24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

SLG Sepi Mampring, Pasar Bandar Disempot Disinfektan

KEDIRI – Covid-19 benar-benar mematikan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tak hanya sekolah yang diliburkan, mulai kemarin seluruh lokasi wisata yang dikelola Pemkab Kediri juga tak boleh dimasuki masyarakat. Aturan ini berlaku hingga dua pekan ke depan.

Akibatnya, beberapa lokasi wisata yang selama ini sangat ramai menjadi sepi seperti area mati. Salah satunya adalah Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Area yang biasanya padat pengunjung ini kemarin tak ada satu pun yang mendatangi. Sepi mampring alias sunyi sekali.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo mengatakan bahwa penutupan tempat wisata ini sesuai surat edaran Bupati Kediri nomor 443/919/418/2020. Sebagai langkah awal antisipasi penyebaran virus korona.

Dalam unggahan di instagramnya, Wignyo mengucap permohonan maaf pada seluruh masyarakat yang hendak berkunjung ke daerah wisata di wilayah Kabupaten Kediri. “Salah satunya wisata Gunung Kelud. Semoga ini cepat teratasi dan normal seperti semula,” ucapnya.

Pemkab memang mengelola sejumlah kawasan wisata. Mulai dari Gunung Kelud, Sumber Ubalan, Kawasan Wisata Besuki, Corah, Sumber Podang, dan Wisata Surowono. Juga kawasan Wisata Simpang Lima Gumul yang kemarin tampak lengang karena telah dipasang papan pengumuman di berbagai sudut.

Di SLG, seluruh tempat wisata di kawasan tersebut telah ditutup. Termasuk jalan akses ke Taman Hijau yang terlihat ada garis kuning tanda tak boleh melintas. Begitu juga Gumul Paradise Island juga mengambil kebijakan penutupan.

Klik di Sini dan Saksikan video RKTV tentang Covid 19 serta kaitannya dengan gerakan #diRumahAja. >>>

Baca Juga :  Hitung Kebutuhan Tenaga Medis dan Logistik

Bagaimana untuk tempat wisata milik swasta? Sikap responsif mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 pun juga menjadi perhatian salah satu destinasi wisata swasta di Kabupaten Kediri. Wisata Kampoeng Anggrek misalnya. Sejak 17 Maret lalu wisata yang berlokasi di  Desa Sempu, Kecamatan Ngancar ini memutuskan tutup selama dua pekan. Rencananya akan dibuka kembali pada 29 Maret 2020.

“Semoga wabah korona bisa tertanggulangi. Sehingga situasi menjadi kondusif kembali,” kata Direktur Kampoeng Anggrek Zaenudin.

Menurut Zaenudin, penutupan kawasan wisata ini merupakan bentuk kepedulian pelaku sektor pariwisata untuk memutus mata rantai wabah penyakit Korona. Sebab, kawasan wisata merupakan ruang publik sebagai tempat berkumpulnya orang dari berbagai wilayah dan dengan jangkauan yang luas.

Terlebih ketika banyaknya pengunjung itu sangat sulit mendeteksi kondisi satu per satu pengunjung, sehingga rentan terjadi penyebaran. Zaenudin memang tak menampik potensi kerugian akibat penutupan kawasan wisata selama dua pekan tersebut. Terlebih, tingkat kunjungan ke Kampoeng Anggrek mengalami tren peningkatan selama beberapa tahun terakhir.

“Namun, pada situasi darurat bencana Covid-19 ini, aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat menjadi pertimbangan yang paling utama,” ungkapnya. Meski demikian, ia menyampaikan jika ada pengunjung yang ingin membeli bunga bisa datang di Swalayan Anggrek.

Sementara itu,  Pemkot Kediri melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menyemprotkan disinfektan di Pasar Bandar, Kecamatan Mojoroto, kemarin. Penyemprotan itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar. Abu sempat melakukan sendiri penyemprotan tersebut.

Penyemprotan itu dengan sasaran berbagai tempat yang diperkirakan menjadi tempat virus. Mulai dari tembok hingga handrail yang berada di pintu masuk timur.

