25 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Emil Dardak: Selingkar Wilis Masuk Proyek Strategis Nasional

KOTA, JP Radar Kediri – Semakin banyak proyek nasional yang ada di wilayah Kediri. Setelah bandara dan tol Nganjuk – Kediri, satu lagi proyek besar yang akan dikerjakan adalah Selingkar Wilis. Yaitu proyek pembuatan jalan yang menghubungkan kota-kota yang ada di lereng Wilis.

Bahkan, proyek yang sempat mencuat dalam kampanye pasangan Khofifah – Emil Dardak ketika berkompetisi menjadi gubernur Jatim tersebut masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur Emil Dardak usai menjadi pembicara dalam seminar nasional Sinergi dan Inovasi Memacu Geliat Ekonomi Selingkar Wilis di Grand Surya Hotel kemarin.

“Kita bersyukur bahwa presiden telah menetapkan (proyek) Selingkar Wilis dan Lintas Selatan menjadi salah satu dari tiga yang diikutsertakan dalam Perpres (peraturan presiden, Red) nomor 80 tahun 2019,” kata Emil dalam kegiatan yang digelar oleh Bank Indonesia kantor perwakilan wilayah Kediri itu.

Selingkar Wilis, yang juga sempat mencuat dengan nama Jatirogo Mandiri-akronim dari nama-nama kota yang dilewati jalur tersebut, merupakan rancangan pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN). Yang ditetapkan sebagai kawasan strategis dan mendapatkan akselerasi pembangunan. Dengan jumlah 13 kabupaten kota, dan jumlah penduduk hampir 10 juta orang, butuh satu strategi yang holistik.

Baca Juga :  Tim Ekspedisi Selingkar Wilis Putar Balik di Joho karena Medan Curam

Menurut Emil, dalam Perpres Nomor 80/2019 itu, Selingkar Wilis masuk PSN bersama dengan pembangunan bandara Kediri dan jalan tol dari Kertosono, Kediri, hingga Tulungagung. Juga ada pembenahan jalan di sekitar Selingkar Wilis yang panjangnya mencapai 230 kilometer.

Dengan proyek tersebut, tambah Emil, akan mampu meningkatkan potensi budaya dan ekonomi di wilayah Kediri. Pembangunan bandara dan jalan tol dapat mempermudah pemodal masuk.  “(Investasi mudah masuk) dengan adanya bandara, pelabuhan, lintas selatan, dan jalan tol. Sekarang bagaimana kita memastikan pengembangan kawasan tersebut juga berjalan (sesuai yang diinginkan),” ujar Emil.

Pengembangan yang dia maksud adalah terkait peningkatan perekonomian. Mulai dari pengembangan pariwisata, agrowisata, hingga agroforestri. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sebuah pendekatan. Sehingga tidak hanya perkembangan fisik proyek pembangunan saja. Namun juga lembaga dan sumber daya  manusia (SDM)-nya.

Baca Juga :  Khofifah: Polisi Harus Usut Tuntas

Emil menjelaskan, dengan adanya pembangunan dapat meningkatan makro-ekonomi untuk ke depannya. Hal tersebut dilihat dari kontribusi sektor perdagangan yang akan meningkat,

“Dengan aksesbilitas yang tinggi maka akan ada bangkitnya (tingkat) perjalanan yang tinggi. Sektor-sektor yang terdampak adalah jasa dan perdagangan,” imbuhnya.

Untuk sektor pertanian, akan selalu dilihat pada ketersediaan lahan. Faktor lahan itulah yang akan berpengaruh pada perkembangan sektor tersebut. Akses pada pemodal diharapkan bisa membantu pengembangan sektor pertanian itu.

“Pemodal yang dimaksud (harus) yang berorientasi kepada perekonomian rakyat. Bukan pemodal yang kapital dalam konteks pemodal yang besar. Bahwa pemodal dapat masuk dan bermitra baik dengan masyrakat,” tutur Emil.

Peningkatan  sektor pertanian itu seperti komoditas yang memerlukan  teknologi. Sehingga dengan modal tersebut dapat membuat berkembangnya serta meningkatkan perluasan lahan yang dikembangkan. Pertanian diharapkan juga menjadi sektor yang bernilai tambah. Terutama dengan disenergikan dengan agrowisata.

