24.3 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Korona di Kediri: Kasus Landai, Kematian Tinggi

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Penambahan kasus korona di Kota Kediri sudah tergolong landai. Namun, ancaman masih belum berhenti. Sebab, tingkat kematian justru bertambah. Mencapai 10,02 persen. 

Kemarin, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah satu orang. Totalnya pun menjadi 124 orang.  Kondisi ini membuat Kota Kediri masih tertahan di status zona oranye. Dengan skor 2,24, naik 0,03 dari skor sebelumnya. 

Tingginya tingkat kematian pasien korona itu karena beberapa sebab. Terutama karena faktor penyakit penyerta (komorbid) dan usia. “Rata-rata komorbidnya adalah diabetes melitus dan hipertensi,” terang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima. 

Dua jenis penyakit penyerta itu yang paling sering ditemui pada pasien positif yang meninggal dunia. Selain itu, faktor yang tidak kalah penting adalah terkait usia. 

Menurut Fauzan, pasien rawan lainnya adalah yang berusia lanjut. Karena yang diserang adalah imun maka pasien dengan komorbid diabetes, hipertensi, dan lansia menjadi pasien paling rawan.

- Advertisement -

Dokter berkacamata ini meminta warga tetap waspada karena virus ini bisa menyerang siapa saja. Yang paling berbahaya ketika terpapar kondisi imunnya menurun. “Semua tetap harus menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya. 

Baca Juga :  Senat UNP Kantongi 3 Nama Calon Rektor

Kemarin, jumlah pasien terkonfirmasi korona juga bertambah empat orang. Sedangkan yang sembuh bertambah tiga. Saat ini, jumlah kasus aktif di Kota Kediri masih ada tiga orang.

Selain itu, jumlah pasien suspek juga bertambah sebanyak dua orang dengan total saat ini sebanyak 132 orang. Dari tambahan jumlah kasus terkonfirmasi dan suspek, tim GTPP melakukan tracing dan didapat 27 orang yang masuk dalam kontak erat baru.

Hari terakhir vaksinasi di Pasar Pamenang Pare kemarin masih belum mencapai jumlah sasaran seperti yang direncanakan. Dari target 300 orang sehari, hanya tercatat 289 orang yang terdaftar mendapatkan vaksin dosis pertama. Itupun tak semua akhirnya bisa diimunisasi.

“Dari jumlah pedagang yang terdaftar tidak semua tervaksin,” terang Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.

Dari semua pedagang yang tercatat itu, hanya 270 orang saja yang bisa disuntik vaksin. Sisanya harus mengalami pendundaan karena beberapa sebab. Saat proses screening, ada 13 pedagang yang tekanan darahnya tinggi. 

Baca Juga :  Kepadatan Puncak Arus Balik Berkurang

“Dua orang lagi masih di bawah umur. Dan empat orang tidak hadir,” beber Tutik. 

Pelaksanaan vaksinasi hari kedua berlangsung di lapak sayur. Mulai pukul 09.00 WIB dan rencananya ditutup pukul 14.00 WIB. Namun pemberian vaksin baru selesai sekitar pukul 17.00 WIB. “Hari ini petugas yang memberi vaksin berasal dari RSIA Permata Hati,” ungkap Tutik.

Bila dibandingkan hari pertama jumlah pedagang yang divaksin memang mengalami peningkatan. Namun, tetap saja tak memenuhi target yang ditetapkan. Bahkan, kemarin sejatinya sudah disiapkan 350 dosis vaksin. Sedangkan pada hari pertama, dari 300 dosis yang disiapkan hanya terpakai 175 saja. 

“Pemberian vaksin kedua nanti disesuaikan dengan usia pedagang,” kata Tutik. Untuk diketahui, pemberian vaksin  masih dilakukan di dua pasar saja, Pasar Induk Pare dan Pasar Pamenang. (rq/ara/fud)

  

Data Sebaran Korona 

Kota Kediri 

Konfirmasi 1.238 (+4) 

Sembuh 1.111 (+3)

Meninggal 124 (+1)

Suspek 132 (+2)

Probable 38

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Penambahan kasus korona di Kota Kediri sudah tergolong landai. Namun, ancaman masih belum berhenti. Sebab, tingkat kematian justru bertambah. Mencapai 10,02 persen. 