Baca Juga :  Pemkot Kediri Perketat Pengawasan PMI, Pemkab Prioritaskan Ribuan ODGJ

Klik di Sini dan Saksikan video RKTV tentang Covid 19 serta kaitannya dengan gerakan #diRumahAja. >>>

 “Tentunya untuk sterilisasi, dan salah satu pencegahan penularan virus korona di Kota Kediri,” ujar Abu Bakar.

Penyemprotan kemarin merupakan yang kelima kalinya. Nantinya, seluruh pasar akan disemprot dengan cairan disinfektan. Sebelumnya, kegiatan ini sempat terhenti karena stok disinfektan habis.

Menurut wali kota dua periode ini, pasar merupakan salah satu tempat berkumpulnya banyak orang. Karena itu menjadi tempat paling potensial terjadinya persebaran Covid-19. Karena orang yang datang juga dari luar kota.

“Salah satu langkah untuk mencegah virus, mulai dari sudut pasar, di tembok, tempat duduk, disemproti disinfektan semua. Ini sudah selesai dari sudut pasar Bandar, baik yang lantai dua maupun di lantai satu,” imbuh Abu.

Terkait kondisi pasar, Abu mengaku aktivitas jual beli masih berlanjut seperti biasa. Meskipun agak berkurang dibanding biasanya.

Selain menyemprot dengan disinfektan, Pemkot Kediri juga menyediakan tempat cuci tangan di sejumlah titik di pasar. Disediakan air bersih dan juga sabun cucinya. “Untuk pencegahan, kalau tidak ada handsanitizer  ya cuci tangan,” pungkasnya.

Penyemprotan disinfektan tersebut rencananya juga akan dilakukan di fasilitas umum lain. Seperti di stasiun, terminal, dan tempat wisata. Kemarin, acara penyemprotan berlangsung mulai pukul 14.30 WIB. Selain wali kota, terlihat juga Kepala Dinkes dr Fauzan Adima serta Plt Kepala Disperindag Nur Muhyar.

- Advertisement -

KEDIRI – Covid-19 benar-benar mematikan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tak hanya sekolah yang diliburkan, mulai kemarin seluruh lokasi wisata yang dikelola Pemkab Kediri juga tak boleh dimasuki masyarakat. Aturan ini berlaku hingga dua pekan ke depan.

Akibatnya, beberapa lokasi wisata yang selama ini sangat ramai menjadi sepi seperti area mati. Salah satunya adalah Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Area yang biasanya padat pengunjung ini kemarin tak ada satu pun yang mendatangi. Sepi mampring alias sunyi sekali.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo mengatakan bahwa penutupan tempat wisata ini sesuai surat edaran Bupati Kediri nomor 443/919/418/2020. Sebagai langkah awal antisipasi penyebaran virus korona.

Dalam unggahan di instagramnya, Wignyo mengucap permohonan maaf pada seluruh masyarakat yang hendak berkunjung ke daerah wisata di wilayah Kabupaten Kediri. “Salah satunya wisata Gunung Kelud. Semoga ini cepat teratasi dan normal seperti semula,” ucapnya.

Pemkab memang mengelola sejumlah kawasan wisata. Mulai dari Gunung Kelud, Sumber Ubalan, Kawasan Wisata Besuki, Corah, Sumber Podang, dan Wisata Surowono. Juga kawasan Wisata Simpang Lima Gumul yang kemarin tampak lengang karena telah dipasang papan pengumuman di berbagai sudut.

Di SLG, seluruh tempat wisata di kawasan tersebut telah ditutup. Termasuk jalan akses ke Taman Hijau yang terlihat ada garis kuning tanda tak boleh melintas. Begitu juga Gumul Paradise Island juga mengambil kebijakan penutupan.

