22.8 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Tim Gabungan Tutup Jalur Pendakian Gunung Klotok, Begini Alasannya

KOTA, JP Radar Kediri–Polsek Mojoroto dan Satpol PP Kota Kediri menutup jalur pendakian ke Gunung Klotok kemarin. Hal tersebut dilakukan merespons banyaknya pendaki yang biasanya naik ke puncak Klotok saat perayaan HUT Kemerdekaan RI, pada 17 Agustus besok.

Kapolsek Mojoroto Kompol Gatot Setyo Budi mengungkapkan, pihaknya memutuskan menutup jalur pendakian setelah mendapat laporan adanya sekelompok pemuda yang akan melakukan pendakian. “Penutupan dilakukan oleh tim gabungan dari polisi, satpol PP, perhutani, dan Kelurahan Pojok,” ujar Gatot.

Lebih lanjut Gatot menuturkan, dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI, biasanya memang banyak warga yang naik ke puncak Klotok. Mereka sengaja merayakan kemerdekaan dengan mengibarkan bendera di sana.

Dalam kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti sekarang, menurut Gatot hal tersebut dilarang. “Makanya, pendakian ditutup dulu untuk mencegah penyebaran Covid-19,” lanjutnya.

Polisi, jelas Gatot, juga sudah berkoordinasi dengan tukang parkir di sepanjang jalan tembus Lebaktumpang. Orang-orang yang biasa menjaga motor pendaki ini diminta mengimbau pengunjung agar mereka menunda dulu rencana pendakiannya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, penutupan jalur pendakian Gunung Klotok dilakukan dengan memasang garis kuning dan banner imbauan di pintu masuk jalur akses pendakian. Ada dua titik yang ditutup. Yaitu di jalan Lebaktumpang, dan jalur Candi Klotok.

Setelah menutup jalur pendakian kemarin, Gatot menyebut polisi dan satpol PP juga akan melakukan patroli di jalan masuk kawasan pendakian secara rutin. Jika ada warga yang nekat mendaki, akan diberi edukasi dan diimbau untuk turun. “Kalau masih bandel akan kami lakukan penindakan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bripda Yolla dan Bripda Illa, Polwan Penyelam Polres Kediri

Terpisah, Wahyu Hadi, salah satu tukang parkir yang menyediakan jasa penitipan kendaraan membenarkan jika jelang 17 Agustus pendakian di Klotok selalu ramai. Jumlah pendaki bisa mencapai ratusan orang.

Tak hanya kemarin, menurut Wahyu jumlah pendaki sudah mulai banyak sejak beberapa hari lalu. Karenanya, warga memutuskan melaporkan kondisi tersebut ke polsek.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kediri juga belum berencana membuka lagi tempat wisata. Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri masih menunggu arahan dari Pusat. Mengingat saat ini masih masuk zona merah.

“Masih PPKM, yang jelas dalam waktu dekat belum (boleh) buka tempat wisatanya,” tegas Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet. Dia menambahkan, pembukaan kembali tempat wisata menunggu situasi Covid-19 terkendali.

Saat ini satgas terus melakukan patroli di lokasi-lokasi wisata.       Baik di Simpang Lima Gumul, Gunung Kelud, Air Terjun Dolo, dan tempat wisata lainnya. Penjagaan serta penyekatan dilakukan di pintu masuk. Namun tidak hanya ke tempat wisata alam. Namun juga ke wisata lainnya juga. “Seperti tempat makan, kafe, tempat wisata anak, semuanya masih diperketat,” imbuh Slamet.

Baca Juga :  Hujan Deras, Warga Kabupaten Kediri Harus Waspadai Bencana

Penutupan inipun juga bagian dari penerapan PPKM se Jawa-Bali sesuai dengan anjuran Presiden RI Joko Widodo. Yang diperpanjang sejak 3 Juli 2021 lalu. “Sementara kan PPKM di Kabupaten Kediri masih sampai 16 Agustus besok, kita tunggu saja,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Kediri itu.

Ditanya terkait skema pembukaan tempat wisata yang pernah dibahas beberapa bulan lalu, Slamet menjelaskan bahwa skema tersebut hanya mengatur di wilayah zona oranye saja. Terlebih instruksi Mendagri 13/2021 itu juga baru keluar pada Juni 2021 lalu.  “Itu masih skema saja. Dan sekarang pun dengan adanya PPKM semua masih harus dibatasi dan diperketat,” ujarnya.

Slamet berharap warga Kabupaten Kediri juga masih melakukan upaya untuk menjaga agar tidak ada penambahan kasus yang signifikan. Seperti harus menjaga protokol kesehatan, dan juga menaati peraturan selama PPKM Level 4 itu.

Di Kabupaten Kediri saat ini masih dalam zona merah atau risiko tinggi. Per harinya mencatatkan 100 orang yang terpapar Covid-19. Kemarin tercatat ada tambahan 13 orang meninggal. Juga penambahan 112 orang lagi yang terpapar Covid-19. (ica/syi/ut/fud)

 

Konfirmasi           : 12229 (+112)

Aktif                     : 1741 (-106)

Sembuh                : 9550 (+205)

Meninggal            : 938 (+13)

 

Konfirmasi : 3621 (+26)

Aktif : 636 (-42)

Sembuh : 2654 (+65)

Meninggal : 331 (+3)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Polsek Mojoroto dan Satpol PP Kota Kediri menutup jalur pendakian ke Gunung Klotok kemarin. Hal tersebut dilakukan merespons banyaknya pendaki yang biasanya naik ke puncak Klotok saat perayaan HUT Kemerdekaan RI, pada 17 Agustus besok.

