23.8 C
Kediri
Saturday, June 25, 2022

Dinamika Politik Jelang Pilbup Kediri: Ada Mudawamah, Ada Nama Lain

KABUPATEN, JP Radar Kediri –  Aroma koalisi partai-partai besar dengan lokomotif PDI Perjuangan semakin kuat. Setelah Partai Golkar terang-terangan mendukung Hanindhito Himawan Pramono- calon yang dikabarkan didukung oleh PDIP- giliran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memberikan sinyal serupa.

Melalui Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri Sentot Djamaludin mengakui telah melakukan komunikasi politik dengan empat partai yang getol dikabarkan bakal membangun koalisi.

“Hari ini (kemarin, Red) kami berkomunikasi dengan empat partai itu,” aku Sentot saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri. Empat partai besar yang dikabarkan bakal berkoalisi itu adalah PDIP, PKB, PAN, dan Partai Golkar.

Meskipun mengaku masih membangun komunikasi, pembahasan yang dilakukan oleh partai-partai tersebut terlihat mulai masuk hal khusus. Menurut Sentot, dalam komunikasi itu mereka membahas terkait siapa calon bupati dan wakilnya. Termasuk arahnya nanti ke mana.

Baca Juga :  Mulai Mengerucut Dua Nama

Lebih khusus, Sentot mengakui arah pencalonan Dhito-panggilan Hanandhito-yang akan berpasangan dengan Mudawamah. Seperti diberitakan sebelumnya, nama terakhir yang diusulkan sebagai cawabup itu adalah ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kediri. Nama itu muncul pertama kali setelah diusulkan oleh Partai Golkar.

Namun, masih menurut Sentot, meskipun PKB mendukung pencalonan Mudawamah, tapi hasil akhir nanti tetap keputusan bersama. Sebab, selain nama tersebut ada usulan nama yang lain.

“Ada Bu Mudawamah dan ada beberapa nama lain,” akunya.

Sayangnya, terkait nama-nama lain itu, Sentot belum bersedia membeberkan. Yang jelas, alternatif yang paling utama adalah ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kediri tersebut.

Secara tersirat, Sentot memang mendukung pengusulan nama Mudawamah tersebut. Meskipun saat ini belum ada keputusan resmi dan sifatnya masih pengajuan.

Dalam kacamata Sentot, Mudawamah merupakan sosok yang aktif dalam organisasi. Pengalaman di pemerintahan juga sudah cukup matang. “Bu Mudawamah juga pernah jadi anggota fraksi saya,” terangnya.

Baca Juga :  Plat N dan S Putar Balik

Sebagai wakil rakyat, Mudawamah terpilih pada periode 2004-2009. “Itu saat saya sebagai ketua fraksi dan Bu Mudawamah jadi sekretaris saya. Jadi saya sangat tahu beliau,” jelasnya.

Menurut Sentot, Mudawamah sosok yang sangat profesional dalam urusan kelembagaan. “Saya kira memang bagus, kita tentu mendukungnya. Namun tetap kita komunikasikan dengan partai yang lain,” ungkapnya.

Untuk saat ini partai-partai tersebut bakal terus melakukan komunikasi. Khususnya untuk memutuskan siapa yang akan mendampingi Dhito dalam pilbup nanti. “Jadi wakilnya siapa, bupatinya siapa. Kalau dari PDIP kan jelas Mas Dhito, kemudian kita komunikasikan lagi usulan kita nanti yang jadi wakil siapa. Jadi kita tetap komunikasikan,” jelasnya.

“Ada alternatif tapi tidak banyak. Kami matangkan di koalisi ini dulu,” sambungnya.

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri –  Aroma koalisi partai-partai besar dengan lokomotif PDI Perjuangan semakin kuat. Setelah Partai Golkar terang-terangan mendukung Hanindhito Himawan Pramono- calon yang dikabarkan didukung oleh PDIP- giliran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memberikan sinyal serupa.

Melalui Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri Sentot Djamaludin mengakui telah melakukan komunikasi politik dengan empat partai yang getol dikabarkan bakal membangun koalisi.

“Hari ini (kemarin, Red) kami berkomunikasi dengan empat partai itu,” aku Sentot saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri. Empat partai besar yang dikabarkan bakal berkoalisi itu adalah PDIP, PKB, PAN, dan Partai Golkar.

Meskipun mengaku masih membangun komunikasi, pembahasan yang dilakukan oleh partai-partai tersebut terlihat mulai masuk hal khusus. Menurut Sentot, dalam komunikasi itu mereka membahas terkait siapa calon bupati dan wakilnya. Termasuk arahnya nanti ke mana.

Baca Juga :  PD Pasar Minta Pedagang Bersihkan Barang yang Tersisa

Lebih khusus, Sentot mengakui arah pencalonan Dhito-panggilan Hanandhito-yang akan berpasangan dengan Mudawamah. Seperti diberitakan sebelumnya, nama terakhir yang diusulkan sebagai cawabup itu adalah ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kediri. Nama itu muncul pertama kali setelah diusulkan oleh Partai Golkar.

Namun, masih menurut Sentot, meskipun PKB mendukung pencalonan Mudawamah, tapi hasil akhir nanti tetap keputusan bersama. Sebab, selain nama tersebut ada usulan nama yang lain.

“Ada Bu Mudawamah dan ada beberapa nama lain,” akunya.

Sayangnya, terkait nama-nama lain itu, Sentot belum bersedia membeberkan. Yang jelas, alternatif yang paling utama adalah ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kediri tersebut.

Secara tersirat, Sentot memang mendukung pengusulan nama Mudawamah tersebut. Meskipun saat ini belum ada keputusan resmi dan sifatnya masih pengajuan.

Dalam kacamata Sentot, Mudawamah merupakan sosok yang aktif dalam organisasi. Pengalaman di pemerintahan juga sudah cukup matang. “Bu Mudawamah juga pernah jadi anggota fraksi saya,” terangnya.

Baca Juga :  Kabupaten Kediri Ngotot Perpanjang Level 3

Sebagai wakil rakyat, Mudawamah terpilih pada periode 2004-2009. “Itu saat saya sebagai ketua fraksi dan Bu Mudawamah jadi sekretaris saya. Jadi saya sangat tahu beliau,” jelasnya.

Menurut Sentot, Mudawamah sosok yang sangat profesional dalam urusan kelembagaan. “Saya kira memang bagus, kita tentu mendukungnya. Namun tetap kita komunikasikan dengan partai yang lain,” ungkapnya.

Untuk saat ini partai-partai tersebut bakal terus melakukan komunikasi. Khususnya untuk memutuskan siapa yang akan mendampingi Dhito dalam pilbup nanti. “Jadi wakilnya siapa, bupatinya siapa. Kalau dari PDIP kan jelas Mas Dhito, kemudian kita komunikasikan lagi usulan kita nanti yang jadi wakil siapa. Jadi kita tetap komunikasikan,” jelasnya.

“Ada alternatif tapi tidak banyak. Kami matangkan di koalisi ini dulu,” sambungnya.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/