22.3 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Kemerdekaan RI di Kediri: Cuci Baju Berhenti, Hormat pada Merah Putih

KOTA, JP Radar Kediri – Warga Kelurahan Banjaran tak ingin kehilangan momentum peringatan Kemerdekaan RI. Meskipun masih dalam masa pandemi, mereka tetap antusias merayakannya. Bahkan, terbilang heroik. Seluruh warga kelurahan menghentikan segala aktivitasnya. Memberi penghormatan pada bendera merah putih barang sejenak. Tentu selama lagu Indonesia Raya berkumandang.

Menariknya, ide itu bukan datang dari petinggi kelurahan. Ide tersebut muncul dari masyarakat. “Ini kegiatan positif dan perlu didukung,” kata Kepala Kelurahan Banjaran Rohmat Setyo Riyanto  kemarin.

Caranya, lagu Indonesia Raya disuarakan dari pengeras suara masjid dan musala yang ada. Warga, yang diwakili oleh Komunitas Radio Komunikasi Keamanan Banjaran (RKKB) sebagai penggagas awal, meminta izin terlebih dulu ke tempat-tempat ibadah tersebut. Akhirnya, semua masjid pun melakukan. Seperti di masjid MAN 2 Kota Kediri, masjid Ponpes LDII, masjid di markas Yonif 521, serta masjid di Makodim 0809.

Rohmad menjelaskan warga murni bergerak sendiri. Hanya dengan meminta izin terlebih dahulu ke pengurus masjid, musala, kelurahan, dan muspika.

Bagi warga, sikap hormat bendera adalah salah satu penghormatan dan untuk mengenang jasa para pahlawan. Mereka pun mengaku mendukung sepenuhnya ide tersebut. “Sudah tahu informasinya. Kebetulan juga saya masih di rumah, jadi ikut hormat,” terang Nur Aini, 34, seorang warga Keluarahan Banjaran.

Baca Juga :  Bekas Bioskop Jaya di Kediri, Mau Dipakai Apa?

Bersama ibu, anak, dan tetangganya, Aini mengambil sikap sempurna. Menghadap ke sang saka Merah Putih tepat pada pukul 10.00. Dia melakukan itu  hingga lagu Indonesia Raya selesai dikumandangkan.

“Tadi masih siap-siap mencuci baju, berhenti sebentar, ambil masker, dan hormat bendera,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Katino juga terlihat dalam kegiatan itu. Bersama dengan Rohmat juga ikut memberi hormat. “Baru kali ini digelar upacara sederhana, dan di rumah masing-masing dengan prokes tidak bergerombol. Patut diapresiasi,” ujarnya bersemangat.

 

 

Sementara itu, pengendara yang tengah melintas di sejumlah titik di jalan protokol di Kota Kediri juga dihentikan oleh polisi tepat pukul 10.17. Polisi kemudian mengajak pengguna jalan untuk mengheningkan cipta selama 3 menit.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Isdiyat mengatakan pihaknya beserta jajaran Polres Kediri Kotal dan instansi terkait melakukan kegiatan pemberhentian aktivitas di area publik atau ruas jalanan di Kota Kediri. Tujuannya untuk memperingati kemerdekaan dengan penuh khidmat. “Kita laksanakan di tempat terbuka di area publik tempat masyarakat beraktivitas, di situ kami hentikan kegiatan masyarakat di ruas jalan, pengendara, orang dewasa, anak kecil dan sebagainya agar dapat mengikuti dengan khidmat ketika kita mengumandangkan lagu Indonesia Raya,” ujarnya.

Baca Juga :  Yang Penting Warnanya Merah Putih

Dengan dipimpin oleh petugas penyekatan PPKM Level 4 yang berjaga di simpang lampu merah, petugas dari dinas perhubungan Kota Kediri menghidupkan sirine tanda hening cipta dimulai. Selama tiga menit warga dan petugas mengheningkan cipta.

Isdiyat mengatakan ritual tahunan itu dilaksanakan dengan cara berdiri tegap dan memberikan penghormatan. Bagi pengendara diperkenankan tetap berada di dalam kendaraan.

Menurutnya, masyarakat menerima dengan baik aksi hening cipta ini. Beberapa pengendara memilih turun dari kendaraan dan melakukan sikap berdiri tegap serta hormat ketika dikumandangkan lagu kebangsaan. (syi/ica/fud)

 

Tiga Menit untuk Sang Pahlawan

 

–         Kegiatan menghentikan segala aktivitas, terutama di jalanan dan area terbuka ini merupakan wujud raya syukur pada kemerdekaan RI. Kegiatan ini serentak berlangsung di seluruh Indonesia.

–         Ada empat titik di Kota Kediri yang menjadi lokasi pemberhentian pengendara untuk mengheningkan cipta sejenak. Di simpang empat Semampir, Jembatan Brawijaya, depan Mako Satlantas di Jalan Brawijaya, dan di Alun-Alun Kota Kediri.

–         Tepat pukul 10.17 petugas dari dinas perhubungan (dishub) membunyikan sirine. Setelah itu seluruh petugas dan pemakai jalan mengheningkan cipta selama tiga menit. Sebagian pengendara memilih turun dari kendaraan dan berdiri dalam sikap sempurna.