Kemarin, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah satu orang. Totalnya pun menjadi 124 orang.  Kondisi ini membuat Kota Kediri masih tertahan di status zona oranye. Dengan skor 2,24, naik 0,03 dari skor sebelumnya. 

Tingginya tingkat kematian pasien korona itu karena beberapa sebab. Terutama karena faktor penyakit penyerta (komorbid) dan usia. “Rata-rata komorbidnya adalah diabetes melitus dan hipertensi,” terang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima. 

Dua jenis penyakit penyerta itu yang paling sering ditemui pada pasien positif yang meninggal dunia. Selain itu, faktor yang tidak kalah penting adalah terkait usia. 

Menurut Fauzan, pasien rawan lainnya adalah yang berusia lanjut. Karena yang diserang adalah imun maka pasien dengan komorbid diabetes, hipertensi, dan lansia menjadi pasien paling rawan.

Dokter berkacamata ini meminta warga tetap waspada karena virus ini bisa menyerang siapa saja. Yang paling berbahaya ketika terpapar kondisi imunnya menurun. “Semua tetap harus menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya. 

Baca Juga :  Polres Kediri Ringkus Penjambret Tas Anak Sekolah asal Kras

Kemarin, jumlah pasien terkonfirmasi korona juga bertambah empat orang. Sedangkan yang sembuh bertambah tiga. Saat ini, jumlah kasus aktif di Kota Kediri masih ada tiga orang.

Selain itu, jumlah pasien suspek juga bertambah sebanyak dua orang dengan total saat ini sebanyak 132 orang. Dari tambahan jumlah kasus terkonfirmasi dan suspek, tim GTPP melakukan tracing dan didapat 27 orang yang masuk dalam kontak erat baru.

Hari terakhir vaksinasi di Pasar Pamenang Pare kemarin masih belum mencapai jumlah sasaran seperti yang direncanakan. Dari target 300 orang sehari, hanya tercatat 289 orang yang terdaftar mendapatkan vaksin dosis pertama. Itupun tak semua akhirnya bisa diimunisasi.

“Dari jumlah pedagang yang terdaftar tidak semua tervaksin,” terang Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.

Dari semua pedagang yang tercatat itu, hanya 270 orang saja yang bisa disuntik vaksin. Sisanya harus mengalami pendundaan karena beberapa sebab. Saat proses screening, ada 13 pedagang yang tekanan darahnya tinggi. 

Baca Juga :  Senat UNP Kantongi 3 Nama Calon Rektor

“Dua orang lagi masih di bawah umur. Dan empat orang tidak hadir,” beber Tutik. 

Pelaksanaan vaksinasi hari kedua berlangsung di lapak sayur. Mulai pukul 09.00 WIB dan rencananya ditutup pukul 14.00 WIB. Namun pemberian vaksin baru selesai sekitar pukul 17.00 WIB. “Hari ini petugas yang memberi vaksin berasal dari RSIA Permata Hati,” ungkap Tutik.

Bila dibandingkan hari pertama jumlah pedagang yang divaksin memang mengalami peningkatan. Namun, tetap saja tak memenuhi target yang ditetapkan. Bahkan, kemarin sejatinya sudah disiapkan 350 dosis vaksin. Sedangkan pada hari pertama, dari 300 dosis yang disiapkan hanya terpakai 175 saja. 

“Pemberian vaksin kedua nanti disesuaikan dengan usia pedagang,” kata Tutik. Untuk diketahui, pemberian vaksin  masih dilakukan di dua pasar saja, Pasar Induk Pare dan Pasar Pamenang. (rq/ara/fud)

  

Data Sebaran Korona 

Kota Kediri 

Konfirmasi 1.238 (+4) 

Sembuh 1.111 (+3)

Meninggal 124 (+1)

Suspek 132 (+2)

Probable 38

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/