23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Pedagang di Pasar Ngadiluwih Siapkan Tempat Berjualan 

NGADILUWIH, JP Radar Kediri– Satu minggu setelah kebakaran di Pasar Ngadiluwih (8/5), para pedagang mulai mempersiapkan bangunan kios untuk lapak berjualan sementara. Kepala Desa (Kades) Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih Agus Ariful Anam mengatakan bahwa pembuatan kios dan lapak penampungan sementara itu selesai Minggu ini.

“Seperti yang ditargetkan oleh Mas Bup (Bupati Kediri) kemarin, dua minggu maksimal bisa jualan lagi,” ungkapnya.

Saat mendatangi sisa kebakaran dan kios yang akan ditempati warga, Agus mengatakan bahwa sebagian masih mempersiapkan tempat berjualan. Mulai dari barang dagangan dan meja-kursi yang dibutuhkan saat berdagang.

Dari 44 pedagang yang terdampak kebakaran, Agus mengutarakan, akan menempati kios tersebut hingga akhir tahun ini. Karena pada 2023 mendatang Pasar Ngadiluwih akan dibangun seperti pasar tradisional lainyang dikelola Pemkab Kediri.

Baca Juga :  Dinkes Pantau Empat Orang

“Makanya selama satu tahun ke depan, kami juga pantau kebersihan dan pengelolaan pasar untuk dilaporkan ke Pemkab Kediri,” terangnya.

Kemarin, beberapa pedagang mulai mempersiapkan untuk pindahan ke kios baru di Pasar Ngadiluwih. Beberapa masih melakukan pembongkaran dan perbaikan di tempat yang akan mereka tempati pasca kebakaran.

“Saya menunggu seminggu setelah kebakaran, tetap berjualan. Di rumah tapi Mas,” ujar Redi, salah satu pedagang buah yang terdampak kebakaran.

Ia masih belum memulai memasukkan barang-barang untuk ditempatkan di los yang sudah didapat. Namun dalam minggu ini, Redi juga akan mempercepat memindahkan dagangan buahnya. Dia pun segera membuka lapak di Pasar Ngadiluwih lagi.

Untuk diketahui, di sebelah timur Pasar Ngadiluwih terbakar. Sebanyak 35 bangunan, termasuk toko peracangan, los, dan lapak di satu tempat itu terbakar habis pada Minggu (8/5). Beruntung tidak ada korban jiwa. Hingga kemarin, kasusnya masih diselidiki Polda Jatim untuk mencari sumber api kebakaran. (syi/ndr)

Baca Juga :  Hujan Deras, Kota Kediri Banjir, Ini Peringatan BMKG
- Advertisement -

NGADILUWIH, JP Radar Kediri– Satu minggu setelah kebakaran di Pasar Ngadiluwih (8/5), para pedagang mulai mempersiapkan bangunan kios untuk lapak berjualan sementara. Kepala Desa (Kades) Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih Agus Ariful Anam mengatakan bahwa pembuatan kios dan lapak penampungan sementara itu selesai Minggu ini.

“Seperti yang ditargetkan oleh Mas Bup (Bupati Kediri) kemarin, dua minggu maksimal bisa jualan lagi,” ungkapnya.

Saat mendatangi sisa kebakaran dan kios yang akan ditempati warga, Agus mengatakan bahwa sebagian masih mempersiapkan tempat berjualan. Mulai dari barang dagangan dan meja-kursi yang dibutuhkan saat berdagang.

Dari 44 pedagang yang terdampak kebakaran, Agus mengutarakan, akan menempati kios tersebut hingga akhir tahun ini. Karena pada 2023 mendatang Pasar Ngadiluwih akan dibangun seperti pasar tradisional lainyang dikelola Pemkab Kediri.

Baca Juga :  Satpol PP-Bawaslu Turunkan Puluhan APK Langgar Aturan

“Makanya selama satu tahun ke depan, kami juga pantau kebersihan dan pengelolaan pasar untuk dilaporkan ke Pemkab Kediri,” terangnya.

Kemarin, beberapa pedagang mulai mempersiapkan untuk pindahan ke kios baru di Pasar Ngadiluwih. Beberapa masih melakukan pembongkaran dan perbaikan di tempat yang akan mereka tempati pasca kebakaran.

“Saya menunggu seminggu setelah kebakaran, tetap berjualan. Di rumah tapi Mas,” ujar Redi, salah satu pedagang buah yang terdampak kebakaran.

Ia masih belum memulai memasukkan barang-barang untuk ditempatkan di los yang sudah didapat. Namun dalam minggu ini, Redi juga akan mempercepat memindahkan dagangan buahnya. Dia pun segera membuka lapak di Pasar Ngadiluwih lagi.

Untuk diketahui, di sebelah timur Pasar Ngadiluwih terbakar. Sebanyak 35 bangunan, termasuk toko peracangan, los, dan lapak di satu tempat itu terbakar habis pada Minggu (8/5). Beruntung tidak ada korban jiwa. Hingga kemarin, kasusnya masih diselidiki Polda Jatim untuk mencari sumber api kebakaran. (syi/ndr)

Baca Juga :  Catatan Ekspedisi Wilis I, Mengupas Sejarah Kuno si Gunung Cantik (8)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/