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Warga Kelurahan Banjaran tak ingin kehilangan momentum peringatan Kemerdekaan RI. Meskipun masih dalam masa pandemi, mereka tetap antusias merayakannya. Bahkan, terbilang heroik. Seluruh warga kelurahan menghentikan segala aktivitasnya. Memberi penghormatan pada bendera merah putih barang sejenak. Tentu selama lagu Indonesia Raya berkumandang.

Menariknya, ide itu bukan datang dari petinggi kelurahan. Ide tersebut muncul dari masyarakat. “Ini kegiatan positif dan perlu didukung,” kata Kepala Kelurahan Banjaran Rohmat Setyo Riyanto  kemarin.

Caranya, lagu Indonesia Raya disuarakan dari pengeras suara masjid dan musala yang ada. Warga, yang diwakili oleh Komunitas Radio Komunikasi Keamanan Banjaran (RKKB) sebagai penggagas awal, meminta izin terlebih dulu ke tempat-tempat ibadah tersebut. Akhirnya, semua masjid pun melakukan. Seperti di masjid MAN 2 Kota Kediri, masjid Ponpes LDII, masjid di markas Yonif 521, serta masjid di Makodim 0809.

Rohmad menjelaskan warga murni bergerak sendiri. Hanya dengan meminta izin terlebih dahulu ke pengurus masjid, musala, kelurahan, dan muspika.

Bagi warga, sikap hormat bendera adalah salah satu penghormatan dan untuk mengenang jasa para pahlawan. Mereka pun mengaku mendukung sepenuhnya ide tersebut. “Sudah tahu informasinya. Kebetulan juga saya masih di rumah, jadi ikut hormat,” terang Nur Aini, 34, seorang warga Keluarahan Banjaran.

Baca Juga :  Enam SMAN Rawan Kekurangan Siswa

Bersama ibu, anak, dan tetangganya, Aini mengambil sikap sempurna. Menghadap ke sang saka Merah Putih tepat pada pukul 10.00. Dia melakukan itu  hingga lagu Indonesia Raya selesai dikumandangkan.

“Tadi masih siap-siap mencuci baju, berhenti sebentar, ambil masker, dan hormat bendera,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Katino juga terlihat dalam kegiatan itu. Bersama dengan Rohmat juga ikut memberi hormat. “Baru kali ini digelar upacara sederhana, dan di rumah masing-masing dengan prokes tidak bergerombol. Patut diapresiasi,” ujarnya bersemangat.

 

 

Sementara itu, pengendara yang tengah melintas di sejumlah titik di jalan protokol di Kota Kediri juga dihentikan oleh polisi tepat pukul 10.17. Polisi kemudian mengajak pengguna jalan untuk mengheningkan cipta selama 3 menit.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Isdiyat mengatakan pihaknya beserta jajaran Polres Kediri Kotal dan instansi terkait melakukan kegiatan pemberhentian aktivitas di area publik atau ruas jalanan di Kota Kediri. Tujuannya untuk memperingati kemerdekaan dengan penuh khidmat. “Kita laksanakan di tempat terbuka di area publik tempat masyarakat beraktivitas, di situ kami hentikan kegiatan masyarakat di ruas jalan, pengendara, orang dewasa, anak kecil dan sebagainya agar dapat mengikuti dengan khidmat ketika kita mengumandangkan lagu Indonesia Raya,” ujarnya.

Baca Juga :  Waspada Korona: GTPP Kediri Ancam Sanksi Toko yang Tak Lakukan Ini

Dengan dipimpin oleh petugas penyekatan PPKM Level 4 yang berjaga di simpang lampu merah, petugas dari dinas perhubungan Kota Kediri menghidupkan sirine tanda hening cipta dimulai. Selama tiga menit warga dan petugas mengheningkan cipta.

Isdiyat mengatakan ritual tahunan itu dilaksanakan dengan cara berdiri tegap dan memberikan penghormatan. Bagi pengendara diperkenankan tetap berada di dalam kendaraan.

Menurutnya, masyarakat menerima dengan baik aksi hening cipta ini. Beberapa pengendara memilih turun dari kendaraan dan melakukan sikap berdiri tegap serta hormat ketika dikumandangkan lagu kebangsaan. (syi/ica/fud)

 

Tiga Menit untuk Sang Pahlawan

 

–         Kegiatan menghentikan segala aktivitas, terutama di jalanan dan area terbuka ini merupakan wujud raya syukur pada kemerdekaan RI. Kegiatan ini serentak berlangsung di seluruh Indonesia.

–         Ada empat titik di Kota Kediri yang menjadi lokasi pemberhentian pengendara untuk mengheningkan cipta sejenak. Di simpang empat Semampir, Jembatan Brawijaya, depan Mako Satlantas di Jalan Brawijaya, dan di Alun-Alun Kota Kediri.

–         Tepat pukul 10.17 petugas dari dinas perhubungan (dishub) membunyikan sirine. Setelah itu seluruh petugas dan pemakai jalan mengheningkan cipta selama tiga menit. Sebagian pengendara memilih turun dari kendaraan dan berdiri dalam sikap sempurna.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/