Kapolsek Mojoroto Kompol Gatot Setyo Budi mengungkapkan, pihaknya memutuskan menutup jalur pendakian setelah mendapat laporan adanya sekelompok pemuda yang akan melakukan pendakian. “Penutupan dilakukan oleh tim gabungan dari polisi, satpol PP, perhutani, dan Kelurahan Pojok,” ujar Gatot.

Lebih lanjut Gatot menuturkan, dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI, biasanya memang banyak warga yang naik ke puncak Klotok. Mereka sengaja merayakan kemerdekaan dengan mengibarkan bendera di sana.

Dalam kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti sekarang, menurut Gatot hal tersebut dilarang. “Makanya, pendakian ditutup dulu untuk mencegah penyebaran Covid-19,” lanjutnya.

Polisi, jelas Gatot, juga sudah berkoordinasi dengan tukang parkir di sepanjang jalan tembus Lebaktumpang. Orang-orang yang biasa menjaga motor pendaki ini diminta mengimbau pengunjung agar mereka menunda dulu rencana pendakiannya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, penutupan jalur pendakian Gunung Klotok dilakukan dengan memasang garis kuning dan banner imbauan di pintu masuk jalur akses pendakian. Ada dua titik yang ditutup. Yaitu di jalan Lebaktumpang, dan jalur Candi Klotok.

Setelah menutup jalur pendakian kemarin, Gatot menyebut polisi dan satpol PP juga akan melakukan patroli di jalan masuk kawasan pendakian secara rutin. Jika ada warga yang nekat mendaki, akan diberi edukasi dan diimbau untuk turun. “Kalau masih bandel akan kami lakukan penindakan,” tegasnya.

Baca Juga :  Korban Jalur Maut, Polisi Tewas

Terpisah, Wahyu Hadi, salah satu tukang parkir yang menyediakan jasa penitipan kendaraan membenarkan jika jelang 17 Agustus pendakian di Klotok selalu ramai. Jumlah pendaki bisa mencapai ratusan orang.

Tak hanya kemarin, menurut Wahyu jumlah pendaki sudah mulai banyak sejak beberapa hari lalu. Karenanya, warga memutuskan melaporkan kondisi tersebut ke polsek.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kediri juga belum berencana membuka lagi tempat wisata. Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri masih menunggu arahan dari Pusat. Mengingat saat ini masih masuk zona merah.

“Masih PPKM, yang jelas dalam waktu dekat belum (boleh) buka tempat wisatanya,” tegas Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet. Dia menambahkan, pembukaan kembali tempat wisata menunggu situasi Covid-19 terkendali.

Saat ini satgas terus melakukan patroli di lokasi-lokasi wisata.       Baik di Simpang Lima Gumul, Gunung Kelud, Air Terjun Dolo, dan tempat wisata lainnya. Penjagaan serta penyekatan dilakukan di pintu masuk. Namun tidak hanya ke tempat wisata alam. Namun juga ke wisata lainnya juga. “Seperti tempat makan, kafe, tempat wisata anak, semuanya masih diperketat,” imbuh Slamet.

Baca Juga :  Jadi Kapolres Kediri Kota, AKBP Wahyudi Bakal Lakukan Ini

Penutupan inipun juga bagian dari penerapan PPKM se Jawa-Bali sesuai dengan anjuran Presiden RI Joko Widodo. Yang diperpanjang sejak 3 Juli 2021 lalu. “Sementara kan PPKM di Kabupaten Kediri masih sampai 16 Agustus besok, kita tunggu saja,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Kediri itu.

Ditanya terkait skema pembukaan tempat wisata yang pernah dibahas beberapa bulan lalu, Slamet menjelaskan bahwa skema tersebut hanya mengatur di wilayah zona oranye saja. Terlebih instruksi Mendagri 13/2021 itu juga baru keluar pada Juni 2021 lalu.  “Itu masih skema saja. Dan sekarang pun dengan adanya PPKM semua masih harus dibatasi dan diperketat,” ujarnya.

Slamet berharap warga Kabupaten Kediri juga masih melakukan upaya untuk menjaga agar tidak ada penambahan kasus yang signifikan. Seperti harus menjaga protokol kesehatan, dan juga menaati peraturan selama PPKM Level 4 itu.

Di Kabupaten Kediri saat ini masih dalam zona merah atau risiko tinggi. Per harinya mencatatkan 100 orang yang terpapar Covid-19. Kemarin tercatat ada tambahan 13 orang meninggal. Juga penambahan 112 orang lagi yang terpapar Covid-19. (ica/syi/ut/fud)

 

Konfirmasi           : 12229 (+112)

Aktif                     : 1741 (-106)

Sembuh                : 9550 (+205)

Meninggal            : 938 (+13)

 

Konfirmasi : 3621 (+26)

Aktif : 636 (-42)

Sembuh : 2654 (+65)

Meninggal : 331 (+3)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/