24.2 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Jaksa Utamakan Mediasi

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk bakal mengedepankan restorative justice (RJ) untuk menangani masalah pidana di Kota Angin. Dalam hal ini, Korps Adhyaksa bakal mengupayakan langkah mediasi antara pelaku dengan korbannya.“Syarat yang penting adalah kesediaan korban untuk menerima,” ujar Kepala Kejari Nganjuk Nophy Tennophero Suoth saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Nganjuk seusai launching rumah RJ oleh Jaksa Agung ST Burhanudin kemarin pagi.

Sesuai dengan arahan kejagung, Nophy menegaskan bahwa hal ini merupakan bentuk pembangunan hukum di masyarakat. RJ bakal menjadi salah satu alternatif penyelesaian perkara pidana dengan upaya pemulihan keadaan. Sehingga, bisa tercipta harmonisasi seperti sebelum adanya tindak pidana tersebut. “Harapannya hubungan yang rusak itu bisa pulih kembali,” ujarnya.

Baca Juga :  Rusak Parah, Puskesmas Rejoso Belum Diperbaiki

Namun begitu, penyelesaian dengan konsep RJ tersebut tidak bisa diterapkan secara asal-asalan. Tetap ada syarat-syarat yang menjadi landasan jaksa untuk menerapkan prinsip tersebut. Seperti apabila ada kerugian, maksimal sebesar Rp 2,5 juta. Selain itu, pelaku juga belum pernah berurusan dengan hukum sebelumnya.

Meskipun, pria berkacamata tersebut mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan kasus dengan kerugian di atas Rp 2,5 juta bisa dilakukan RJ. Selama tetap sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. “Kita akan melihat latar belakang lainnya juga. Artinya, syarat itu bukan satu-satunya,” sambungnya.

Lebih lanjut, pihaknya menilai bahwa perdamaian melalui pendekatan keadilan restoratif merupakan perdamaian hakiki. Yang mana menjadi tujuan utama dalam hukum adat. Sehingga sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa yang sangat mengutamakan kedamaian, harmoni dan keseimbangan.

Baca Juga :  Duh! Bapak di Nganjuk Tega Setubuhi Anak Tiri

Ke depannya, Kejari Nganjuk bakal menunjuk dua titik untuk menjadi kampung RJ. Kini pihaknya tengah melakukan asesmen dan penilaian di beberapa lokasi di Kota Angin. “Masih kami kaji dulu,” tandas mantan Kajari Pelalawan, Riau tersebut.

Sementara itu, Sekda Nganjuk M. Yasin mengatakan, RJ akan banyak memberikan nilai positif. “Dengan konsep ini, penyelesaian masalah dapat dilakukan secara lebih humanis tanpa mengurangi rasa keadilan bersama,” ujarnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk bakal mengedepankan restorative justice (RJ) untuk menangani masalah pidana di Kota Angin. Dalam hal ini, Korps Adhyaksa bakal mengupayakan langkah mediasi antara pelaku dengan korbannya.“Syarat yang penting adalah kesediaan korban untuk menerima,” ujar Kepala Kejari Nganjuk Nophy Tennophero Suoth saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Nganjuk seusai launching rumah RJ oleh Jaksa Agung ST Burhanudin kemarin pagi.

Sesuai dengan arahan kejagung, Nophy menegaskan bahwa hal ini merupakan bentuk pembangunan hukum di masyarakat. RJ bakal menjadi salah satu alternatif penyelesaian perkara pidana dengan upaya pemulihan keadaan. Sehingga, bisa tercipta harmonisasi seperti sebelum adanya tindak pidana tersebut. “Harapannya hubungan yang rusak itu bisa pulih kembali,” ujarnya.

Baca Juga :  Separo Anggaran Belanja Operasional di Kediri Habis untuk Gaji Pegawai

Namun begitu, penyelesaian dengan konsep RJ tersebut tidak bisa diterapkan secara asal-asalan. Tetap ada syarat-syarat yang menjadi landasan jaksa untuk menerapkan prinsip tersebut. Seperti apabila ada kerugian, maksimal sebesar Rp 2,5 juta. Selain itu, pelaku juga belum pernah berurusan dengan hukum sebelumnya.

Meskipun, pria berkacamata tersebut mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan kasus dengan kerugian di atas Rp 2,5 juta bisa dilakukan RJ. Selama tetap sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. “Kita akan melihat latar belakang lainnya juga. Artinya, syarat itu bukan satu-satunya,” sambungnya.

Lebih lanjut, pihaknya menilai bahwa perdamaian melalui pendekatan keadilan restoratif merupakan perdamaian hakiki. Yang mana menjadi tujuan utama dalam hukum adat. Sehingga sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa yang sangat mengutamakan kedamaian, harmoni dan keseimbangan.

Baca Juga :  Diuruk Tanah, Underpass Jadi Licin

Ke depannya, Kejari Nganjuk bakal menunjuk dua titik untuk menjadi kampung RJ. Kini pihaknya tengah melakukan asesmen dan penilaian di beberapa lokasi di Kota Angin. “Masih kami kaji dulu,” tandas mantan Kajari Pelalawan, Riau tersebut.

Sementara itu, Sekda Nganjuk M. Yasin mengatakan, RJ akan banyak memberikan nilai positif. “Dengan konsep ini, penyelesaian masalah dapat dilakukan secara lebih humanis tanpa mengurangi rasa keadilan bersama,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/