang agak jauh dari bandara. Tapi tetap dekat dengan sekolah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Motor Oleng, Penjual Mi Ayam Tewas

Perempuan yang mendapat ganti rugi Rp 900 juta-an untuk tanah dan rumahnya itu mengatakan yang dicarinya adalah tanah dan bangunan yang cukup. Tidak harus sebesar rumah yang ia punya dulu. “Harus menghitung juga nanti keperluan pindah, keperluan untuk lainnya,” pungkasnya.(syi/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/