26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Tiga Pegawai Dinas Pendidikan Terpapar Covid-19

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Covid-19 kembali menyasar perkantoran. Kali ini yang terpapar adalah tiga pegawai dinas pendidikan (disdik). Menindaklanjuti hal tersebut, disdik berencana melakukan rapid test masal.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nganjuk Samsul Huda mengungkapkan, mereka berencana melakukan rapid test masal Kamis (19/11) besok. “Rapid dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran,” ujar Samsul.

Lebih lanjut Samsul mengatakan, awalnya yang terpapar Covid-19 hanya di satu bidang saja. Belakangan, pemilik kantin disdik juga dinyatakan terjangkit korona.

Terkait kondisi tiga pegawai yang terpapar Covid-19, menurut Samsul ada yang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri. Mereka adalah

laki-laki usia 54 tahun asal Nganjuk yang pertama kali terkonfirmasi positif. Lalu, perempuan usia 41 asal Tanjunganom, dan perempuan usia 48 asal Loceret.

Dikatakan Samsul, begitu ada satu pegawai yang dinyatakan positif, dia langsung memerintahkan semua pegawai yang sempat kontak erat untuk di-rapid. Total ada tujuh orang yang mengikuti tes cepat dan dua dinyatakan reaktif. “Setelah di-swab ternyata positif,” lanjut Samsul.

Baca Juga :  Diterjang Angin, Rumah Tua Ambruk

Selanjutnya, kontak dua perempuan itu juga dilacak. Hasilnya, keduanya kerap makan di kantin disdik secara bersama-sama. Setelah dicek, pemilik kantin yang tak lain merupakan istri pegawai berusia 54 tahun asal Nganjuk itu juga positif Covid-19.

Samsul menjelaskan, pemilik kantin yang positif tersebut tidak mengeluarkan gejala. Karenanya, disdik melakukan rapid test masal untuk memastikan status pegawai di sana. Sebab, banyak orang yang makan di kantin setiap harinya. “Pencegahan lain sudah kami lakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kantor,” terang Samsul.

Diakui Samsul, hingga kemarin pihaknya tetap tidak melakukan penutupan kantor karena sudah mengambil sejumlah langkah antisipasi. Dia pun berharap kasus Covid-19 di sana tidak bertambah lagi.

Baca Juga :  Masih Gunakan Rapid Antibodi di Stasiun

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengaku tidak bisa berkomentar terkait klaster dinas pendidikan. “Saya belum lihat datanya,” ujar Hendri membenarkan kemarin kembali ada penambahan satu pasien positif.

Adalah perempuan berusia 50 tahun asal Baron yang menambah daftar jumlah pasien Covid-19. Kepastian status pasien yang dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk itu membuat total pasien terkonfirmasi positif menjadi 673 orang.

Meski demikian, menurut Hendri jumlah pasien yang sembuh juga bertambah banyak. Dalam dua hari terakhir ada sepuluh orang yang diperbolehkan pulang. Adapun jumlah pasien yang sembuh hingga kemarin mencapai 570 orang.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Covid-19 kembali menyasar perkantoran. Kali ini yang terpapar adalah tiga pegawai dinas pendidikan (disdik). Menindaklanjuti hal tersebut, disdik berencana melakukan rapid test masal.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nganjuk Samsul Huda mengungkapkan, mereka berencana melakukan rapid test masal Kamis (19/11) besok. “Rapid dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran,” ujar Samsul.

Lebih lanjut Samsul mengatakan, awalnya yang terpapar Covid-19 hanya di satu bidang saja. Belakangan, pemilik kantin disdik juga dinyatakan terjangkit korona.

Terkait kondisi tiga pegawai yang terpapar Covid-19, menurut Samsul ada yang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri. Mereka adalah

laki-laki usia 54 tahun asal Nganjuk yang pertama kali terkonfirmasi positif. Lalu, perempuan usia 41 asal Tanjunganom, dan perempuan usia 48 asal Loceret.

Dikatakan Samsul, begitu ada satu pegawai yang dinyatakan positif, dia langsung memerintahkan semua pegawai yang sempat kontak erat untuk di-rapid. Total ada tujuh orang yang mengikuti tes cepat dan dua dinyatakan reaktif. “Setelah di-swab ternyata positif,” lanjut Samsul.

Baca Juga :  Relokasi Korban Longsor Ngetos: Siapkan di Lahan Perhutani

Selanjutnya, kontak dua perempuan itu juga dilacak. Hasilnya, keduanya kerap makan di kantin disdik secara bersama-sama. Setelah dicek, pemilik kantin yang tak lain merupakan istri pegawai berusia 54 tahun asal Nganjuk itu juga positif Covid-19.

Samsul menjelaskan, pemilik kantin yang positif tersebut tidak mengeluarkan gejala. Karenanya, disdik melakukan rapid test masal untuk memastikan status pegawai di sana. Sebab, banyak orang yang makan di kantin setiap harinya. “Pencegahan lain sudah kami lakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kantor,” terang Samsul.

Diakui Samsul, hingga kemarin pihaknya tetap tidak melakukan penutupan kantor karena sudah mengambil sejumlah langkah antisipasi. Dia pun berharap kasus Covid-19 di sana tidak bertambah lagi.

Baca Juga :  PR Mangga Gandeng Di-lockdown

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengaku tidak bisa berkomentar terkait klaster dinas pendidikan. “Saya belum lihat datanya,” ujar Hendri membenarkan kemarin kembali ada penambahan satu pasien positif.

Adalah perempuan berusia 50 tahun asal Baron yang menambah daftar jumlah pasien Covid-19. Kepastian status pasien yang dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk itu membuat total pasien terkonfirmasi positif menjadi 673 orang.

Meski demikian, menurut Hendri jumlah pasien yang sembuh juga bertambah banyak. Dalam dua hari terakhir ada sepuluh orang yang diperbolehkan pulang. Adapun jumlah pasien yang sembuh hingga kemarin mencapai 570 orang.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/