26.9 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Pembangunan Pasar Kertosono Mulai Dilelang

NGANJUK – Kepastian lahan tempat pembangunan pasar Kertosono baru belum diputuskan. Meski demikian, proyek pembangunan pasar yang dianggarkan Rp 9,6 miliar itu sudah mulai dilelang. Sejumlah pedagang pun langsung mempertanyakan langkah pemkab tersebut.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kertosono Susanto menegaskan, seperti sebelumnya pedagang tetap ingin pembangunan pasar di lokasi lama. “Kami belum pernah diajak bicara tentang rencana pembangunan pasar. Tahu-tahu sudah dilelang,” katanya.

Lebih lanjut Susanto mengatakan, sebelumnya pedagang sudah bertemu dengan Novi Rahman Hidhayat dan Marhaen Djumadi, bupati dan wakil bupati terpilih. Dalam pembicaraan Juli lalu itu, keduanya mengiyakan keinginan pedagang. Yaitu, pembangunan pasar Kertosono baru dilakukan di lokasi pasar lama.

Makanya, begitu mendengar kabar tentang lelang pembangunan pasar, Susanto mengaku terkejut. Sebab, para pedagang belum pernah sekalipun diajak bicara.

Baca Juga :  Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (13)

“Kalau masalah konsep pembangunan, kami menyerahkan sepenuhnya ke Pemkab Nganjuk,” lanjut Susanto.

Mereka hanya meminta agar pembangunan pasar tetap dilakukan di lokasi lama. Pria bertubuh kurus ini kembali meminta agar pemkab tidak membuat kebijakan sepihak terkait nasib ratusan pedagang itu.

Sementara itu, tak hanya meminta pasar dibangun di lokasi lama, para pedagang juga mengajukan pendirian koperasi di pasar. Dengan demikian, pedagang bisa memiliki wadah khusus yang menunjang aktivitas jual-beli mereka.

Seperti diberitakan, ada dua lokasi yang bisa menjadi tempat pembangunan pasar Kertosono baru. Selain di lokasi lama, pemkab juga mengkaji pembangunan pasar di lahan seluas sekitar tiga hektare di dekat pasar hewan.

Baca Juga :  Impor Datang, Harga Bawang Mulai Stabil

Lokasi ini dipilih karena dianggap lebih luas. Jika pembangunan pasar benar benar direalisasikan di sana, pemkab berencana menjadikan lokasi pasar lama sebagai ruang terbuka hijau.

Rencana tersebut ditentang oleh para pedagang. Alasannya, lokasi pasar tersebut dianggap tidak strategis. Sebab, tidak berada di tepi jalan besar. Karenanya, pedagang berkeras untuk tetap berjualan di lokasi lama.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto yang dikonfirmasi tentang lelang pembangunan pasar, membenarkannya. Lalu, dimana lokasi pembangunan pasar? Ditanya demikian, Agus mengaku belum mengetahui. “Nanti akan kami koordinasikan lagi dengan dinas terkait,” katanya.

- Advertisement -

NGANJUK – Kepastian lahan tempat pembangunan pasar Kertosono baru belum diputuskan. Meski demikian, proyek pembangunan pasar yang dianggarkan Rp 9,6 miliar itu sudah mulai dilelang. Sejumlah pedagang pun langsung mempertanyakan langkah pemkab tersebut.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kertosono Susanto menegaskan, seperti sebelumnya pedagang tetap ingin pembangunan pasar di lokasi lama. “Kami belum pernah diajak bicara tentang rencana pembangunan pasar. Tahu-tahu sudah dilelang,” katanya.

Lebih lanjut Susanto mengatakan, sebelumnya pedagang sudah bertemu dengan Novi Rahman Hidhayat dan Marhaen Djumadi, bupati dan wakil bupati terpilih. Dalam pembicaraan Juli lalu itu, keduanya mengiyakan keinginan pedagang. Yaitu, pembangunan pasar Kertosono baru dilakukan di lokasi pasar lama.

Makanya, begitu mendengar kabar tentang lelang pembangunan pasar, Susanto mengaku terkejut. Sebab, para pedagang belum pernah sekalipun diajak bicara.

Baca Juga :  Harga Telur Mulai Turun

“Kalau masalah konsep pembangunan, kami menyerahkan sepenuhnya ke Pemkab Nganjuk,” lanjut Susanto.

Mereka hanya meminta agar pembangunan pasar tetap dilakukan di lokasi lama. Pria bertubuh kurus ini kembali meminta agar pemkab tidak membuat kebijakan sepihak terkait nasib ratusan pedagang itu.

Sementara itu, tak hanya meminta pasar dibangun di lokasi lama, para pedagang juga mengajukan pendirian koperasi di pasar. Dengan demikian, pedagang bisa memiliki wadah khusus yang menunjang aktivitas jual-beli mereka.

Seperti diberitakan, ada dua lokasi yang bisa menjadi tempat pembangunan pasar Kertosono baru. Selain di lokasi lama, pemkab juga mengkaji pembangunan pasar di lahan seluas sekitar tiga hektare di dekat pasar hewan.

Baca Juga :  Pedagang Konveksi Pasar Setonobetek Mencoba Bertahan

Lokasi ini dipilih karena dianggap lebih luas. Jika pembangunan pasar benar benar direalisasikan di sana, pemkab berencana menjadikan lokasi pasar lama sebagai ruang terbuka hijau.

Rencana tersebut ditentang oleh para pedagang. Alasannya, lokasi pasar tersebut dianggap tidak strategis. Sebab, tidak berada di tepi jalan besar. Karenanya, pedagang berkeras untuk tetap berjualan di lokasi lama.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto yang dikonfirmasi tentang lelang pembangunan pasar, membenarkannya. Lalu, dimana lokasi pembangunan pasar? Ditanya demikian, Agus mengaku belum mengetahui. “Nanti akan kami koordinasikan lagi dengan dinas terkait,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/