23.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Sekolah di Kota Kediri Bisa Tambah Hari PTMT

KOTA, JP Radar Kediri-Sekolah di Kota Kediri bisa menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) lebih leluasa lagi. Jika sebelumnya hanya dua kali pertemuan dalam seminggu, di masa kebiasaan baru ini sekolah bisa menambah volume hari pembelajaran.

          Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri Marsudi Nugroho menjelaskan, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, dua bulan pertama PTMT merupakan masa transisi. Selanjutnya, bulan berikutnya mulai memasuki masa kebiasaan baru. “Di masa kebiasaan baru ini sekolah bisa menambah hari pelaksanaan PTMT,” ujar Marsudi.

          Penambahan hari PTMT, jelas Marsudi, tidak terkait dengan status level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Melainkan mengikuti tahapan yang dirumuskan dalam SKB tersebut.

          Untuk diketahui, PTMT di Kota Kediri sudah berlangsung sejak pertengahan September lalu. Dengan demikian, masa transisi berakhir pertengahan November ini. Sejak Senin (15/11) lalu, sekolah sudah diberi keleluasaan untuk menambah hari PTMT.

          Berapa penambahan hari pembelajaran yang bisa dilakukan sekolah? Marsudi mengaku menyerahkan ke lembaga masing-masing. Menyesuaikan dengan kesiapan sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

          Meski demikian, Marsudi mewanti-wanti agar sekolah tidak menambah jam pembelajaran di tiap sesi. “Menambah hari PTMT boleh, tetapi tidak boleh menambah jam,” pesan Marsudi sembari mengingatkan jumlah siswa yang masuk di tiap sesi maksimal juga hanya 50 persen.

Baca Juga :  Demi Raih Tiket Menuju 8 Besar

          Selebihnya, Marsudi juga mengingatkan agar sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Sehingga, ancaman penularan Covid-19 bisa dicegah.

          Pantauan koran ini, meski sekolah sudah diberi izin untuk menambah jumlah hari PTMT, hingga kemarin mayoritas lembaga belum melakukan penambahan. Seperti di SMPN 8 Kota Kediri yang hingga kemarin baru menerapkan PTMT dua kali seminggu. “Kami masih menunggu aturan resmi (penambahan hari PTMT, Red) dari disdik,” ujar Guru SMPN 8 Kota Kediri Nur Zam’ah.

          Untuk diketahui, setelah dua minggu menerapkan PPKM level 2, Kota Kediri kembali menerapkan PPKM level 1 kemarin. Penurunan level PPKM tersebut sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri No. 60/2021 tentang PPKM Wilayah Jawa-Bali. Dengan kembali diterapkannya PPKM level 1, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima meminta masyarakat memperketat penerapan protokol kesehatan. Sehingga, level PPKM terendah ini bisa terus diterapkan di Kota Tahu.

          Untuk mendeteksi penularan Covid-19, pria yang menjabat kepala dinas kesehatan ini mengaku akan mengoptimalkan testing. “Tes secara acak untuk mengontrol pelaksanaan PTMT,” tandas Fauzan.

Baca Juga :  Pengguna Biosolar Subsidi di Kediri Terpaksa Keluar Masuk SPBU

          Sementara itu, jika kemarin Kota Kediri kembali menerapkan PPKM level 1, Kabupaten Kediri tetap bertahan di level 2. Meski demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri juga mengevaluasi PTMT yang sudah diterapkan.

Kepala Disdik Kabupaten Kediri Sujud Winarko menyebutkan, evaluasi PTMT dilakukan sejak awal November lalu. Jika sebelumnya pembelajaran di kelas maksimal hanya 33 persen, sejak penerapan PPKM level 2, PTMT diperlonggar dengan maksimal 50 persen siswa di satu kelas. “Itu (penambahan persentase jumlah siswa di kelas, Red) sesuai dengan Inmendagri,” kata Sujud.

          Selain penambahan persentase siswa, menurut Sujud belum ada perubahan lainnya. Dia mencontohkan, alokasi waktu tiap satu pelajaran hanya 30 menit. Adapun di satu sesi pembelajaran maksimal waktunya selama dua jam.

          Dengan cara tersebut, Sujud bersyukur hingga kemarin belum ditemukan klaster baru Covid-19 dari sekolah. Dia pun berharap ke depan tidak ditemukan kasus korona dari lingkungan pendidikan.

