25.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Bandara Proyek Strategis Nasional

KEDIRI KOTA – Proyek bandar udara (bandara) di Kediri merupakan proyek yang menjadi perhatian besar Pemerintah Pusat. Pembangunan bandara yang berlokasi di wilayah barat Sungai Brantas itu pun diproyeksikan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Penegasan itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan kemarin. Luhut menyampaikan itu sesaat setelah bertemu dengan para kiai di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo kemarin (16/7) siang.

Seperti menegaskan keseriusan ucapannya itu, Luhut menyebut bahwa Presiden Joko Widodo bakal segera melakukan penandatanganan Bandara Kediri menjadi PSN. “Hari ini (kemarin, Red) atau besok (hari ini, Red) Presiden akan tanda tangan terkait itu (Bandara Kediri jadi PSN, Red),” terang Luhut.

Masih menurut Luhut, di Kediri atau Jawa Timur bagian selatan, sudah direncanakan bakal dibangun bandara dengan kategori lapangan terbang internasional. Pembangunan bandara internasional itu akan membnatu pengembangan wilayah Kediri dan sekitarnya. Terutama peningkatan kegiatan perekonomian.

Lalu, seperti apa progres pembangunan bandara tersebut saat ini? Menurut Luhut, progres pembangunan bandara berjalan sesuai rencana. Walaupun secara khusus ada beberapa hal teknis yang kurang, tapi secara umum pembangunan bandara tidak ada masalah.

Baca Juga :  BPCB Jatim Kembali Lakukan Penggambaran Candi Tegowangi

“Mungkin hanya soal beberapa teknis saja yang kurang. Lain-lain sudah clear,” ujar menteri berumur 70 ini.

Beberapa kekurangan hal teknis itu seperti penambahan lahan untuk runway. Sebab, karena diproyeksikan sebagai bandara internasional, runway memang butuh panjang. Probleum itu akan segera diselesaikan sebelum melangkah ke pembangunan fisik.

Jalannya pembangunan bandara itu bakal semakin lancar bila nanti sudah ditandatangani menjadi PSN. Sebab, dengan status PSN maka lahan-lahan yang kurang untuk kebutuhan bandara juga akan segera terpenuhi. Terlebih kekurangan untuk pembangunan runway atau landasan pacu untuk pendaratan dan lepas landas pesawat terbang.

“Kekurangan beberapa hektare lahan untuk runway segera diselesaikan. Hal ini dikarenakan ada perubahan arah runway dari awal saja,” ungkap purnawirawan TNI lulusan Akademi Militer Nasional angkatan 1970 ini.

Dengan total 500 hektare lahan untuk bandara internasional ini, menurutnya, ada perubahan arah runway agar bisa untuk masuk pesawat badan lebar ke bandara ini. Selain itu, perubahan arah landasan pacu tersebut juga untuk menghindari Gunung Klotok. Seandainya tidak ada Gunung Klotok di sekitar bandara, landasan pacu sudah cukup sejak dulu.

Baca Juga :  Menanti Progres Ringroad Kediri

Sementara itu, terkait kunjungannya ke Lirboyo, Luhut mengaku lebih melakukan silaturahmi dengan para kiai. Menurutnya, sejak dia menjadi menteri era Gus Dur, silaturahmi seperti ini sudah dia lakukan. Hubungannya dengan Kiai M. Anwar Manshur, pengasuh pondok, juga telah terjalin sejak lama. “Kami datang ke sini (Ponpes Lirboyo, Red) lebih sharing pendapat mengenai pembangunan (yang dilakukan) pemerintah,” akunya.

Selain itu dalam sharing pendapat itu, dia juga akan mengakomodasi permintaan para gus-gus pondok. Terutama terkait dengan perbaikan pendidikan di Indonesia. Khususnya untuk pendidikan di lingkungan pesantren.

Menurut Luhut, dia mengakomodasikan permintaan para gus tersebut karena sejak awal juga merupakan keinginan Presiden Jokowi dan Pemerintah. “Kiai juga menyampaikan terkait Pilkada yang telah usai dan berjalan dengan baik,” tambah Luhut.

