28.9 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Panitera Terpapar, PN Kota Tutup Layanan

Sementara itu, sejak Rabu pagi (18/11) kemarin kantor Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri terlihat sepi. Hanya terlihat motor dan mobil dinas saja yang terparkir. Dua petugas satpam tidak bertugas seperti biasa. Pukul 09.30 WIB mereka justru memasang banner di pagar PN. Memasang pengumuman bahwa PN menghentikan pelayanan untuk sementara gara-gara salah seorang karyawannya terpapar Covid-19.

Banner itu bertuliskan bila PN Kota menutup pelayanan dari 18 hingga 20 November 2020. Mereka akan kembali aktif pada 23 November.

Lockdown lokasi persidangan beragam kasus itu membuat beberapa orang sempat kecele. Seperti Ariya Hadi, 51, warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, yang hendak mengikuti sidang perdata yang menyangkut dirinya. Membawa beberapa map dia menanyakan soal penutupanitu pada seorang satpam. 

Baca Juga :  Pemkot dan Pemkab Kediri Genjot Belanja Online, Ini Alasannya

“Semua pelayanan masih ditutup Pak. Sidang-sidang juga ditunda,” ujar seorang satpam bernama Hermawan.

Beberapa orang yang kecele juga sempat memotret banner tersebut. Kemudian mengabarkan kepada yang lain. 

Humas PN Kota Kediri Widodo Hariawan mengatakan, penutupan itu karena ada salah seorang panitera yang terpapar Covid-19. Sehingga semua pelayanan, termasuk sidang tipiring, perdata, dan pidana harus ditunda hingga minggu depan.

“Kami mendapatkan kabar dari Ketua PN pukul 10.45 WIB bila ada ASN yang terjangkit korona. Lantas kami menyemprotkan disinfektan ke seluruh bagian kantor,” kata Widodo yang dihubungi lewat telepon.

Widodo mengungkapkan bila panitera ini merupakan laki-laki yang berasal dari luar Kota Kediri. Sejak Senin memang tidak terlihat laki-laki ini bekerja dan berkegiatan di PN. Sehingga menimbulkan kecurigaan dan akhirnya menjadi kenyataan bila panitera ini terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Ini Hukuman untuk Pencuri 3 Ekor Sapi Milik Tetangga di Besuk, Gurah

Selain tempat persidangan dan kantor, masjid Nurul Adli yang baru diresmikan September lalu oleh pihak PN juga terdampak. Padahal selain digunakan oleh anggota PN masjid itu juga digunakan ibadah oleh warga sekitar. Bahkan takmir masjid ini berasal dari warga Kelurahan Mojoroto.

“ Kami hanya menutup pelayanan sebentar saja. Senin depan kantor telah aktif kembali dan dengan protokol kehatan yang lebih ketat,” terangf Widodo yang juga menjabat Hakim di PN Kota Kediri.(jar/fud)

- Advertisement -

Sementara itu, sejak Rabu pagi (18/11) kemarin kantor Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri terlihat sepi. Hanya terlihat motor dan mobil dinas saja yang terparkir. Dua petugas satpam tidak bertugas seperti biasa. Pukul 09.30 WIB mereka justru memasang banner di pagar PN. Memasang pengumuman bahwa PN menghentikan pelayanan untuk sementara gara-gara salah seorang karyawannya terpapar Covid-19.

Banner itu bertuliskan bila PN Kota menutup pelayanan dari 18 hingga 20 November 2020. Mereka akan kembali aktif pada 23 November.

Lockdown lokasi persidangan beragam kasus itu membuat beberapa orang sempat kecele. Seperti Ariya Hadi, 51, warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, yang hendak mengikuti sidang perdata yang menyangkut dirinya. Membawa beberapa map dia menanyakan soal penutupanitu pada seorang satpam. 

Baca Juga :  Toleransi di Hari Santri ASN Pemprov Jateng

“Semua pelayanan masih ditutup Pak. Sidang-sidang juga ditunda,” ujar seorang satpam bernama Hermawan.

Beberapa orang yang kecele juga sempat memotret banner tersebut. Kemudian mengabarkan kepada yang lain. 

Humas PN Kota Kediri Widodo Hariawan mengatakan, penutupan itu karena ada salah seorang panitera yang terpapar Covid-19. Sehingga semua pelayanan, termasuk sidang tipiring, perdata, dan pidana harus ditunda hingga minggu depan.

“Kami mendapatkan kabar dari Ketua PN pukul 10.45 WIB bila ada ASN yang terjangkit korona. Lantas kami menyemprotkan disinfektan ke seluruh bagian kantor,” kata Widodo yang dihubungi lewat telepon.

Widodo mengungkapkan bila panitera ini merupakan laki-laki yang berasal dari luar Kota Kediri. Sejak Senin memang tidak terlihat laki-laki ini bekerja dan berkegiatan di PN. Sehingga menimbulkan kecurigaan dan akhirnya menjadi kenyataan bila panitera ini terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (5)

Selain tempat persidangan dan kantor, masjid Nurul Adli yang baru diresmikan September lalu oleh pihak PN juga terdampak. Padahal selain digunakan oleh anggota PN masjid itu juga digunakan ibadah oleh warga sekitar. Bahkan takmir masjid ini berasal dari warga Kelurahan Mojoroto.

“ Kami hanya menutup pelayanan sebentar saja. Senin depan kantor telah aktif kembali dan dengan protokol kehatan yang lebih ketat,” terangf Widodo yang juga menjabat Hakim di PN Kota Kediri.(jar/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/