24.4 C
Kediri
Saturday, August 13, 2022

Mas Dhito Optimistis Kediri Bisa Jadi Sentra Jagung

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Di tengah curah hujan yang tergolong tinggi, salah satu kelompok tani di Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar berhasil menghasilkan panen jagung delapan ton per hektare. 

Keberhasilan ini mendapat perhatian khusus Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Kemarin (18/3), Dhito mengikuti panen raya jagung yang mampu menghasilkan total 200 ton di luasan lahan 25 hektare tersebut. 

“Jika biasanya mendapatkan bantuan benih hasil tidak maksimal, Alhamdulillah ini hasilnya cukup maksimal,” jelas pria yang kerap dipanggil Mas Dhito ini.

      Dengan hasil panen yang maksimal, Dhito mengatakan masih perlu dibuka komunikasi pihak penyedia benih. “Sehingga jika ada bantuan benih, langsung dapat diberikan pada petani yang membutuhkan,” harapnya. Saat ini, minat menanam jagung masih tinggi.

Apalagi, sebelum datang ke Desa Karangmalang, Dhito juga mendatangi Desa Bangkok, Kecamatan Gurah untuk panen jagung dan padi organik. Inilah yang menyakinkan Dhito tentang tingginya potensi Kediri menjadi sentra tanaman jagung. 

Baca Juga :  Cabup Kediri Dhito Selesaikan Persoalan Macet di Pasar Semen
- Advertisement -

Sementara itu, keberhasilan panen raya jagung saat musim penghujan diakui Ketua Kelompok Citarum Raharjo Sumilan. “Selama musim hujan rata-rata hasil panen memang segitu, namun jika musim kemarau bisa mencapai sembilan hingga 10 ton,” terangnya. 

      Sumilan menjelaskan, sebenarnya luas lahan persawahan milik petani lebih dari 150 hektare. Hanya saja, benih jagung yang diterima dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri hanya untuk 25 hektare. Untuk satu hektare sawah mendapatkan 15 kilogram benih jagung. Benih yang diberikan tersebut untuk membantu petani selama musim penghujan. “Jadi total benih yang didapatkan total 375 kilogram,” imbuhnya.

Sehingga jika ditotal dengan luas lahan jagung yang ada, total panen jagung sekitar 200 ton jagung.

      Sumilan menjelaskan, selama ini sebagian besar benih jagung gratis yang diberikan tidak selalu berhasil. Namun tidak dengan benih yang didapatkan kali ini. Di tengah musim hujan, hasil panen kali ini tergolong cukup bagus. Meski berhasil panen, selama musim hujan, tanaman jagung tidak lepas dari hama dan penyakit.

Baca Juga :  Eksponen Muhammadiyah dan Aisyiyah Dukung Mas Dhito

      “Karena banyaknya serangan hama dan penyakit, ketika menanam jagung sirkulasi udaranya harus bagus,” ungkap Sumilan. Tidak seperti padi, tanaman jagung tidak boleh tergenang air. Sehingga kondisi pembuangan atau saluran irigasi pada lahan sawah dalam keadaan bagus.

      Jika dibandingkan dengan lahan persawahan di Kecamatan Purwoasri, lahan di wilayah Kecamatan Papar memang jauh lebih bagus. Karena untuk lahan persawahan di Kecamatan Purwoasri merupakan dataran rendah, sehingga lebih cocok untuk tanaman padi dibandingkan jagung.

      Selain daerah Kecamatan Papar, lahan sawah yang dapat ditanami jagung berada di wilayah Kecamatan Gurah. Kedua lokasi tersebut bisa ditanami jagung karena lahannya yang tidak mudah tergenang air saat musim penghujan.      (ara/dea)

     

     

 

     

 

 

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Di tengah curah hujan yang tergolong tinggi, salah satu kelompok tani di Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar berhasil menghasilkan panen jagung delapan ton per hektare. 

Keberhasilan ini mendapat perhatian khusus Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Kemarin (18/3), Dhito mengikuti panen raya jagung yang mampu menghasilkan total 200 ton di luasan lahan 25 hektare tersebut. 

“Jika biasanya mendapatkan bantuan benih hasil tidak maksimal, Alhamdulillah ini hasilnya cukup maksimal,” jelas pria yang kerap dipanggil Mas Dhito ini.

      Dengan hasil panen yang maksimal, Dhito mengatakan masih perlu dibuka komunikasi pihak penyedia benih. “Sehingga jika ada bantuan benih, langsung dapat diberikan pada petani yang membutuhkan,” harapnya. Saat ini, minat menanam jagung masih tinggi.

Apalagi, sebelum datang ke Desa Karangmalang, Dhito juga mendatangi Desa Bangkok, Kecamatan Gurah untuk panen jagung dan padi organik. Inilah yang menyakinkan Dhito tentang tingginya potensi Kediri menjadi sentra tanaman jagung. 

Baca Juga :  LSM Ingin Pemilihan Kepala Daerah Berjalan Adil dan Netral

Sementara itu, keberhasilan panen raya jagung saat musim penghujan diakui Ketua Kelompok Citarum Raharjo Sumilan. “Selama musim hujan rata-rata hasil panen memang segitu, namun jika musim kemarau bisa mencapai sembilan hingga 10 ton,” terangnya. 

      Sumilan menjelaskan, sebenarnya luas lahan persawahan milik petani lebih dari 150 hektare. Hanya saja, benih jagung yang diterima dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri hanya untuk 25 hektare. Untuk satu hektare sawah mendapatkan 15 kilogram benih jagung. Benih yang diberikan tersebut untuk membantu petani selama musim penghujan. “Jadi total benih yang didapatkan total 375 kilogram,” imbuhnya.

Sehingga jika ditotal dengan luas lahan jagung yang ada, total panen jagung sekitar 200 ton jagung.

      Sumilan menjelaskan, selama ini sebagian besar benih jagung gratis yang diberikan tidak selalu berhasil. Namun tidak dengan benih yang didapatkan kali ini. Di tengah musim hujan, hasil panen kali ini tergolong cukup bagus. Meski berhasil panen, selama musim hujan, tanaman jagung tidak lepas dari hama dan penyakit.

Baca Juga :  Akan Tambah Jam Perjalanan KA

      “Karena banyaknya serangan hama dan penyakit, ketika menanam jagung sirkulasi udaranya harus bagus,” ungkap Sumilan. Tidak seperti padi, tanaman jagung tidak boleh tergenang air. Sehingga kondisi pembuangan atau saluran irigasi pada lahan sawah dalam keadaan bagus.

      Jika dibandingkan dengan lahan persawahan di Kecamatan Purwoasri, lahan di wilayah Kecamatan Papar memang jauh lebih bagus. Karena untuk lahan persawahan di Kecamatan Purwoasri merupakan dataran rendah, sehingga lebih cocok untuk tanaman padi dibandingkan jagung.

      Selain daerah Kecamatan Papar, lahan sawah yang dapat ditanami jagung berada di wilayah Kecamatan Gurah. Kedua lokasi tersebut bisa ditanami jagung karena lahannya yang tidak mudah tergenang air saat musim penghujan.      (ara/dea)

     

     

 

     

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/