29.8 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Waspada Korona: GTPP Kediri Ancam Sanksi Toko yang Tak Lakukan Ini

 

 

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Tiada hari tanpa tambahan positif. Itu yang terjadi di Kabupaten Kediri. Kemarin, tiga orang kembali dinyatakan positif terpapar Covid-19. Ketiganya juga tengah dirawat di rumah sakit.

Tiga tambahan pasien salah satunya berasal dari klaster jamaah salat tarawih di Desa Kedak, Kecamatan Semen. Sedangkan dua orang lagi adalah klaster baru yang hingga kemarin terus dilacak oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19.

“Infornya, mereka satu grup jamaah tarawih dengan (pasien) yang positif sebelumnya,” terang Jubir GTPP Covid-19 dr Ahmad Chotib, menjelaskan satu warga Desa Kedak yang dipastikan positif.

Tapi Chotib belum memastikan apakah pasien baru ini ada hubungan keluarga atau tidak dengan pasien positif sebelumnya. Hingga tadi malam tim reaksi cepat (TRC) dinkes masih terus melakukan tracing. Untuk mengetahui riwayat yang bersangkutan.

Dua kasus positif lainnya, Chotib menyebut, merupakan klaster baru. Satu orang dari Desa Titik, Kecamatan Semen, dan satu warga asal Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan. “Positif dari Desa Titik dan Desa Kaliboto merupakan klaster baru. GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri melakukan tracing untuk menelusuri riwayat pasien tersebut,” jelas Chotib.

Karena tiga warga ini bergejala, mereka saat ini menjalani perawatan. Untuk kasus positif dari Desa Kedak dan warga Desa Titik menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kediri. Sedangkan warga Desa Kaliboto dirawat di RS Bhayangkara HS Samsoeri, Mertojoso, Surabaya.

Baca Juga :  Kasus Terbanyak Tetap di Kertosono

Tambahan tiga kasus tersebut membuat jumlah pasien positif di Kabupaten Kediri menjadi 54 kasus. Namun, jumlah ini juga masih berpotensi naik lagi. Hari ini saja TRC dinkes akan melakukan swab test di empat puskesmas. Ngadiluwih, Semen, Sidomulyo, dan Kunjang,

Di Puskesmas Ngadiluwih swab akan diikuti 30 orang. Berasal dari tiga desa. Yaitu warga Desa Blabak, Kecamatan Kandat, dan dua desa dari Kecamatan Ngadiluwih, Ngadiluwih dan Wonorejo.

Puskesmas Semen akan men-swab 32 orang. Puskesmas Sidomulyo akan mengambil sampel 30 orang asal Desa Kras, Kecamatan Kras, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, serta Desa Mojo dan Ngadi di Kecamatan Mojo. Sementara Puskesmas Kunjang rencananya akan memeriksa 21 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Kandangan, Kunjang, Gurah, Pare, dan Pagu. “Untuk jumlah pasien yang akan diswab test bisa terus bertambah,” terang Komandan TRC Kabupaten Kediri dr Yaya Mulyana.

Sementara itu, kian ramainya suasana di jalanan dan pusat pertokoan menjelang datangnya Lebaran saat ini membuat polisi menerapkan pengalihan arus. Beberapa ruas jalan ditutup. Termasuk di Jalan Dhoho yang sempat tak boleh dilewati siang kemarin.

Kasatlantas Polres Kediri Kota Iptu Arpan mengatakan, aturan buka tutup itu sudah dilakukan sejak tiga hari terakhir. Tujuannya mengurangi kepadatan di sekitar pusat pertokoan yang memang terpusat di Jalan Dhoho, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Brawijaya.

 “Dari arah utara, setelah Jalan Basuki Rachmat, kami alihkan untuk melewati Jalan Brawijaya. Yang dari Jalan Hayam Wuruk juga,” terang Arpan.

Baca Juga :  Dulu, Deretan Pertokoan Bentuknya Sama

Pengalihan arus itu bersifat situasional. Tergantung kondisi yang ada di Jalan Dhoho. Karena itu, pentupan juga berlangsung siang hari.

Terkait semakin ramainya suasana jalanan itu, Wali Kota Abdullah Abu Bakar kembali mengingatkan pada pedagang dan pemilik toko. Mereka diminta menerapkan protokol kesehatan terkait pandemi Covid-19.

“Saya paham untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat keluar untuk berbelanja. Tapi saya harap pedagang atau pelaku usaha menerapkan protokol Covid-19. Sediakan tempat cuci tangan, jaga jarak minimal 1 meter, atau mengurangi kapasitas 50 persen, dan wajib pakai masker,” ujar Wali Kota Abu dalam video yang ia unggah di media sosial pribadinya.

Abu juga memberi ancaman bila ada pihak yang tak mengindahkan imbauan itu. Bagi pemilik toko dan pedagang yang membandel pemkot bakal menutup paksa untuk sementara waktu. Bahkan, bila pelanggarannya berat izin usahanya akan dicabut.

“Pemilik usaha wajib bertanggung jawab atas pelaksanaan protokol Covid-19. Jika terjadi pelanggaran pemilik tidak bisa lepas tanggung jawab,” tegas Abu.

Selain mengingatkan pedagang dan pemilik toko, Abu juga berharap warganya menahan diri agar tidak berbelanja yang bukan kebutuhan pokok. “Tahan diri, tidak harus keluar. Belanja yang dirasa sangat penting saja. Untuk anak, dan orang-orang sepuh, juga lebih baik di rumah saja,” pungkasnya.  