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Proyek bandar udara (bandara) di Kediri merupakan proyek yang menjadi perhatian besar Pemerintah Pusat. Pembangunan bandara yang berlokasi di wilayah barat Sungai Brantas itu pun diproyeksikan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Penegasan itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan kemarin. Luhut menyampaikan itu sesaat setelah bertemu dengan para kiai di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo kemarin (16/7) siang.

Seperti menegaskan keseriusan ucapannya itu, Luhut menyebut bahwa Presiden Joko Widodo bakal segera melakukan penandatanganan Bandara Kediri menjadi PSN. “Hari ini (kemarin, Red) atau besok (hari ini, Red) Presiden akan tanda tangan terkait itu (Bandara Kediri jadi PSN, Red),” terang Luhut.

Masih menurut Luhut, di Kediri atau Jawa Timur bagian selatan, sudah direncanakan bakal dibangun bandara dengan kategori lapangan terbang internasional. Pembangunan bandara internasional itu akan membnatu pengembangan wilayah Kediri dan sekitarnya. Terutama peningkatan kegiatan perekonomian.

Lalu, seperti apa progres pembangunan bandara tersebut saat ini? Menurut Luhut, progres pembangunan bandara berjalan sesuai rencana. Walaupun secara khusus ada beberapa hal teknis yang kurang, tapi secara umum pembangunan bandara tidak ada masalah.

Baca Juga :  M. Giffari Al Hafidz, Peraih NUN Tertinggi SMP Kota Kediri

“Mungkin hanya soal beberapa teknis saja yang kurang. Lain-lain sudah clear,” ujar menteri berumur 70 ini.

Beberapa kekurangan hal teknis itu seperti penambahan lahan untuk runway. Sebab, karena diproyeksikan sebagai bandara internasional, runway memang butuh panjang. Probleum itu akan segera diselesaikan sebelum melangkah ke pembangunan fisik.

Jalannya pembangunan bandara itu bakal semakin lancar bila nanti sudah ditandatangani menjadi PSN. Sebab, dengan status PSN maka lahan-lahan yang kurang untuk kebutuhan bandara juga akan segera terpenuhi. Terlebih kekurangan untuk pembangunan runway atau landasan pacu untuk pendaratan dan lepas landas pesawat terbang.

“Kekurangan beberapa hektare lahan untuk runway segera diselesaikan. Hal ini dikarenakan ada perubahan arah runway dari awal saja,” ungkap purnawirawan TNI lulusan Akademi Militer Nasional angkatan 1970 ini.

Dengan total 500 hektare lahan untuk bandara internasional ini, menurutnya, ada perubahan arah runway agar bisa untuk masuk pesawat badan lebar ke bandara ini. Selain itu, perubahan arah landasan pacu tersebut juga untuk menghindari Gunung Klotok. Seandainya tidak ada Gunung Klotok di sekitar bandara, landasan pacu sudah cukup sejak dulu.

Baca Juga :  Muncul Titik Api di Hutan Bagor

Sementara itu, terkait kunjungannya ke Lirboyo, Luhut mengaku lebih melakukan silaturahmi dengan para kiai. Menurutnya, sejak dia menjadi menteri era Gus Dur, silaturahmi seperti ini sudah dia lakukan. Hubungannya dengan Kiai M. Anwar Manshur, pengasuh pondok, juga telah terjalin sejak lama. “Kami datang ke sini (Ponpes Lirboyo, Red) lebih sharing pendapat mengenai pembangunan (yang dilakukan) pemerintah,” akunya.

Selain itu dalam sharing pendapat itu, dia juga akan mengakomodasi permintaan para gus-gus pondok. Terutama terkait dengan perbaikan pendidikan di Indonesia. Khususnya untuk pendidikan di lingkungan pesantren.

Menurut Luhut, dia mengakomodasikan permintaan para gus tersebut karena sejak awal juga merupakan keinginan Presiden Jokowi dan Pemerintah. “Kiai juga menyampaikan terkait Pilkada yang telah usai dan berjalan dengan baik,” tambah Luhut.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/