          Untuk diketahui di Kabupaten Kediri ada 611 SD dan 217 SMP yang menggelar PTMT. Ratusan lembaga tersebut membagi pembelajaran menjadi beberapa sesi untuk mencegah penumpukan jumlah siswa di sekolah. (rq/syi/ut)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Sekolah di Kota Kediri bisa menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) lebih leluasa lagi. Jika sebelumnya hanya dua kali pertemuan dalam seminggu, di masa kebiasaan baru ini sekolah bisa menambah volume hari pembelajaran.

          Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri Marsudi Nugroho menjelaskan, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, dua bulan pertama PTMT merupakan masa transisi. Selanjutnya, bulan berikutnya mulai memasuki masa kebiasaan baru. “Di masa kebiasaan baru ini sekolah bisa menambah hari pelaksanaan PTMT,” ujar Marsudi.

          Penambahan hari PTMT, jelas Marsudi, tidak terkait dengan status level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Melainkan mengikuti tahapan yang dirumuskan dalam SKB tersebut.

          Untuk diketahui, PTMT di Kota Kediri sudah berlangsung sejak pertengahan September lalu. Dengan demikian, masa transisi berakhir pertengahan November ini. Sejak Senin (15/11) lalu, sekolah sudah diberi keleluasaan untuk menambah hari PTMT.

          Berapa penambahan hari pembelajaran yang bisa dilakukan sekolah? Marsudi mengaku menyerahkan ke lembaga masing-masing. Menyesuaikan dengan kesiapan sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

          Meski demikian, Marsudi mewanti-wanti agar sekolah tidak menambah jam pembelajaran di tiap sesi. “Menambah hari PTMT boleh, tetapi tidak boleh menambah jam,” pesan Marsudi sembari mengingatkan jumlah siswa yang masuk di tiap sesi maksimal juga hanya 50 persen.

Baca Juga :  Empat Pasien di Nganjuk Dirujuk ke RSUD Gambiran Kediri, Ini Sebabnya

          Selebihnya, Marsudi juga mengingatkan agar sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Sehingga, ancaman penularan Covid-19 bisa dicegah.

          Pantauan koran ini, meski sekolah sudah diberi izin untuk menambah jumlah hari PTMT, hingga kemarin mayoritas lembaga belum melakukan penambahan. Seperti di SMPN 8 Kota Kediri yang hingga kemarin baru menerapkan PTMT dua kali seminggu. “Kami masih menunggu aturan resmi (penambahan hari PTMT, Red) dari disdik,” ujar Guru SMPN 8 Kota Kediri Nur Zam’ah.

          Untuk diketahui, setelah dua minggu menerapkan PPKM level 2, Kota Kediri kembali menerapkan PPKM level 1 kemarin. Penurunan level PPKM tersebut sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri No. 60/2021 tentang PPKM Wilayah Jawa-Bali. Dengan kembali diterapkannya PPKM level 1, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima meminta masyarakat memperketat penerapan protokol kesehatan. Sehingga, level PPKM terendah ini bisa terus diterapkan di Kota Tahu.

          Untuk mendeteksi penularan Covid-19, pria yang menjabat kepala dinas kesehatan ini mengaku akan mengoptimalkan testing. “Tes secara acak untuk mengontrol pelaksanaan PTMT,” tandas Fauzan.

Baca Juga :  Demi Raih Tiket Menuju 8 Besar

          Sementara itu, jika kemarin Kota Kediri kembali menerapkan PPKM level 1, Kabupaten Kediri tetap bertahan di level 2. Meski demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri juga mengevaluasi PTMT yang sudah diterapkan.

Kepala Disdik Kabupaten Kediri Sujud Winarko menyebutkan, evaluasi PTMT dilakukan sejak awal November lalu. Jika sebelumnya pembelajaran di kelas maksimal hanya 33 persen, sejak penerapan PPKM level 2, PTMT diperlonggar dengan maksimal 50 persen siswa di satu kelas. “Itu (penambahan persentase jumlah siswa di kelas, Red) sesuai dengan Inmendagri,” kata Sujud.

          Selain penambahan persentase siswa, menurut Sujud belum ada perubahan lainnya. Dia mencontohkan, alokasi waktu tiap satu pelajaran hanya 30 menit. Adapun di satu sesi pembelajaran maksimal waktunya selama dua jam.

          Dengan cara tersebut, Sujud bersyukur hingga kemarin belum ditemukan klaster baru Covid-19 dari sekolah. Dia pun berharap ke depan tidak ditemukan kasus korona dari lingkungan pendidikan.

          Untuk diketahui di Kabupaten Kediri ada 611 SD dan 217 SMP yang menggelar PTMT. Ratusan lembaga tersebut membagi pembelajaran menjadi beberapa sesi untuk mencegah penumpukan jumlah siswa di sekolah. (rq/syi/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/