- Advertisement -

 

 

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Tiada hari tanpa tambahan positif. Itu yang terjadi di Kabupaten Kediri. Kemarin, tiga orang kembali dinyatakan positif terpapar Covid-19. Ketiganya juga tengah dirawat di rumah sakit.

Tiga tambahan pasien salah satunya berasal dari klaster jamaah salat tarawih di Desa Kedak, Kecamatan Semen. Sedangkan dua orang lagi adalah klaster baru yang hingga kemarin terus dilacak oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19.

“Infornya, mereka satu grup jamaah tarawih dengan (pasien) yang positif sebelumnya,” terang Jubir GTPP Covid-19 dr Ahmad Chotib, menjelaskan satu warga Desa Kedak yang dipastikan positif.

Tapi Chotib belum memastikan apakah pasien baru ini ada hubungan keluarga atau tidak dengan pasien positif sebelumnya. Hingga tadi malam tim reaksi cepat (TRC) dinkes masih terus melakukan tracing. Untuk mengetahui riwayat yang bersangkutan.

Dua kasus positif lainnya, Chotib menyebut, merupakan klaster baru. Satu orang dari Desa Titik, Kecamatan Semen, dan satu warga asal Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan. “Positif dari Desa Titik dan Desa Kaliboto merupakan klaster baru. GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri melakukan tracing untuk menelusuri riwayat pasien tersebut,” jelas Chotib.

Karena tiga warga ini bergejala, mereka saat ini menjalani perawatan. Untuk kasus positif dari Desa Kedak dan warga Desa Titik menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kediri. Sedangkan warga Desa Kaliboto dirawat di RS Bhayangkara HS Samsoeri, Mertojoso, Surabaya.

Baca Juga :  Kasus Terbanyak Tetap di Kertosono

Tambahan tiga kasus tersebut membuat jumlah pasien positif di Kabupaten Kediri menjadi 54 kasus. Namun, jumlah ini juga masih berpotensi naik lagi. Hari ini saja TRC dinkes akan melakukan swab test di empat puskesmas. Ngadiluwih, Semen, Sidomulyo, dan Kunjang,

Di Puskesmas Ngadiluwih swab akan diikuti 30 orang. Berasal dari tiga desa. Yaitu warga Desa Blabak, Kecamatan Kandat, dan dua desa dari Kecamatan Ngadiluwih, Ngadiluwih dan Wonorejo.

Puskesmas Semen akan men-swab 32 orang. Puskesmas Sidomulyo akan mengambil sampel 30 orang asal Desa Kras, Kecamatan Kras, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, serta Desa Mojo dan Ngadi di Kecamatan Mojo. Sementara Puskesmas Kunjang rencananya akan memeriksa 21 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Kandangan, Kunjang, Gurah, Pare, dan Pagu. “Untuk jumlah pasien yang akan diswab test bisa terus bertambah,” terang Komandan TRC Kabupaten Kediri dr Yaya Mulyana.

Sementara itu, kian ramainya suasana di jalanan dan pusat pertokoan menjelang datangnya Lebaran saat ini membuat polisi menerapkan pengalihan arus. Beberapa ruas jalan ditutup. Termasuk di Jalan Dhoho yang sempat tak boleh dilewati siang kemarin.

Kasatlantas Polres Kediri Kota Iptu Arpan mengatakan, aturan buka tutup itu sudah dilakukan sejak tiga hari terakhir. Tujuannya mengurangi kepadatan di sekitar pusat pertokoan yang memang terpusat di Jalan Dhoho, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Brawijaya.

 “Dari arah utara, setelah Jalan Basuki Rachmat, kami alihkan untuk melewati Jalan Brawijaya. Yang dari Jalan Hayam Wuruk juga,” terang Arpan.

Baca Juga :  Bahu-membahu Bantu Sembako Lingkungan Terdampak Covid-19

Pengalihan arus itu bersifat situasional. Tergantung kondisi yang ada di Jalan Dhoho. Karena itu, pentupan juga berlangsung siang hari.

Terkait semakin ramainya suasana jalanan itu, Wali Kota Abdullah Abu Bakar kembali mengingatkan pada pedagang dan pemilik toko. Mereka diminta menerapkan protokol kesehatan terkait pandemi Covid-19.

“Saya paham untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat keluar untuk berbelanja. Tapi saya harap pedagang atau pelaku usaha menerapkan protokol Covid-19. Sediakan tempat cuci tangan, jaga jarak minimal 1 meter, atau mengurangi kapasitas 50 persen, dan wajib pakai masker,” ujar Wali Kota Abu dalam video yang ia unggah di media sosial pribadinya.

Abu juga memberi ancaman bila ada pihak yang tak mengindahkan imbauan itu. Bagi pemilik toko dan pedagang yang membandel pemkot bakal menutup paksa untuk sementara waktu. Bahkan, bila pelanggarannya berat izin usahanya akan dicabut.

“Pemilik usaha wajib bertanggung jawab atas pelaksanaan protokol Covid-19. Jika terjadi pelanggaran pemilik tidak bisa lepas tanggung jawab,” tegas Abu.

Selain mengingatkan pedagang dan pemilik toko, Abu juga berharap warganya menahan diri agar tidak berbelanja yang bukan kebutuhan pokok. “Tahan diri, tidak harus keluar. Belanja yang dirasa sangat penting saja. Untuk anak, dan orang-orang sepuh, juga lebih baik di rumah saja,” pungkasnya.  

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/