29.8 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Hipertensi Bisa Picu Stroke

KOTA, JP Radar Kediri- Penyakit hipertensi tidak bisa dipandang sebelah mata. Penyakit tekanan darah tinggi ini berpotensi memicu penyakit stroke.

Di Kota Kediri, setiap tahunnya tercatat ratusan kasus stroke. Hal itu selaras dengan temuan bahwa keluhan hipertensi paling banyak dirasakan warga kota.

“Orang yang terkena stroke itu dipastikan juga menderita penyakit tekanan darah tinggi,” ujar Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTM dan Keswa) Dinkes Kota Kediri Candra Jaya.

Tahun ini saja tercatat ada 143 kasus stroke yang ditangani oleh seluruh puskesmas yang ada di Kota Tahu. Jumlah penderitanya hampir merata antara pria dan wanita. Pria yang menderita stroke sebanyak 55 orang. Sedangkan perempuan mencapai 88 orang.

Angka kasus stroke di Kota Kediri beberapa tahun terakhir tercatat hingga ratusan kasus. Pada tahun lalu, Dinkes Kota Kediri mencatat ada 244 kasus stroke yang ditangani sembilan puskesmas.

Baca Juga :  Bersenjata Lengkap, Prajurit Brigif 16/Wira Yudha ‘Serbu’ Rusunawa

Candra membenarkan bahwa penyakit tekanan darah tinggi memang dapat memicu beberapa penyakit mematikan lainnya. Salah satunya adalah penyakit yang menyebabkan penyumbatan aliran pembuluh darah di otak tersebut. “Itu komplikasinya,” imbuhnya.

Kemenkes RI mendefinisikan bahwa stroke adalah sebuah kondisi di mana ditemukannya tanda-tanda klinis yang berkembang cepat. Yakni berupa defisit neurologik fokal dan global. Kondisi tersebut dapat memberat dan berlangsung selama 24 jam. Bisa juga lebih dari itu.

Pembuluh darah yang tersumbat atau pecah tersebut mengakibatkan sebagian otak tidak mendapat pasokan darah yang membawa oksigen. Sehingga mengalami rusaknya sel atau jaringan. “Akibatnya dapat menyebabkan kematian pada si penderita,” sambung Candra.

Seperti diberitakan sebelumnya, hipertensi juga berpotensi mengakibatkan sakit jantung. Meskipun tidak semua penyakit mematikan tersebut selalu disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Hanya saja, kebanyakan kasus sekit jantung memang karena tensi darahnya tinggi.

Baca Juga :  Nganjuk Dikepung Banjir

“Kebanyakannya begitu. Tetapi tidak semuanya,” tandas ayah dua anak tersebut.

Untuk diketahui, hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak dikeluhkan oleh warga Kota Kediri. Penyakit tekanan darah tinggi tersebut tercatat diderita ribuan orang. Tahun ini saja sudah ada 4 ribu lebih  yang kasus ditangani oleh seluruh puskesmas di Kota Tahu.

Berdasarkan data dinkes, pada 2018 kasus hipertensi tercatat sebanyak 7.002 kasus. Setahun berikutnya angka kasus tersebut justru mengalami peningkatan. Yakni sebanyak 9.994 kasus. Pada tahun ini setidaknya telah tercatat sebanyak 4.031 kasus di dinkes.

Kasus hipertensi paling banyak dikeluhkan oleh kaum hawa. Mulai yang masih muda hingga tua. Total ada 2.912 kasus hipertensi yang dialami perempuan dari segala usia. (tar/fud)

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri- Penyakit hipertensi tidak bisa dipandang sebelah mata. Penyakit tekanan darah tinggi ini berpotensi memicu penyakit stroke.

Di Kota Kediri, setiap tahunnya tercatat ratusan kasus stroke. Hal itu selaras dengan temuan bahwa keluhan hipertensi paling banyak dirasakan warga kota.

“Orang yang terkena stroke itu dipastikan juga menderita penyakit tekanan darah tinggi,” ujar Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTM dan Keswa) Dinkes Kota Kediri Candra Jaya.

Tahun ini saja tercatat ada 143 kasus stroke yang ditangani oleh seluruh puskesmas yang ada di Kota Tahu. Jumlah penderitanya hampir merata antara pria dan wanita. Pria yang menderita stroke sebanyak 55 orang. Sedangkan perempuan mencapai 88 orang.

Angka kasus stroke di Kota Kediri beberapa tahun terakhir tercatat hingga ratusan kasus. Pada tahun lalu, Dinkes Kota Kediri mencatat ada 244 kasus stroke yang ditangani sembilan puskesmas.

Baca Juga :  Waspada Angin Kencang!

Candra membenarkan bahwa penyakit tekanan darah tinggi memang dapat memicu beberapa penyakit mematikan lainnya. Salah satunya adalah penyakit yang menyebabkan penyumbatan aliran pembuluh darah di otak tersebut. “Itu komplikasinya,” imbuhnya.

Kemenkes RI mendefinisikan bahwa stroke adalah sebuah kondisi di mana ditemukannya tanda-tanda klinis yang berkembang cepat. Yakni berupa defisit neurologik fokal dan global. Kondisi tersebut dapat memberat dan berlangsung selama 24 jam. Bisa juga lebih dari itu.

Pembuluh darah yang tersumbat atau pecah tersebut mengakibatkan sebagian otak tidak mendapat pasokan darah yang membawa oksigen. Sehingga mengalami rusaknya sel atau jaringan. “Akibatnya dapat menyebabkan kematian pada si penderita,” sambung Candra.

Seperti diberitakan sebelumnya, hipertensi juga berpotensi mengakibatkan sakit jantung. Meskipun tidak semua penyakit mematikan tersebut selalu disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Hanya saja, kebanyakan kasus sekit jantung memang karena tensi darahnya tinggi.

Baca Juga :  Pedagang Hewan Kurban Wajib Mempunyai SV

“Kebanyakannya begitu. Tetapi tidak semuanya,” tandas ayah dua anak tersebut.

Untuk diketahui, hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak dikeluhkan oleh warga Kota Kediri. Penyakit tekanan darah tinggi tersebut tercatat diderita ribuan orang. Tahun ini saja sudah ada 4 ribu lebih  yang kasus ditangani oleh seluruh puskesmas di Kota Tahu.

Berdasarkan data dinkes, pada 2018 kasus hipertensi tercatat sebanyak 7.002 kasus. Setahun berikutnya angka kasus tersebut justru mengalami peningkatan. Yakni sebanyak 9.994 kasus. Pada tahun ini setidaknya telah tercatat sebanyak 4.031 kasus di dinkes.

Kasus hipertensi paling banyak dikeluhkan oleh kaum hawa. Mulai yang masih muda hingga tua. Total ada 2.912 kasus hipertensi yang dialami perempuan dari segala usia. (tar/fud)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/