30.2 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Jembatan Brawijaya Jadi Ikon Baru Kota Kediri

KEDIRI KOTA – Hampir tiga bulan masa uji coba usai selesai dibangun pada 24 Desember 2018. Dan, Jembatan Brawijaya pun resmi beroperasi sejak kemarin. Peresmiannya langsung dilakukan oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu  Bakar.

Peresmian Jembatan Brawijaya kemarin terasa istimewa. Sebab waktunya bersamaan dengan ulang tahun yang ke-150 jembatan Brug Over Den Brantas te Kediri. Nama lawas Jembatan Lama, jembatan yang fungsinya kini digantikan Jembatan Brawijaya.

Karena itu, 18 Maret menjadi hari istimewa bagi dua jembatan prestisisus Kota Kediri. Jika Jembatan Lama berulang tahun ke-150, di saat itu juga Jembatan Brawijaya diresmikan.

Wali Kota Abu Bakar mengatakan, peresmian Jembatan Brawijaya ini sengaja disamakan dengan tanggal penetapan Jembatan Lama. “Alhamdulillah pada tanggal 18 Maret kita meresmikan Jembatan Brawijaya. Sekaligus menetapkan Jembatan Lama menjadi cagar budaya. Ini dimaksudkan supaya kita semua bisa melestarikannya hingga anak cucu nanti,” katanya usai meresmikan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kota dan Mojoroto tersebut.

Wali kota yang karib disapa Mas Abu tersebut menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga Jembatan Brawijaya bisa selesai. Baik Kejaksaan Agung, Sekretaris Kabinet, forkopimda, dan seluruh masyarakat yang telah mendoakan pembangunan jembatan tersebut. Mas Abu menyinggung bahwa Jembatan Brawijaya ini sempat berhenti pembangunannya dan membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaiannya.

Baca Juga :  Mengulik Kejayaan Kediri dengan Membedah Teknologi Hidrologinya (4)

“Empat setengah tahun lalu saya menyurati Bapak Presiden. Memohon izin melanjutkan proyek Jembatan Brawijaya yang telah lama berhenti. Namun ternyata membutuhkan proses panjang dan saya dibantu oleh Bapak Pramono Anung (sekretaris kabinet, Red) yang juga asli Kediri,” paparnya.

Orang nomor satu di Kota Kediri ini menyampaikan bahwa dengan beroperasinya Jembatan Brawijaya akan sangat membantu masyarakat. Karena dapat mengurangi biaya bahan bakar. Sebelumnya masyarakat harus berputar kurang lebih empat kilometer setiap harinya bila ingin ke barat sungai atau sebaliknya. Apalagi Kota Kediri adalah kota perdagangan di mana banyak orang berlalu lalang dan membutuhkan lalu lintas yang mudah dan tidak macet.

“Saya hanya meneruskan saja, memang ini (pembangunannya) bukan di kepemimpinan saya. Tapi saya dan Ibu Wakil Wali Kota Kediri punya komitmen untuk meneruskan proyek-proyek yang belum selesai hingga berdampak positif pada masyarakat,” tegasnya.

Mas Abu berharap Jembatan Brawijaya ini akan membantu mengurai kemacetan yang ada di Kota Kediri. Apalagi akan adanya bandara dan jalan tol di Kediri.  “Jembatan ini pada prinsipnya adalah untuk mengurai kemacetan. Dan bisa dikendalikan. Supaya perekonomian bisa tumbuh maksimal,” tambahnya.

Baca Juga :  Lebih Longgar dari PPKM Reguler

Yang pasti, jembatan yang pembangunannya sempat mangkrak 5 tahun lebih tersebut kini menjadi ikon baru Kota Kediri. Banyak warga yang memanfaatkannya untuk latar mengabadikan momen setiap hari.

Sementara itu, dalam peresmian kemarin, 150 seniman tari melakukan tari kolosal. Memberikan suguhan kepada masyarakat Kota Kediri yang kemarin juga melihat jalannya prosesi peresmian. Para penari itu menari tarian Suka-Suka yang berarti gembira di atas Jembatan Lama. Selain itu, secara simbolis, Mas Abu ditemani para undangan, melepas 150 merpati putih ke angkasa.

Hadir dalam acara ini perwakilan Kejaksaan Agung Witono, perwakilan Sekretariat Kabinet Mikasari Muthmainah dan Ririn Ermawati, perwakilan BPKP Pusat Dewa Putu, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Forkopimda Kota Kediri, Kepala KPW Bank Indonesia (BI) Kediri Musni Hardi, Kepala OJK Kediri Bambang Supriyanto, dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.

