23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Proyek Jembatan Brawijaya: Impian Bakal Terwujud

KEDIRI – Salah satu kabar gembira di tahun 2018 adalah kelanjutan pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri. Setelah menunggu sekian lama, harapan warga Kota Kediri untuk melihat selesainya Jembatan Brawijaya bakal segera terwujud.

Setidaknya, pada akhir tahun nanti warga kota sudah bisa memanfaatkan jembatan yang mengganti fungsi jembatan lama yang menghubungkan Kecamatan Mojoroto dengan Kecamatan Kota tersebut.

Memang, pada tahun ini, jembatan yang sempat mangkrak enam tahun tersebut akan diselesaikan. Awal dari kelanjutannya adalah uji beban Mei lalu. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pun memulai pengerjaannya pada bulan Juni. Itu setelah mereka menyepakati kontrak penyelesaian jembatan dengan kontraktor.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU Sunyata pada 5 Juli silam pemkot telah meneken kontrak dengan PT Fajar Parahyangan. Kontraktor tersebut merupakan perusahaan yang mengerjakan megaproyek yang sempat mangkrak sejak 2013 itu. Mereka juga mendapat hak untuk melanjutkan pengerjaannya saat ini.

Lebih lanjut Sunyata juga menerangkan poin-poin kesepakatan di kontrak itu. Di antaranya menyelesaikan bagian-bagian yang memang menjadi pekerjaan rumah (PR) kontraktor tersebut. Seperti penyelesaian plat beton lantai jembatan, pengaspalan di jembatan dan jalan sekitar jembatan. Juga penyelesaian gerbang jembatan sisi timur dan barat.

Baca Juga :  Kapolres Nganjuk Geser Enam Kapolsek, Ini Daftarnya

Sementara hingga pertengahan Desember ini, bentuk fisik Jembatan Brawijaya semakin sempurna. Setidaknya sudah 95 persen aksesoris telah terpasang. Jembatan yang sempat diterpa masalah korupsi ini kemungkinan besar bakal tuntas akhir bulan. Apabila sesuai kontrak, maka batasnya adalah 26 Desember.

Satu per satu tahapan pengerjaan pemasangan aksesoris sudah menampakkan hasil. Mulai dari trotoar, median tengah jembatan, pagar pembatas di kedua sisi, pemasangan lampu jembatan, hingga sling baja.

Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sunarto menyebutkan penggunaan panel surya pada penerangan jalan umum (PJU) jembatan ini untuk lebih memudahkan dalam hal perawatan.

Karena memanfaatkan tenaga listrik alternatif dari alam yang melimpah. Namun untuk aksesoris lampu di sekitar jembatan masih menggunakan tenaga listrik biasa.

Baca Juga :  Lima Desa di Kecamatan Gurah Tak Bisa Gelar Rekrutmen Perangkat

Salah satu yang menarik perhatian pemasangan alumunium composite panel (ACP) di bagian sisi gerbang. Pemasangan ACP ini memang menjadi salah satu aksesoris yang akan membuat jembatan terkesan megah dan mewah. Itu dipasang di bagian gerbang masuk jembatan.

Sementara aksesoris menarik lain adalah pemasangan sling baja. Sling ini merupakan aksesoris yang bisa dibilang sulit dalam pemasangannya. Hal ini lantaran memerlukan pipa tambahan untuk pembungkus sling baja yang sangat berat. Tak hanya itu, dengan adanya sling tersebut, tampilan Jembatan Brawijaya akan semakin eksotis dan indah.

Lebih lanjut, nantinya apabila Jembatan Brawijaya telah berfungsi, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri tidak akan menutup Jembatan Lama. Jembatan yang telah berumur lebih dari satu abad itu tetap akan difungsikan. Bahkan nantinya juga akan diajukan sebagai salah satu aset cagar budaya Kota Kediri.

- Advertisement -

KEDIRI – Salah satu kabar gembira di tahun 2018 adalah kelanjutan pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri. Setelah menunggu sekian lama, harapan warga Kota Kediri untuk melihat selesainya Jembatan Brawijaya bakal segera terwujud.

Setidaknya, pada akhir tahun nanti warga kota sudah bisa memanfaatkan jembatan yang mengganti fungsi jembatan lama yang menghubungkan Kecamatan Mojoroto dengan Kecamatan Kota tersebut.

Memang, pada tahun ini, jembatan yang sempat mangkrak enam tahun tersebut akan diselesaikan. Awal dari kelanjutannya adalah uji beban Mei lalu. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pun memulai pengerjaannya pada bulan Juni. Itu setelah mereka menyepakati kontrak penyelesaian jembatan dengan kontraktor.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU Sunyata pada 5 Juli silam pemkot telah meneken kontrak dengan PT Fajar Parahyangan. Kontraktor tersebut merupakan perusahaan yang mengerjakan megaproyek yang sempat mangkrak sejak 2013 itu. Mereka juga mendapat hak untuk melanjutkan pengerjaannya saat ini.

Lebih lanjut Sunyata juga menerangkan poin-poin kesepakatan di kontrak itu. Di antaranya menyelesaikan bagian-bagian yang memang menjadi pekerjaan rumah (PR) kontraktor tersebut. Seperti penyelesaian plat beton lantai jembatan, pengaspalan di jembatan dan jalan sekitar jembatan. Juga penyelesaian gerbang jembatan sisi timur dan barat.

Baca Juga :  Pelatihan Online, Persiapan Vaksinasi

Sementara hingga pertengahan Desember ini, bentuk fisik Jembatan Brawijaya semakin sempurna. Setidaknya sudah 95 persen aksesoris telah terpasang. Jembatan yang sempat diterpa masalah korupsi ini kemungkinan besar bakal tuntas akhir bulan. Apabila sesuai kontrak, maka batasnya adalah 26 Desember.

Satu per satu tahapan pengerjaan pemasangan aksesoris sudah menampakkan hasil. Mulai dari trotoar, median tengah jembatan, pagar pembatas di kedua sisi, pemasangan lampu jembatan, hingga sling baja.

Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sunarto menyebutkan penggunaan panel surya pada penerangan jalan umum (PJU) jembatan ini untuk lebih memudahkan dalam hal perawatan.

Karena memanfaatkan tenaga listrik alternatif dari alam yang melimpah. Namun untuk aksesoris lampu di sekitar jembatan masih menggunakan tenaga listrik biasa.

Baca Juga :  Lima Desa di Kecamatan Gurah Tak Bisa Gelar Rekrutmen Perangkat

Salah satu yang menarik perhatian pemasangan alumunium composite panel (ACP) di bagian sisi gerbang. Pemasangan ACP ini memang menjadi salah satu aksesoris yang akan membuat jembatan terkesan megah dan mewah. Itu dipasang di bagian gerbang masuk jembatan.

Sementara aksesoris menarik lain adalah pemasangan sling baja. Sling ini merupakan aksesoris yang bisa dibilang sulit dalam pemasangannya. Hal ini lantaran memerlukan pipa tambahan untuk pembungkus sling baja yang sangat berat. Tak hanya itu, dengan adanya sling tersebut, tampilan Jembatan Brawijaya akan semakin eksotis dan indah.

Lebih lanjut, nantinya apabila Jembatan Brawijaya telah berfungsi, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri tidak akan menutup Jembatan Lama. Jembatan yang telah berumur lebih dari satu abad itu tetap akan difungsikan. Bahkan nantinya juga akan diajukan sebagai salah satu aset cagar budaya Kota Kediri.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/