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Semakin banyak proyek nasional yang ada di wilayah Kediri. Setelah bandara dan tol Nganjuk – Kediri, satu lagi proyek besar yang akan dikerjakan adalah Selingkar Wilis. Yaitu proyek pembuatan jalan yang menghubungkan kota-kota yang ada di lereng Wilis.

Bahkan, proyek yang sempat mencuat dalam kampanye pasangan Khofifah – Emil Dardak ketika berkompetisi menjadi gubernur Jatim tersebut masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur Emil Dardak usai menjadi pembicara dalam seminar nasional Sinergi dan Inovasi Memacu Geliat Ekonomi Selingkar Wilis di Grand Surya Hotel kemarin.

“Kita bersyukur bahwa presiden telah menetapkan (proyek) Selingkar Wilis dan Lintas Selatan menjadi salah satu dari tiga yang diikutsertakan dalam Perpres (peraturan presiden, Red) nomor 80 tahun 2019,” kata Emil dalam kegiatan yang digelar oleh Bank Indonesia kantor perwakilan wilayah Kediri itu.

Selingkar Wilis, yang juga sempat mencuat dengan nama Jatirogo Mandiri-akronim dari nama-nama kota yang dilewati jalur tersebut, merupakan rancangan pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN). Yang ditetapkan sebagai kawasan strategis dan mendapatkan akselerasi pembangunan. Dengan jumlah 13 kabupaten kota, dan jumlah penduduk hampir 10 juta orang, butuh satu strategi yang holistik.

Baca Juga :  Terdengar Gamelan dari Puthuk-Puthuk

Menurut Emil, dalam Perpres Nomor 80/2019 itu, Selingkar Wilis masuk PSN bersama dengan pembangunan bandara Kediri dan jalan tol dari Kertosono, Kediri, hingga Tulungagung. Juga ada pembenahan jalan di sekitar Selingkar Wilis yang panjangnya mencapai 230 kilometer.

Dengan proyek tersebut, tambah Emil, akan mampu meningkatkan potensi budaya dan ekonomi di wilayah Kediri. Pembangunan bandara dan jalan tol dapat mempermudah pemodal masuk.  “(Investasi mudah masuk) dengan adanya bandara, pelabuhan, lintas selatan, dan jalan tol. Sekarang bagaimana kita memastikan pengembangan kawasan tersebut juga berjalan (sesuai yang diinginkan),” ujar Emil.

Pengembangan yang dia maksud adalah terkait peningkatan perekonomian. Mulai dari pengembangan pariwisata, agrowisata, hingga agroforestri. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sebuah pendekatan. Sehingga tidak hanya perkembangan fisik proyek pembangunan saja. Namun juga lembaga dan sumber daya  manusia (SDM)-nya.

Baca Juga :  Terdampak Longsor, Pipa 15 Meter Putus

Emil menjelaskan, dengan adanya pembangunan dapat meningkatan makro-ekonomi untuk ke depannya. Hal tersebut dilihat dari kontribusi sektor perdagangan yang akan meningkat,

“Dengan aksesbilitas yang tinggi maka akan ada bangkitnya (tingkat) perjalanan yang tinggi. Sektor-sektor yang terdampak adalah jasa dan perdagangan,” imbuhnya.

Untuk sektor pertanian, akan selalu dilihat pada ketersediaan lahan. Faktor lahan itulah yang akan berpengaruh pada perkembangan sektor tersebut. Akses pada pemodal diharapkan bisa membantu pengembangan sektor pertanian itu.

“Pemodal yang dimaksud (harus) yang berorientasi kepada perekonomian rakyat. Bukan pemodal yang kapital dalam konteks pemodal yang besar. Bahwa pemodal dapat masuk dan bermitra baik dengan masyrakat,” tutur Emil.

Peningkatan  sektor pertanian itu seperti komoditas yang memerlukan  teknologi. Sehingga dengan modal tersebut dapat membuat berkembangnya serta meningkatkan perluasan lahan yang dikembangkan. Pertanian diharapkan juga menjadi sektor yang bernilai tambah. Terutama dengan disenergikan dengan agrowisata.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/