23.5 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Tiga Pasangan Resmi Daftar Perseorangan

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Dinamika pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Kediri tak hanya ramai di partai politik (parpol). Kandidat perseorangan atau independen pun ternyata diminati. Buktinya, hingga kemarin Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri telah menerima tiga pasangan yang resmi mendaftarkan diri melalui jalur ini.

Tiga pasangan yang telah menyerahkan surat mandat operator aplikasi sistem informasi pencalonan (silon) 2020 ke KPU Kabupaten Kediri ini adalah Rahmad Mahmudi-Khalid Suharto; Subani Suryo Atmojo-Burhanudin; dan Joko Riyanto-Edy Purnomo.

Penyerahan surat mandat itu dilakukan sebagai syarat untuk memperoleh akun (username dan password) aplikasi Silon 2020. “Mereka sudah menugaskan staf untuk membuka silon. Itu nanti berfungsi untuk input data dukungan yang menjadi syarat calon perseorangan,” kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kabupaten Kediri Anwar Anshori.

Selain tiga pasangan tersebut, sejauh ini Anwar mengaku, ada beberapa orang yang menanyakan persyaratan. Namun belum sepenuhnya mengajukan diri. Termasuk ketika disinggung apakah pasangan Mujahid dan Eko Ediyono juga akan mendaftar, Anwar menyebut, itu hanya sebatas kabar saja. “Secara resmi belum ke kantor (KPU, Red),” jelasnya.

Baca Juga :  Terlalu Berat, Ririn Minta Keringanan Hakim

Memang, mereka yang resmi menjadi bakal calon (bacalon) bupati dan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 adalah yang telah menyerahkan surat mandat silon tersebut. Dan itu menjadi syarat mutlak para calon perseorangan ikut dalam pemilihan bupati mendatang.

Meski demikian, Anwar menyebut, tiga pasangan bacalon ini belum sepenuhnya berada di posisi aman. Sebab bacalon dari jalur perseorangan harus mengisi lebih dari 80 ribu dukungan sebagai syarat wajib maju dari jalur perseorangan.

“Nanti input data pendukung yang tertera dalam form atau surat pernyataan dukungan. Yakni formulir B1/KWK. Form itu dilampirkan FC KTP dan tanda tangan pendukung,” urainya.

Nah, data pada form itu harus diisi manual dengan cara ditulis tangan. Untuk bakal calon perseorangan, diberi waktu hingga tanggal 20 Februari untuk mencari dukungan dengan jumlah yang ditetapkan. Jika tidak bisa memenuhi syarat itu, secara otomatis bacalon dinyatakan gagal dan tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya.

Baca Juga :  Gethuk Ubah Formasi Persik, Bordon dan Vega Berpeluang Starter

“Nanti kita lakukan verifikasi faktual. Kalau terpenuhi, baru dinyatakan sah menjadi calon dari jalur perseorangan,” sebutnya.

Sejauh ini, Anwar mengatakan, pihaknya terus berkala melakukan monitoring. Termasuk sosialisasi tentang tata cara perseorangan. “Semua yang ingin maju lewat perseorangan tetap kita layani sebelum batas waktu yang ditetapkan,” ungkapnya.

Untuk bacalon yang sudah mendapat silon, Anwar menyebut, terus memantau pergerakan dan progresnya. Termasuk memantau aplikasi ada masalah atau tidak. Jika ada masalah terkait kesulitan input data, mereka bisa melapor ke KPU.

Anwar menjelaskan, aplikasi Silon 2020 dirancang untuk mempermudah proses pencalonan perseorangan dalam pilkada serentak nanti. Melalui aplikasi ini dukungan yang ganda dari bacalon perseorangan bisa terdeteksi dan langsung ditolak oleh sistem.

“Selain username dan password, operator dari bakal pasangan calon perseorangan akan terus di pantau dan juga memperoleh bimbingan teknis (bimtek),” pungkasnya.

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Dinamika pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Kediri tak hanya ramai di partai politik (parpol). Kandidat perseorangan atau independen pun ternyata diminati. Buktinya, hingga kemarin Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri telah menerima tiga pasangan yang resmi mendaftarkan diri melalui jalur ini.

Tiga pasangan yang telah menyerahkan surat mandat operator aplikasi sistem informasi pencalonan (silon) 2020 ke KPU Kabupaten Kediri ini adalah Rahmad Mahmudi-Khalid Suharto; Subani Suryo Atmojo-Burhanudin; dan Joko Riyanto-Edy Purnomo.

Penyerahan surat mandat itu dilakukan sebagai syarat untuk memperoleh akun (username dan password) aplikasi Silon 2020. “Mereka sudah menugaskan staf untuk membuka silon. Itu nanti berfungsi untuk input data dukungan yang menjadi syarat calon perseorangan,” kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kabupaten Kediri Anwar Anshori.

Selain tiga pasangan tersebut, sejauh ini Anwar mengaku, ada beberapa orang yang menanyakan persyaratan. Namun belum sepenuhnya mengajukan diri. Termasuk ketika disinggung apakah pasangan Mujahid dan Eko Ediyono juga akan mendaftar, Anwar menyebut, itu hanya sebatas kabar saja. “Secara resmi belum ke kantor (KPU, Red),” jelasnya.

Baca Juga :  Bongkar Peredaran SS di Perbatasan

Memang, mereka yang resmi menjadi bakal calon (bacalon) bupati dan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 adalah yang telah menyerahkan surat mandat silon tersebut. Dan itu menjadi syarat mutlak para calon perseorangan ikut dalam pemilihan bupati mendatang.

Meski demikian, Anwar menyebut, tiga pasangan bacalon ini belum sepenuhnya berada di posisi aman. Sebab bacalon dari jalur perseorangan harus mengisi lebih dari 80 ribu dukungan sebagai syarat wajib maju dari jalur perseorangan.

“Nanti input data pendukung yang tertera dalam form atau surat pernyataan dukungan. Yakni formulir B1/KWK. Form itu dilampirkan FC KTP dan tanda tangan pendukung,” urainya.

Nah, data pada form itu harus diisi manual dengan cara ditulis tangan. Untuk bakal calon perseorangan, diberi waktu hingga tanggal 20 Februari untuk mencari dukungan dengan jumlah yang ditetapkan. Jika tidak bisa memenuhi syarat itu, secara otomatis bacalon dinyatakan gagal dan tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya.

Baca Juga :  Dinkes Kabupaten Kediri Pastikan Stok Vaksin Cukup di Akhir Bulan

“Nanti kita lakukan verifikasi faktual. Kalau terpenuhi, baru dinyatakan sah menjadi calon dari jalur perseorangan,” sebutnya.

Sejauh ini, Anwar mengatakan, pihaknya terus berkala melakukan monitoring. Termasuk sosialisasi tentang tata cara perseorangan. “Semua yang ingin maju lewat perseorangan tetap kita layani sebelum batas waktu yang ditetapkan,” ungkapnya.

Untuk bacalon yang sudah mendapat silon, Anwar menyebut, terus memantau pergerakan dan progresnya. Termasuk memantau aplikasi ada masalah atau tidak. Jika ada masalah terkait kesulitan input data, mereka bisa melapor ke KPU.

Anwar menjelaskan, aplikasi Silon 2020 dirancang untuk mempermudah proses pencalonan perseorangan dalam pilkada serentak nanti. Melalui aplikasi ini dukungan yang ganda dari bacalon perseorangan bisa terdeteksi dan langsung ditolak oleh sistem.

“Selain username dan password, operator dari bakal pasangan calon perseorangan akan terus di pantau dan juga memperoleh bimbingan teknis (bimtek),” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/