24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Pipa Rusak, Ribuan KK di Ngancar Kekeringan

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Hujan deras yang terjadi sejak awal Desember lalu belum juga membuat warga Desa Sugihwaras, Ngancar, bebas dari kekeringan. Mereka tetap kesulitan mendapat air bersih karena pipa jaringan PDAM di lingkungan mereka rusak terkena material longsor. Hingga kemarin, ribuan KK warga di sana harus mengandalkan pasokan air dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).

          Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, warga terlihat antre mengisi air bersih di  jeriken dan timba. Pemandangan tersebut sudah terjadi sejak awal November silam. “Pipa (PDAM, Red) tersumber material longsor. Belum bisa berfungsi,” ujar Plt Sekretaris Desa Sugihwaras Mursidi.

          Lebih jauh Mursidi menjelaskan, setelah longsor menerjang jaringan PDAM, sebenarnya sudah dilakukan perbaikan. Tetapi, hingga pertengahan Desember ini belum bisa berfungsi dengan baik. Air dari gunung yang dialirkan lewat jaringan itu keruh dan tak layak konsumsi.

Baca Juga :  Persik Kediri Bertemu Bali United di Pengujung Bulan

          Petugas PDAM menurut Mursidi masih mencari lokasi pipa jaringan yang rusak. Diperkirakan ada 1,5 kilometer pipa yang rusak tertimbun material longsoran. “Lokasi pastinya dimana masih dicari,” terangnya.

          Sebelumnya, menurut Mursidi warga sudah mengusulkan agar PDAM segera mengganti pipa baru di jaringan sepanjang 1,5 kilometer tersebut. Sebab, dengan kondisi pipa yang terkubur tanah dan bebatuan akan sulit untuk mendeteksi kerusakannya.

          Untuk diketahui, jaringan pipa PDAM di Ngancar dimanfaatkan oleh tiga desa. Selain Desa Sugihwaras, jaringan air juga diakses warga Desa Babadan dan Desa Ngancar. Dari tiga desa tersebut, hanya Desa Sugihwaras yang kesulitan air bersih. Adapun dua desa lainnya lancar.

          Terpisah, Pegawai BPBD Kabupaten Kediri Fransesar yang kemarin turun ke lapangan menjelaskan, tiap hari ada dua tangki BPBD yang memasok air untuk sekitar 1.100 KK warga yang terdampak. Untuk bisa memenuhi kebutuhan air ribuan rumah tersebut, mobil tangki dengan kapasitas 4 ribu liter air itu harus mengisi air hingga tiga kali.

Baca Juga :  Raibnya Uang Nasabah BRI, Polisi Belum Temukan Titik Terang

          Sehingga total ada enam tangki air yang didistribusikan atau mencapai 24 ribu liter. Sampai kapan dropping air akan dilakukan? Pria yang akrab disapa Sesar ini mengaku belum bisa menyebutkan waktunya. Menurutnya, pengiriman air bersih akan terus dilakukan hingga jaringan pipa PDAM di sana berfungsi kembali. “Air yang didistribusikan ini khusus digunakan untuk kebutuhan makan dan minum saja,” beber Sesar.

          Dikatakan Sesar, pengiriman air bersih ke Desa Sugihwaras selama hampir delapan minggu terakhir ini merupakan kali pertama. Sebelumnya BPBD belum pernah mendistribusikan air bersih ke sana. Sebab, warga tidak mengalami kekeringan. Termasuk saat musim kemarau melanda wilayah di lereng Gunung Kelud tersebut. (syi/ut)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Hujan deras yang terjadi sejak awal Desember lalu belum juga membuat warga Desa Sugihwaras, Ngancar, bebas dari kekeringan. Mereka tetap kesulitan mendapat air bersih karena pipa jaringan PDAM di lingkungan mereka rusak terkena material longsor. Hingga kemarin, ribuan KK warga di sana harus mengandalkan pasokan air dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).

          Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, warga terlihat antre mengisi air bersih di  jeriken dan timba. Pemandangan tersebut sudah terjadi sejak awal November silam. “Pipa (PDAM, Red) tersumber material longsor. Belum bisa berfungsi,” ujar Plt Sekretaris Desa Sugihwaras Mursidi.

          Lebih jauh Mursidi menjelaskan, setelah longsor menerjang jaringan PDAM, sebenarnya sudah dilakukan perbaikan. Tetapi, hingga pertengahan Desember ini belum bisa berfungsi dengan baik. Air dari gunung yang dialirkan lewat jaringan itu keruh dan tak layak konsumsi.

Baca Juga :  BPBD Data Jumlah Kerusakan, Siapkan Bantuan Material

          Petugas PDAM menurut Mursidi masih mencari lokasi pipa jaringan yang rusak. Diperkirakan ada 1,5 kilometer pipa yang rusak tertimbun material longsoran. “Lokasi pastinya dimana masih dicari,” terangnya.

          Sebelumnya, menurut Mursidi warga sudah mengusulkan agar PDAM segera mengganti pipa baru di jaringan sepanjang 1,5 kilometer tersebut. Sebab, dengan kondisi pipa yang terkubur tanah dan bebatuan akan sulit untuk mendeteksi kerusakannya.

          Untuk diketahui, jaringan pipa PDAM di Ngancar dimanfaatkan oleh tiga desa. Selain Desa Sugihwaras, jaringan air juga diakses warga Desa Babadan dan Desa Ngancar. Dari tiga desa tersebut, hanya Desa Sugihwaras yang kesulitan air bersih. Adapun dua desa lainnya lancar.

          Terpisah, Pegawai BPBD Kabupaten Kediri Fransesar yang kemarin turun ke lapangan menjelaskan, tiap hari ada dua tangki BPBD yang memasok air untuk sekitar 1.100 KK warga yang terdampak. Untuk bisa memenuhi kebutuhan air ribuan rumah tersebut, mobil tangki dengan kapasitas 4 ribu liter air itu harus mengisi air hingga tiga kali.

Baca Juga :  KBM SDIT Bina Insani Kediri Berbasis PIBeR

          Sehingga total ada enam tangki air yang didistribusikan atau mencapai 24 ribu liter. Sampai kapan dropping air akan dilakukan? Pria yang akrab disapa Sesar ini mengaku belum bisa menyebutkan waktunya. Menurutnya, pengiriman air bersih akan terus dilakukan hingga jaringan pipa PDAM di sana berfungsi kembali. “Air yang didistribusikan ini khusus digunakan untuk kebutuhan makan dan minum saja,” beber Sesar.

          Dikatakan Sesar, pengiriman air bersih ke Desa Sugihwaras selama hampir delapan minggu terakhir ini merupakan kali pertama. Sebelumnya BPBD belum pernah mendistribusikan air bersih ke sana. Sebab, warga tidak mengalami kekeringan. Termasuk saat musim kemarau melanda wilayah di lereng Gunung Kelud tersebut. (syi/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/