26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Inilah yang Terjadi Ketika Sekolah di Kediri Terpaksa Liburkan Murid

Rutinitas di sekolah-sekolah itu terputus sejak kemarin. Guru yang masuk pun merasa ada sesuatu yang  hilang. Seperti rutinitas salat jamaah bersama murid dan guru.

 

IQBAL SYAHRONI, KOTA, JP Radar Kediri

 

Sekolah itu sunyi dan  senyap. Yang terdengar hanya deru  kendaraan yang melintas di Jalan Penanggungan. Padahal jaraknya hampir 50 meter dari lorong-lorong sekolah. Tapi suara mesinnya terdengar begitu jelas dari ruangan-ruangan kelas SMP Negeri 8 Kota Kediri.

Tak ada hiruk-pikuk siswa-siswa beraktivitas di lorong-lorong atau halaman. Tidak ada pula kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas-kelas. Yang ada hanyalah beberapa guru yang berbincang sembari menikmati istirahat. Juga suara denting peralatan beberapa pria yang tengah mengerjakan pembuatan taman di halaman.

Suasana itulah yang tersaji setelah pemerintah memutuskan meliburkan semua sekolah sejak kemarin. “(Libur) hingga akhir Maret,” kata Kepala SMPN 8 Yusuf Budi Santoso saat berbincang di depan masjid sekolah.

Meskipun baru sehari tak bersua murid-muridnya, Yusuf sudah merasakan banyak hal yang menghilang dari rutinitasnya. Seperti rindu salat berjamaah bersama murid dan guru-guru sekolah.

Baca Juga :  NUN Rendah, Jangan Nekat Daftar di Kota

Kemarin, murid sekolah ini memang masuk. Tapi hanya sebentar. Setelah mendapat pengumuman mereka harus belajar di rumah para siswa itupun pulang ke rumah masing-masing. Karena itu, salat duhur berjamaah di masjid sekolah kemarin sudah tidak ada lagi.

Dari suasana ramai menjadi sepi itu membuat Yusuf merasa sedih. Apalagi faktornya bukan libur reguler. Melainkan gegara ancaman korona. “Sama seperti orang tua yang rindu kepada anak-anaknya,” imbuhnya.

Suasana kebersamaan di sekolah ini memang sangat kental. Yusuf mengatakan, sebelum pulang, siswa-siswanya juga masih bersih-bersih lingkungan sekolah. Baik itu kelas maupun halaman. Dedaunan maupun ranting yang luput dari amatan petugas kebersihan disapu dan dibersihkan. Tindakan yang disambut baik oleh para guru dan staf di sekolah.

Yusuf tak henti-hentinya mengingatkan kepada wali kelas, guru, komite, dan murid-muridnya bahwa dengan tidak masuknya murid bukan berarti harus jalan-jalan atau ngelencer. Karena yang terpenting sekarang adalah kesehatan diri. “Sebenarnya alasan tidak ada KBM di sekolah karena khawatir penyebaran virus corona di tempat ramai. Makanya, saya terus imbau agar bersama keluarga saja di rumah. Dan keluar apa bila perlu saja,” terangnya.

Baca Juga :  Disdik Kota Kediri Tegaskan Kualitas Seragam Harus Bagus

Di SMPN 1 Kota Kediri juga terlihat ada bubaran di depan sekolah mereka, sekitar pukul 08.30 WIB. Salah satu murid, Wiliam Argasastra Kurniadi, menjelaskan bahwa kemarin pagi, para murid masih masuk seperti biasa. “Cuma ada pengumuman sekolah diliburkan. Tapi tetap belajar di rumah,” ujar lelaki kelas delapan SMPN 1 Kota Kediri itu.

Kepala SMPN 1 Kota Kediri Marsudi Nugroho menjelaskan SOP pembelajaran jarak jauh di SMPN 1 Kediri bisa melalui video atau latihan soal melalui grup siswa. “Untuk penilaian bisa langsung dengan aplikasi elearningsmpn1kediri, edmodo, atau google classroom,” ujarnya melalui whatsapp.

Memang, meski tidak bertemu secara tatap muka, proses mengajar dari guru dan belajar untuk murid tetap bisa dijalani. Melalui online ataupun tugas-tugas. Untuk saat ini, yang terpenting adalah kesehatan diri dan keluarga. Karena tanpa adanya sehat dari dalam diri maka proses belajar juga akan terganggu.

