26.2 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Masih Ada Warga Kediri Yang Lalai Tak Pakai Masker

Area taman di Simpang Lima Gumul (SLG) mulai ramai dikunjungi warga kemarin. Sayangnya, tidak semua pengunjung mau menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sebagian nekat tak memakai masker saat bersantai di sana.

          Pantauan Jawa Pos Radar Kediri sekitar pukul 12.00 kemarin, puluhan pengunjung bersantai di jalan depan Taman Hijau. Para pengunjung dari berbagai latar belakang usia ini duduk di deretan kursi yang disiapkan di sana. Sebagian menikmati camilan yang dibeli dari pedagang kaki lima (PKL) di sana.  

          Supartono, salah satu pedagang yang berjualan di area taman mengatakan, area taman kembali dibuka sejak penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Biasanya pengunjung mulai datang ke sana sejak pukul 10.00.

          Dia pun mengaku senang bisa berjualan di sana karena dagangannya relatif ramai. Hal senada diungkapkan Yuliana, 40. Pengunjung asal Desa Tirulor, Gurah itu mengaku sengaja bersantai dengan suami dan anak balitanya.

Baca Juga :  Pulih Usai Operasi, Anang Boleh Pulang

“Ini tadi agar suasana berbeda mengajak anak jalan-jalan, biar mau makan,” tuturnya.

          Yuliana mengaku sangat senang bisa bersantai di sana. Sebab, dia bisa refreshing tanpa menghabiskan banyak uang. Meski demikian, melihat sejumlah pengunjung yang belum memakai masker, dia mengaku menyayangkannya.

          Agar warga tetap bisa bersantai di sana tanpa melanggar protokol kesehatan, Yuliana meminta agar pemkab melakukan penjagaan di lokasi. “Kalau ada yang jaga, nanti semua tertib,” terangnya.

          Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib sepakat dengan permintaan penjagaan di sana. Menurut Khotib, seharusnya area taman dan SLG dijaga oleh petugas. 

          Khotib menegaskan, area taman yang semula dibuka Sabtu dan Minggu, sekarang memang sudah dibuka setiap hari. Dengan masih adanya pengunjung yang tidak tertib, menurut pria yang secara definitif menjabat sekretaris dinas kesehatan itu akan jadi bahan evaluasi. “Masyarakat harus mendukung pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, kalau tidak taat nanti kembalinya ke masyarakat,” tegas Khotib.

Baca Juga :  Persik Kebagian Main Kandang Dulu

          Terpisah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kediri mengakui jika area taman SLG sudah dibuka. Meski demikian, menurutnya tidak semua taman dalam pengelolaannya. “Kami hanya mengelola Taman Hijau dan Taman Depo,” terang Putut sembari menyebut taman dibuka sejak Kabupaten Kediri menerapkan PPKM level 2. (ara/ut)

 

- Advertisement -

Area taman di Simpang Lima Gumul (SLG) mulai ramai dikunjungi warga kemarin. Sayangnya, tidak semua pengunjung mau menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sebagian nekat tak memakai masker saat bersantai di sana.

          Pantauan Jawa Pos Radar Kediri sekitar pukul 12.00 kemarin, puluhan pengunjung bersantai di jalan depan Taman Hijau. Para pengunjung dari berbagai latar belakang usia ini duduk di deretan kursi yang disiapkan di sana. Sebagian menikmati camilan yang dibeli dari pedagang kaki lima (PKL) di sana.  

          Supartono, salah satu pedagang yang berjualan di area taman mengatakan, area taman kembali dibuka sejak penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Biasanya pengunjung mulai datang ke sana sejak pukul 10.00.

          Dia pun mengaku senang bisa berjualan di sana karena dagangannya relatif ramai. Hal senada diungkapkan Yuliana, 40. Pengunjung asal Desa Tirulor, Gurah itu mengaku sengaja bersantai dengan suami dan anak balitanya.

Baca Juga :  ACT Bagikan Bantuan Khobz untuk Pengungsi Suriah

“Ini tadi agar suasana berbeda mengajak anak jalan-jalan, biar mau makan,” tuturnya.

          Yuliana mengaku sangat senang bisa bersantai di sana. Sebab, dia bisa refreshing tanpa menghabiskan banyak uang. Meski demikian, melihat sejumlah pengunjung yang belum memakai masker, dia mengaku menyayangkannya.

          Agar warga tetap bisa bersantai di sana tanpa melanggar protokol kesehatan, Yuliana meminta agar pemkab melakukan penjagaan di lokasi. “Kalau ada yang jaga, nanti semua tertib,” terangnya.

          Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib sepakat dengan permintaan penjagaan di sana. Menurut Khotib, seharusnya area taman dan SLG dijaga oleh petugas. 

          Khotib menegaskan, area taman yang semula dibuka Sabtu dan Minggu, sekarang memang sudah dibuka setiap hari. Dengan masih adanya pengunjung yang tidak tertib, menurut pria yang secara definitif menjabat sekretaris dinas kesehatan itu akan jadi bahan evaluasi. “Masyarakat harus mendukung pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, kalau tidak taat nanti kembalinya ke masyarakat,” tegas Khotib.

Baca Juga :  Senggol Obrok, Kaki Perempuan asal Kayenkidul Alami Patah Tulang

          Terpisah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kediri mengakui jika area taman SLG sudah dibuka. Meski demikian, menurutnya tidak semua taman dalam pengelolaannya. “Kami hanya mengelola Taman Hijau dan Taman Depo,” terang Putut sembari menyebut taman dibuka sejak Kabupaten Kediri menerapkan PPKM level 2. (ara/ut)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/