23.4 C
Kediri
Wednesday, August 17, 2022

Menata Ulang Ratusan PKL Kawasan SLG

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Jumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Simpang Lima Gumul (SLG) membeludak. Kini lebih dari 400 pedagang yang membuka lapak di tempat itu. Akibatnya, penataan pedagang jadi semerawut. Hal itu memunculkan masalah sampah yang berserakan di mana-mana.

Terkait hal itu, pemkab berencana kembali melakukan penataan. Meskipun, penataan itu sudah dicanangkan sejak 2021 silam. “Mereka yang datang dan berjualan di SLG harus sudah terdata,” tegas Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemkab Kediri Dyah Saktiana.

Agar PKL tidak berkeliaran, mereka akan ditempatkan di spot khusus. Lokasinya berada di barat Polsek Ngasem. Para pedagang ini nanti akan ditempatkan di lapak semi-permanen.

Baca Juga :  Rekor Pertemuan Bagus, Persik Kediri Incar Poin di Kandang Lawan

“Untuk pembangunannya menjadi bagian Perkim (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Red),” ujarnya sambil mengatakan bahwa bagian ekonomi hanya menata dan mendata PKL agar lebih tertib.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Agus Sugiharto mengatakan, penataan area PKL-SLG tahap dua ini baru proses lelang. Pemkab Kediri menyediakan pagu anggaran Rp 5 miliar. Saat ini, tahapan proses lelangnya adalah evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga.

- Advertisement -

“Target kami November ini tempat baru ini bisa manfaatkan,” kata Agus. Jumlah pedagang yang bisa menempati lapak yang disiapkan DPKP ini bisa mencapai 400 pedagang. Lewat penataan, Agus berharap pedagang kaki lima bisa lebih tertata dan tertib.

Baca Juga :  Menjual Mobil Pinjaman, Warga asal Ringinrejo Dituntut 3 Tahun Penjara

Saat ini tempat yang baru itu belum serindang seperti di sekitar taman SLG. Namun demikian Agus mengklaim pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dia membenarkan perlu ada taman agar tempat baru yang dipakai para pedagang nanti bisa lebih baik.

Diberitakan sebelumnya Bupati Hanindhito Himawan Pramana sempat mengeluhkan penataan PKL. Salah satunya karena tidak tertib membuang sampah. Membuat kawasan SLG yang telah menjadi ikon bagi Kabupaten Kediri menjadi kotor. Apalagi saat liburan lalu banyak pengunjung dari luar daerah.

Pemkab Kediri melalui DLH telah menambah tempat sampah. Terutama khusus untuk pembeli yang berbelanja makanan di kawasan SLG.






Reporter: rekian
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Jumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Simpang Lima Gumul (SLG) membeludak. Kini lebih dari 400 pedagang yang membuka lapak di tempat itu. Akibatnya, penataan pedagang jadi semerawut. Hal itu memunculkan masalah sampah yang berserakan di mana-mana.

Terkait hal itu, pemkab berencana kembali melakukan penataan. Meskipun, penataan itu sudah dicanangkan sejak 2021 silam. “Mereka yang datang dan berjualan di SLG harus sudah terdata,” tegas Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemkab Kediri Dyah Saktiana.

Agar PKL tidak berkeliaran, mereka akan ditempatkan di spot khusus. Lokasinya berada di barat Polsek Ngasem. Para pedagang ini nanti akan ditempatkan di lapak semi-permanen.

Baca Juga :  Karantina Ketat dan Rutin Bersihkan Kandang

“Untuk pembangunannya menjadi bagian Perkim (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Red),” ujarnya sambil mengatakan bahwa bagian ekonomi hanya menata dan mendata PKL agar lebih tertib.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Agus Sugiharto mengatakan, penataan area PKL-SLG tahap dua ini baru proses lelang. Pemkab Kediri menyediakan pagu anggaran Rp 5 miliar. Saat ini, tahapan proses lelangnya adalah evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga.

“Target kami November ini tempat baru ini bisa manfaatkan,” kata Agus. Jumlah pedagang yang bisa menempati lapak yang disiapkan DPKP ini bisa mencapai 400 pedagang. Lewat penataan, Agus berharap pedagang kaki lima bisa lebih tertata dan tertib.

Baca Juga :  Cari Dalang Pembuang Asalum

Saat ini tempat yang baru itu belum serindang seperti di sekitar taman SLG. Namun demikian Agus mengklaim pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dia membenarkan perlu ada taman agar tempat baru yang dipakai para pedagang nanti bisa lebih baik.

Diberitakan sebelumnya Bupati Hanindhito Himawan Pramana sempat mengeluhkan penataan PKL. Salah satunya karena tidak tertib membuang sampah. Membuat kawasan SLG yang telah menjadi ikon bagi Kabupaten Kediri menjadi kotor. Apalagi saat liburan lalu banyak pengunjung dari luar daerah.

Pemkab Kediri melalui DLH telah menambah tempat sampah. Terutama khusus untuk pembeli yang berbelanja makanan di kawasan SLG.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/