- Advertisement -

Rutinitas di sekolah-sekolah itu terputus sejak kemarin. Guru yang masuk pun merasa ada sesuatu yang  hilang. Seperti rutinitas salat jamaah bersama murid dan guru.

 

IQBAL SYAHRONI, KOTA, JP Radar Kediri

 

Sekolah itu sunyi dan  senyap. Yang terdengar hanya deru  kendaraan yang melintas di Jalan Penanggungan. Padahal jaraknya hampir 50 meter dari lorong-lorong sekolah. Tapi suara mesinnya terdengar begitu jelas dari ruangan-ruangan kelas SMP Negeri 8 Kota Kediri.

Tak ada hiruk-pikuk siswa-siswa beraktivitas di lorong-lorong atau halaman. Tidak ada pula kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas-kelas. Yang ada hanyalah beberapa guru yang berbincang sembari menikmati istirahat. Juga suara denting peralatan beberapa pria yang tengah mengerjakan pembuatan taman di halaman.

Suasana itulah yang tersaji setelah pemerintah memutuskan meliburkan semua sekolah sejak kemarin. “(Libur) hingga akhir Maret,” kata Kepala SMPN 8 Yusuf Budi Santoso saat berbincang di depan masjid sekolah.

Meskipun baru sehari tak bersua murid-muridnya, Yusuf sudah merasakan banyak hal yang menghilang dari rutinitasnya. Seperti rindu salat berjamaah bersama murid dan guru-guru sekolah.

Baca Juga :  Info Haji Kediri: Terwujud setelah Menunggu Sembilan Tahun

Kemarin, murid sekolah ini memang masuk. Tapi hanya sebentar. Setelah mendapat pengumuman mereka harus belajar di rumah para siswa itupun pulang ke rumah masing-masing. Karena itu, salat duhur berjamaah di masjid sekolah kemarin sudah tidak ada lagi.

Dari suasana ramai menjadi sepi itu membuat Yusuf merasa sedih. Apalagi faktornya bukan libur reguler. Melainkan gegara ancaman korona. “Sama seperti orang tua yang rindu kepada anak-anaknya,” imbuhnya.

Suasana kebersamaan di sekolah ini memang sangat kental. Yusuf mengatakan, sebelum pulang, siswa-siswanya juga masih bersih-bersih lingkungan sekolah. Baik itu kelas maupun halaman. Dedaunan maupun ranting yang luput dari amatan petugas kebersihan disapu dan dibersihkan. Tindakan yang disambut baik oleh para guru dan staf di sekolah.

Yusuf tak henti-hentinya mengingatkan kepada wali kelas, guru, komite, dan murid-muridnya bahwa dengan tidak masuknya murid bukan berarti harus jalan-jalan atau ngelencer. Karena yang terpenting sekarang adalah kesehatan diri. “Sebenarnya alasan tidak ada KBM di sekolah karena khawatir penyebaran virus corona di tempat ramai. Makanya, saya terus imbau agar bersama keluarga saja di rumah. Dan keluar apa bila perlu saja,” terangnya.

Baca Juga :  CPNS Nganjuk Lolos Penetapan NIP

Di SMPN 1 Kota Kediri juga terlihat ada bubaran di depan sekolah mereka, sekitar pukul 08.30 WIB. Salah satu murid, Wiliam Argasastra Kurniadi, menjelaskan bahwa kemarin pagi, para murid masih masuk seperti biasa. “Cuma ada pengumuman sekolah diliburkan. Tapi tetap belajar di rumah,” ujar lelaki kelas delapan SMPN 1 Kota Kediri itu.

Kepala SMPN 1 Kota Kediri Marsudi Nugroho menjelaskan SOP pembelajaran jarak jauh di SMPN 1 Kediri bisa melalui video atau latihan soal melalui grup siswa. “Untuk penilaian bisa langsung dengan aplikasi elearningsmpn1kediri, edmodo, atau google classroom,” ujarnya melalui whatsapp.

Memang, meski tidak bertemu secara tatap muka, proses mengajar dari guru dan belajar untuk murid tetap bisa dijalani. Melalui online ataupun tugas-tugas. Untuk saat ini, yang terpenting adalah kesehatan diri dan keluarga. Karena tanpa adanya sehat dari dalam diri maka proses belajar juga akan terganggu.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/