Klik di Sini dan Saksikan video RKTV tentang Covid 19 serta kaitannya dengan gerakan #diRumahAja. >>>

Baca Juga :  Satu Pasien Tulari Lima Orang Baru

Bagaimana untuk tempat wisata milik swasta? Sikap responsif mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 pun juga menjadi perhatian salah satu destinasi wisata swasta di Kabupaten Kediri. Wisata Kampoeng Anggrek misalnya. Sejak 17 Maret lalu wisata yang berlokasi di  Desa Sempu, Kecamatan Ngancar ini memutuskan tutup selama dua pekan. Rencananya akan dibuka kembali pada 29 Maret 2020.

“Semoga wabah korona bisa tertanggulangi. Sehingga situasi menjadi kondusif kembali,” kata Direktur Kampoeng Anggrek Zaenudin.

Menurut Zaenudin, penutupan kawasan wisata ini merupakan bentuk kepedulian pelaku sektor pariwisata untuk memutus mata rantai wabah penyakit Korona. Sebab, kawasan wisata merupakan ruang publik sebagai tempat berkumpulnya orang dari berbagai wilayah dan dengan jangkauan yang luas.

Terlebih ketika banyaknya pengunjung itu sangat sulit mendeteksi kondisi satu per satu pengunjung, sehingga rentan terjadi penyebaran. Zaenudin memang tak menampik potensi kerugian akibat penutupan kawasan wisata selama dua pekan tersebut. Terlebih, tingkat kunjungan ke Kampoeng Anggrek mengalami tren peningkatan selama beberapa tahun terakhir.

“Namun, pada situasi darurat bencana Covid-19 ini, aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat menjadi pertimbangan yang paling utama,” ungkapnya. Meski demikian, ia menyampaikan jika ada pengunjung yang ingin membeli bunga bisa datang di Swalayan Anggrek.

Sementara itu,  Pemkot Kediri melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menyemprotkan disinfektan di Pasar Bandar, Kecamatan Mojoroto, kemarin. Penyemprotan itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar. Abu sempat melakukan sendiri penyemprotan tersebut.

Penyemprotan itu dengan sasaran berbagai tempat yang diperkirakan menjadi tempat virus. Mulai dari tembok hingga handrail yang berada di pintu masuk timur.

Baca Juga :  Hitung Kebutuhan Tenaga Medis dan Logistik

Klik di Sini dan Saksikan video RKTV tentang Covid 19 serta kaitannya dengan gerakan #diRumahAja. >>>

 “Tentunya untuk sterilisasi, dan salah satu pencegahan penularan virus korona di Kota Kediri,” ujar Abu Bakar.

Penyemprotan kemarin merupakan yang kelima kalinya. Nantinya, seluruh pasar akan disemprot dengan cairan disinfektan. Sebelumnya, kegiatan ini sempat terhenti karena stok disinfektan habis.

Menurut wali kota dua periode ini, pasar merupakan salah satu tempat berkumpulnya banyak orang. Karena itu menjadi tempat paling potensial terjadinya persebaran Covid-19. Karena orang yang datang juga dari luar kota.

“Salah satu langkah untuk mencegah virus, mulai dari sudut pasar, di tembok, tempat duduk, disemproti disinfektan semua. Ini sudah selesai dari sudut pasar Bandar, baik yang lantai dua maupun di lantai satu,” imbuh Abu.

Terkait kondisi pasar, Abu mengaku aktivitas jual beli masih berlanjut seperti biasa. Meskipun agak berkurang dibanding biasanya.

Selain menyemprot dengan disinfektan, Pemkot Kediri juga menyediakan tempat cuci tangan di sejumlah titik di pasar. Disediakan air bersih dan juga sabun cucinya. “Untuk pencegahan, kalau tidak ada handsanitizer  ya cuci tangan,” pungkasnya.

Penyemprotan disinfektan tersebut rencananya juga akan dilakukan di fasilitas umum lain. Seperti di stasiun, terminal, dan tempat wisata. Kemarin, acara penyemprotan berlangsung mulai pukul 14.30 WIB. Selain wali kota, terlihat juga Kepala Dinkes dr Fauzan Adima serta Plt Kepala Disperindag Nur Muhyar.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/