25.6 C
Kediri
Thursday, June 30, 2022

Musim Hujan, Terapkan Buka-Tutup di Kelud

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menerapkan buka-tutup di kawasan wisata gunung Kelud selama musim hujan ini. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor dan puting beliung yang rawan terjadi di sana.

          Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Adi Suwignyo mengungkapkan, penerapan buka-tutup di kawasan wisata gunung Kelud dilakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung. Sebab, hujan deras yang terjadi selama beberapa hari terakhir berpotensi menimbulkan beberapa bencana. Selain banjir bandang juga bencana tanah longsor dan angin puting beliung.

“Sejak awal November kami sudah instruksikan untuk melakukan penjagaan di pintu masuk (Kelud, Red),” ujar pria yang akrab disapa Wignyo. Disparbud menurutnya juga menerapkan protokol baru. Yakni, begitu mendung gelap, petugas di pintu masuk akan berkoordinasi dengan petugas di area kawah agar pengunjung diminta turun.  

Baca Juga :  Hutan di 7 Kecamatan Rawan Terbakar

          Dengan kondisi hujan deras yang mengguyur wilayah Kediri selama beberapa hari terakhir, menurut Wignyo penutupan di area gunung Kelud dilakukan pada siang hari. Setelah kondisi cuaca dianggap memungkinkan, area wisata langsung dibuka lagi.

          Wignyo menjelaskan, konsentrasi petugas tidak hanya pada pengunjung yang ada di area kawah. Melainkan juga di warung-warung kompleks wisata gunung Kelud. Para pengunjung juga diminta turun saat hujan deras mengguyur daerah tersebut.

          Terpisah, Koordinator Wisata Gunung Kelud Gunawan menambahkan, petugas sudah memberi informasi kondisi cuaca di kompleks wisata gunung Kelud kepada pengunjung yang datang. “Kami (petugas, Red) berkomunikasi lewat HT (handie talkie) untuk memantau situasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Empat Pasien Dalam Pengawasan Meninggal Dunia

          Diakui Gunawan selama beberapa minggu terakhir mulai ada penambahan pengunjung pada hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai 1.500 orang. Pada saat itulah petugas lebih meningkatkan kewaspadaannya.

          Adapun pada hari biasa menurutnya jumlah kunjungan di kawasan wisata gunung Kelud relatif normal. Yakni, hanya berkisar 200-300 orang per hari.

          Untuk diketahui, kawasan gunung Kelud mulai dibuka pada 1 Oktober lalu. Selain gunung Kelud, pemkab juga membuka kawasan wisata Besuki-Dolo dan Sumberpodang. Meski demikian, hingga kemarin Pemkab Kediri masih melakukan evaluasi pembukaan tempat wisata dalam kondisi pandemi korona. (syi/ut)

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menerapkan buka-tutup di kawasan wisata gunung Kelud selama musim hujan ini. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor dan puting beliung yang rawan terjadi di sana.

          Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Adi Suwignyo mengungkapkan, penerapan buka-tutup di kawasan wisata gunung Kelud dilakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung. Sebab, hujan deras yang terjadi selama beberapa hari terakhir berpotensi menimbulkan beberapa bencana. Selain banjir bandang juga bencana tanah longsor dan angin puting beliung.

“Sejak awal November kami sudah instruksikan untuk melakukan penjagaan di pintu masuk (Kelud, Red),” ujar pria yang akrab disapa Wignyo. Disparbud menurutnya juga menerapkan protokol baru. Yakni, begitu mendung gelap, petugas di pintu masuk akan berkoordinasi dengan petugas di area kawah agar pengunjung diminta turun.  

Baca Juga :  Olimpiade di Tokyo saat Pandemi, Permintaan Semakin Sepi

          Dengan kondisi hujan deras yang mengguyur wilayah Kediri selama beberapa hari terakhir, menurut Wignyo penutupan di area gunung Kelud dilakukan pada siang hari. Setelah kondisi cuaca dianggap memungkinkan, area wisata langsung dibuka lagi.

          Wignyo menjelaskan, konsentrasi petugas tidak hanya pada pengunjung yang ada di area kawah. Melainkan juga di warung-warung kompleks wisata gunung Kelud. Para pengunjung juga diminta turun saat hujan deras mengguyur daerah tersebut.

          Terpisah, Koordinator Wisata Gunung Kelud Gunawan menambahkan, petugas sudah memberi informasi kondisi cuaca di kompleks wisata gunung Kelud kepada pengunjung yang datang. “Kami (petugas, Red) berkomunikasi lewat HT (handie talkie) untuk memantau situasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Update Korona di Nganjuk: Terus Naik, Pasien Positif Jadi 27 Kasus

          Diakui Gunawan selama beberapa minggu terakhir mulai ada penambahan pengunjung pada hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai 1.500 orang. Pada saat itulah petugas lebih meningkatkan kewaspadaannya.

          Adapun pada hari biasa menurutnya jumlah kunjungan di kawasan wisata gunung Kelud relatif normal. Yakni, hanya berkisar 200-300 orang per hari.

          Untuk diketahui, kawasan gunung Kelud mulai dibuka pada 1 Oktober lalu. Selain gunung Kelud, pemkab juga membuka kawasan wisata Besuki-Dolo dan Sumberpodang. Meski demikian, hingga kemarin Pemkab Kediri masih melakukan evaluasi pembukaan tempat wisata dalam kondisi pandemi korona. (syi/ut)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/