22.9 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

Warga Sekarputih Kesulitan Air Bersih

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Banjir bandang yang terjadi Minggu (14/2) berdampak panjang. Empat hari setelah air surut, ratusan kepala keluarga (KK) di Dusun Rowodoro, Desa Sekarputih, Bagor kesulitan air bersih. Mereka terpaksa menampung air hujan untuk konsumsi karena air sumur keruh.

Paini, 65, salah satu warga mengungkapkan, warga Desa Sekarputih mulai kesulitan air bersih sejak tiga hari lalu. Air sumur yang semula jernih berubah keruh bercampur lumpur.

Perempuan tua itu pun harus menghemat air bersih yang dimilikinya. “Tampungannya (stok, Red) masih ada tetapi terbatas,” kata perempuan tua yang mengaku tidak mandi sejak tiga hari lalu.

Untuk mencukupi kebutuhan air untuk minum, perempuan yang rambutnya sudah memutih itu mengaku harus membeli air kemasan. Sedangkan untuk memasak dia menggunakan air hujan. 

Baca Juga :  Rekayasa Lalu Lintas Pembangunan Jembatan Bandarngalim

Selebihnya, keluarga Paini memilih nekat mandi menggunakan air sumur yang keruh. “Kesulitannya (air, Red) untuk keperluan memasak dan minum,” lanjut perempuan yang kemarin mengambil tampungan air hujan di timba samping rumahnya.

- Advertisement -

Terpisah, Sumarni, 67, warga lainnya mengungkapkan hal serupa. Jika Paini menggunakan air hujan untuk memasak, Sumarni menggunakan air hujan untuk membersihkan rumah dan lingkungannya yang dipenuhi lumpur. Jika stok air kemasan yang dimilikinya habis, dia pun terpaksa menggunakan air hujan untuk memasak.

Pantauan koran ini kemarin, mayoritas warga meletakkan ember, timba dan peralatan lainnya di bawah genting rumah untuk menampung air hujan. Setelah timba dan ember penuh, mereka mengambil air untuk dibawa masuk.

Kepala Dusun Rowodoro, Desa Sekarputih Sugito yang dikonfirmasi koran ini tentang kesulitan air bersih warganya membenarkannya. Pria berusia 45 tahun itu menyebut ada 130 KK warga di dusunnya yang kesulitan air bersih. “Kami belum melaporkan ini ke pihak terkait karena saya kira masih bisa diatasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Menangis saat Pamitan dengan Tahanan Lain di Rutan Kejati Jatim

Sugito yakin, kesulitan air bersih yang dialami ratusan KK warga di Rowodoro tidak akan bertahan lama. Jika dalam beberapa hari ke depan hujan deras masih mengguyur, dia baru akan melapor ke desa.

Terkait air sumur warga yang keruh, Sugito menduga hal itu akibat luapan air dari sungai Kuncir. Luapan air bah juga membuat tiga titik tanggul di Sekarputih jebol. Akibatnya, air masuk ke pemukiman warga dan ke sumur.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Banjir bandang yang terjadi Minggu (14/2) berdampak panjang. Empat hari setelah air surut, ratusan kepala keluarga (KK) di Dusun Rowodoro, Desa Sekarputih, Bagor kesulitan air bersih. Mereka terpaksa menampung air hujan untuk konsumsi karena air sumur keruh.

Paini, 65, salah satu warga mengungkapkan, warga Desa Sekarputih mulai kesulitan air bersih sejak tiga hari lalu. Air sumur yang semula jernih berubah keruh bercampur lumpur.

Perempuan tua itu pun harus menghemat air bersih yang dimilikinya. “Tampungannya (stok, Red) masih ada tetapi terbatas,” kata perempuan tua yang mengaku tidak mandi sejak tiga hari lalu.

Untuk mencukupi kebutuhan air untuk minum, perempuan yang rambutnya sudah memutih itu mengaku harus membeli air kemasan. Sedangkan untuk memasak dia menggunakan air hujan. 

Baca Juga :  Simoli Cekat, Bantu Pembudidaya Tahu Kualitas Air

Selebihnya, keluarga Paini memilih nekat mandi menggunakan air sumur yang keruh. “Kesulitannya (air, Red) untuk keperluan memasak dan minum,” lanjut perempuan yang kemarin mengambil tampungan air hujan di timba samping rumahnya.

Terpisah, Sumarni, 67, warga lainnya mengungkapkan hal serupa. Jika Paini menggunakan air hujan untuk memasak, Sumarni menggunakan air hujan untuk membersihkan rumah dan lingkungannya yang dipenuhi lumpur. Jika stok air kemasan yang dimilikinya habis, dia pun terpaksa menggunakan air hujan untuk memasak.

Pantauan koran ini kemarin, mayoritas warga meletakkan ember, timba dan peralatan lainnya di bawah genting rumah untuk menampung air hujan. Setelah timba dan ember penuh, mereka mengambil air untuk dibawa masuk.

Kepala Dusun Rowodoro, Desa Sekarputih Sugito yang dikonfirmasi koran ini tentang kesulitan air bersih warganya membenarkannya. Pria berusia 45 tahun itu menyebut ada 130 KK warga di dusunnya yang kesulitan air bersih. “Kami belum melaporkan ini ke pihak terkait karena saya kira masih bisa diatasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sidang Daring Nganjuk: Siagakan Staf IT agar Proses Bisa Lancar

Sugito yakin, kesulitan air bersih yang dialami ratusan KK warga di Rowodoro tidak akan bertahan lama. Jika dalam beberapa hari ke depan hujan deras masih mengguyur, dia baru akan melapor ke desa.

Terkait air sumur warga yang keruh, Sugito menduga hal itu akibat luapan air dari sungai Kuncir. Luapan air bah juga membuat tiga titik tanggul di Sekarputih jebol. Akibatnya, air masuk ke pemukiman warga dan ke sumur.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/