23.9 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Pembebasan Lahan Tol Kertosono-Kediri Maksimal Akhir Tahun 2022

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penetapan lokasi (penlok) Tol Kertosono-Kediri (Keker) masih belum mendapat lampu hijau dari Pemprov Jatim. Praktis, pembebasan lahan pun belum dapat dilakukan kemarin. Diperkirakan bahwa pengadaan tanah tersebut bakal butuh waktu hingga akhir tahun. “Perkiraan waktu yang dibutuhkan dalam pengadaan tanah ini sampai dengan triwulan keempat tahun ini,” ujar Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Timur selaku Ketua Tim Persiapan Benny Sampirwanto.

Keterangan Benny tersebut tertuang secara resmi dalam sebuah surat dengan kop Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, surat pemberitahun tersebut bernomor 590/5446/011.1/2022.

Pembangunan jalan tol ini tidak lain sebagai bentuk implementasi dari arah kebijakan nasional. Terutama, dalam hal pembangunan dan percepatan pengembangan kawasan strategis. Serta untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi wilayah.

Baca Juga :  Boscu Kaget karena BO Teman Anaknya

Oleh karena itu, pembangunan jalan tol ini dirasa menjadi hal yang penting. Pasalnya dinilai dapat meningkatkan aksesibilitas dan kapasitas jaringan jalan. “Tol ini untuk  meningkatkan produktivitas melalui pengurangan biaya distribusi dan menyediakan akses ke pasar regional maupun internasional,” ujar Benny.

Namun begitu, untuk merealisasikan cita-cita tersebut pihaknya memerlukan lahan yang tidak sedikit. Pihaknya juga harus melakukan pembebasan tanah yang nantinya akan digunakan untuk jalur bebas hambatan tersebut. Tercatat, total luasan tanah yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai sekitar 214 hektare (ha).

Dari luasan tanah yang dibutuhkan tersebut, paling banyak berada di wilayah Kabupaten Nganjuk. Yakni sekitar 176 hektare. Sedangkan untuk luasan tanah yang dibutuhkan di Kabupaten Kediri mencapai 38 ha. “Ada 16 desa di Nganjuk dan 5 di Kediri,” tandas Benny.

Baca Juga :  Tenaga Tanam Mulai Berkurang

Untuk diketahui, Biaya yang diperlukan untuk proyek ini pun tidak bisa dikatakan sedikit. Dari data yang dihimpun koran ini, biaya investasi proyek ini mencapai Rp 3,9 triliun.

Jalan tol ini akan tersambung dengan empat seksi lainnya di Jalan Tol Ngawi-Kertosono. Yang mana seperti kita ketahui bersama, telah beroperasi penuh sejak tahun 2018 lalu. Sehingga total panjang jalan tol yang dikelola PT JNK untuk Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri adalah sepanjang 108 km.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penetapan lokasi (penlok) Tol Kertosono-Kediri (Keker) masih belum mendapat lampu hijau dari Pemprov Jatim. Praktis, pembebasan lahan pun belum dapat dilakukan kemarin. Diperkirakan bahwa pengadaan tanah tersebut bakal butuh waktu hingga akhir tahun. “Perkiraan waktu yang dibutuhkan dalam pengadaan tanah ini sampai dengan triwulan keempat tahun ini,” ujar Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Timur selaku Ketua Tim Persiapan Benny Sampirwanto.

Keterangan Benny tersebut tertuang secara resmi dalam sebuah surat dengan kop Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, surat pemberitahun tersebut bernomor 590/5446/011.1/2022.

Pembangunan jalan tol ini tidak lain sebagai bentuk implementasi dari arah kebijakan nasional. Terutama, dalam hal pembangunan dan percepatan pengembangan kawasan strategis. Serta untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi wilayah.

Baca Juga :  Tenaga Tanam Mulai Berkurang

Oleh karena itu, pembangunan jalan tol ini dirasa menjadi hal yang penting. Pasalnya dinilai dapat meningkatkan aksesibilitas dan kapasitas jaringan jalan. “Tol ini untuk  meningkatkan produktivitas melalui pengurangan biaya distribusi dan menyediakan akses ke pasar regional maupun internasional,” ujar Benny.

Namun begitu, untuk merealisasikan cita-cita tersebut pihaknya memerlukan lahan yang tidak sedikit. Pihaknya juga harus melakukan pembebasan tanah yang nantinya akan digunakan untuk jalur bebas hambatan tersebut. Tercatat, total luasan tanah yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai sekitar 214 hektare (ha).

Dari luasan tanah yang dibutuhkan tersebut, paling banyak berada di wilayah Kabupaten Nganjuk. Yakni sekitar 176 hektare. Sedangkan untuk luasan tanah yang dibutuhkan di Kabupaten Kediri mencapai 38 ha. “Ada 16 desa di Nganjuk dan 5 di Kediri,” tandas Benny.

Baca Juga :  Demokrat Sepakat Berkoalisi dengan PAN

Untuk diketahui, Biaya yang diperlukan untuk proyek ini pun tidak bisa dikatakan sedikit. Dari data yang dihimpun koran ini, biaya investasi proyek ini mencapai Rp 3,9 triliun.

Jalan tol ini akan tersambung dengan empat seksi lainnya di Jalan Tol Ngawi-Kertosono. Yang mana seperti kita ketahui bersama, telah beroperasi penuh sejak tahun 2018 lalu. Sehingga total panjang jalan tol yang dikelola PT JNK untuk Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri adalah sepanjang 108 km.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/