24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Pindah Lokasi Tes ke Gedung Juang 45

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Ribuan peserta seleksi pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kertosono dan RSUD Nganjuk tidak perlu lagi pergi ke Surabaya untuk mengikuti tahap tes selanjutnya. Pasalnya, panitia seleksi sepakat menggelar tes di Gedung Juang 45, Kelurahan Payaman, Kota Nganjuk. Pemindahan tempat dilakukan untuk mencegah potensi penularan korona dari klaster perjalanan.

Direktur RSUD Kertosono dr Hendriyanto mengungkapkan, penetapan lokasi tes sempat menjadi bahan diskusi yang alot. Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak mungkin memaksa menggelar ujian di Surabaya karena perkembangan kasus korona kembali meningkat. “Perubahan ini cukup mendadak. Kami harus menyiapkan teknis dari nol,” ujar Hendri.

Dokter berkacamata itu mengaku bisa memahami perubahan lokasi tersebut. Yakni, untuk mencegah penularan Covid-19 yang kasusnya secara nasional terus naik.

Baca Juga :  Longsor di Ngetos Nganjuk: Ditemukan! Korban Tertimbun Lumpur 5 Meter

Sebelum memutuskan menggelar tes di Gedung Juang 45, menurut Hendri  sempat muncul opsi untuk menggunakan Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno. Salah satu pertimbangannya, GOR Bung Karno lebih luas. Sehingga, bisa menampung lebih banyak peserta.

Sayangnya, setelah panitia melakukan pengecekan, ruang di GOR dianggap tidak layak. Sebab, saat hujan air kerap merembes sehingga dianggap tidak aman untuk tempat komputer dan server.

Panitia yang tidak ingin mengambil risiko lantas memutuskan menggelar seleksi di Gedung Juang 45 Nganjuk. Meski merupakan bangunan tua, tetapi dianggap layak untuk komputer dalam jumlah banyak. “Sejauh ini panitia menyepakati Gedung Juang sebagai lokasi tes, semoga saja tidak ada perubahan lagi,” beber dokter yang sebelumnya menjabat sekretaris dinas kesehatan itu.

Baca Juga :  Insentif Nakes di Nganjuk Tinggi, Pemkab Tak Bisa Tambal Lubang Jalan

Untuk diketahui, dengan perubahan lokasi pelaksanaan tes tersebut tugas panitia kini bertambah. Selain menyediakan gedung dan komputer, pantia seleksi juga harus menyediakan logistik lainnya selama pelaksanaan tes.

Sementara itu, perubahan lokasi tes juga berdampak pada jadwal ujian. Humas RSUD Ngajuk Eko Santoso menyebut pelaksanaan tes BLUD RSUD Nganjuk harus diundur sehari. “Harusnya (tes, Red) tanggal 17, mundur sehari tanggal 18 Desember,” bebernya.

Dengan lokasi tes yang sama, menurut Eko teknis pelaksanaan ujian nanti

akan diatur kembali. Misalnya, tes bisa dilaksanakan untuk peserta rekrutmen BLUD RSUD Kertosono, baru kemudian RSUD Nganjuk atau sebaliknya. “Teknis nanti diatur panitia,” jelasnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Ribuan peserta seleksi pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kertosono dan RSUD Nganjuk tidak perlu lagi pergi ke Surabaya untuk mengikuti tahap tes selanjutnya. Pasalnya, panitia seleksi sepakat menggelar tes di Gedung Juang 45, Kelurahan Payaman, Kota Nganjuk. Pemindahan tempat dilakukan untuk mencegah potensi penularan korona dari klaster perjalanan.

Direktur RSUD Kertosono dr Hendriyanto mengungkapkan, penetapan lokasi tes sempat menjadi bahan diskusi yang alot. Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak mungkin memaksa menggelar ujian di Surabaya karena perkembangan kasus korona kembali meningkat. “Perubahan ini cukup mendadak. Kami harus menyiapkan teknis dari nol,” ujar Hendri.

Dokter berkacamata itu mengaku bisa memahami perubahan lokasi tersebut. Yakni, untuk mencegah penularan Covid-19 yang kasusnya secara nasional terus naik.

Baca Juga :  GTPP Kota Kediri: Jangan Stigma, Jangan Kucilkan

Sebelum memutuskan menggelar tes di Gedung Juang 45, menurut Hendri  sempat muncul opsi untuk menggunakan Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno. Salah satu pertimbangannya, GOR Bung Karno lebih luas. Sehingga, bisa menampung lebih banyak peserta.

Sayangnya, setelah panitia melakukan pengecekan, ruang di GOR dianggap tidak layak. Sebab, saat hujan air kerap merembes sehingga dianggap tidak aman untuk tempat komputer dan server.

Panitia yang tidak ingin mengambil risiko lantas memutuskan menggelar seleksi di Gedung Juang 45 Nganjuk. Meski merupakan bangunan tua, tetapi dianggap layak untuk komputer dalam jumlah banyak. “Sejauh ini panitia menyepakati Gedung Juang sebagai lokasi tes, semoga saja tidak ada perubahan lagi,” beber dokter yang sebelumnya menjabat sekretaris dinas kesehatan itu.

Baca Juga :  Angin Ribut, Tiga Pohon Tumbang

Untuk diketahui, dengan perubahan lokasi pelaksanaan tes tersebut tugas panitia kini bertambah. Selain menyediakan gedung dan komputer, pantia seleksi juga harus menyediakan logistik lainnya selama pelaksanaan tes.

Sementara itu, perubahan lokasi tes juga berdampak pada jadwal ujian. Humas RSUD Ngajuk Eko Santoso menyebut pelaksanaan tes BLUD RSUD Nganjuk harus diundur sehari. “Harusnya (tes, Red) tanggal 17, mundur sehari tanggal 18 Desember,” bebernya.

Dengan lokasi tes yang sama, menurut Eko teknis pelaksanaan ujian nanti

akan diatur kembali. Misalnya, tes bisa dilaksanakan untuk peserta rekrutmen BLUD RSUD Kertosono, baru kemudian RSUD Nganjuk atau sebaliknya. “Teknis nanti diatur panitia,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/