 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Hampir tiga bulan masa uji coba usai selesai dibangun pada 24 Desember 2018. Dan, Jembatan Brawijaya pun resmi beroperasi sejak kemarin. Peresmiannya langsung dilakukan oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu  Bakar.

Peresmian Jembatan Brawijaya kemarin terasa istimewa. Sebab waktunya bersamaan dengan ulang tahun yang ke-150 jembatan Brug Over Den Brantas te Kediri. Nama lawas Jembatan Lama, jembatan yang fungsinya kini digantikan Jembatan Brawijaya.

Karena itu, 18 Maret menjadi hari istimewa bagi dua jembatan prestisisus Kota Kediri. Jika Jembatan Lama berulang tahun ke-150, di saat itu juga Jembatan Brawijaya diresmikan.

Wali Kota Abu Bakar mengatakan, peresmian Jembatan Brawijaya ini sengaja disamakan dengan tanggal penetapan Jembatan Lama. “Alhamdulillah pada tanggal 18 Maret kita meresmikan Jembatan Brawijaya. Sekaligus menetapkan Jembatan Lama menjadi cagar budaya. Ini dimaksudkan supaya kita semua bisa melestarikannya hingga anak cucu nanti,” katanya usai meresmikan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kota dan Mojoroto tersebut.

Wali kota yang karib disapa Mas Abu tersebut menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga Jembatan Brawijaya bisa selesai. Baik Kejaksaan Agung, Sekretaris Kabinet, forkopimda, dan seluruh masyarakat yang telah mendoakan pembangunan jembatan tersebut. Mas Abu menyinggung bahwa Jembatan Brawijaya ini sempat berhenti pembangunannya dan membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaiannya.

Baca Juga :  Wali Kota Kediri: Operasi Pasar untuk Kebutuhan Pokok

“Empat setengah tahun lalu saya menyurati Bapak Presiden. Memohon izin melanjutkan proyek Jembatan Brawijaya yang telah lama berhenti. Namun ternyata membutuhkan proses panjang dan saya dibantu oleh Bapak Pramono Anung (sekretaris kabinet, Red) yang juga asli Kediri,” paparnya.

Orang nomor satu di Kota Kediri ini menyampaikan bahwa dengan beroperasinya Jembatan Brawijaya akan sangat membantu masyarakat. Karena dapat mengurangi biaya bahan bakar. Sebelumnya masyarakat harus berputar kurang lebih empat kilometer setiap harinya bila ingin ke barat sungai atau sebaliknya. Apalagi Kota Kediri adalah kota perdagangan di mana banyak orang berlalu lalang dan membutuhkan lalu lintas yang mudah dan tidak macet.

“Saya hanya meneruskan saja, memang ini (pembangunannya) bukan di kepemimpinan saya. Tapi saya dan Ibu Wakil Wali Kota Kediri punya komitmen untuk meneruskan proyek-proyek yang belum selesai hingga berdampak positif pada masyarakat,” tegasnya.

Mas Abu berharap Jembatan Brawijaya ini akan membantu mengurai kemacetan yang ada di Kota Kediri. Apalagi akan adanya bandara dan jalan tol di Kediri.  “Jembatan ini pada prinsipnya adalah untuk mengurai kemacetan. Dan bisa dikendalikan. Supaya perekonomian bisa tumbuh maksimal,” tambahnya.

Baca Juga :  Ribuan Orang Tak Kebagian E-KTP

Yang pasti, jembatan yang pembangunannya sempat mangkrak 5 tahun lebih tersebut kini menjadi ikon baru Kota Kediri. Banyak warga yang memanfaatkannya untuk latar mengabadikan momen setiap hari.

Sementara itu, dalam peresmian kemarin, 150 seniman tari melakukan tari kolosal. Memberikan suguhan kepada masyarakat Kota Kediri yang kemarin juga melihat jalannya prosesi peresmian. Para penari itu menari tarian Suka-Suka yang berarti gembira di atas Jembatan Lama. Selain itu, secara simbolis, Mas Abu ditemani para undangan, melepas 150 merpati putih ke angkasa.

Hadir dalam acara ini perwakilan Kejaksaan Agung Witono, perwakilan Sekretariat Kabinet Mikasari Muthmainah dan Ririn Ermawati, perwakilan BPKP Pusat Dewa Putu, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Forkopimda Kota Kediri, Kepala KPW Bank Indonesia (BI) Kediri Musni Hardi, Kepala OJK Kediri Bambang Supriyanto, dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/