24 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Ekonomi Jalan, Masyarakat Tetap Aman

Pencabutan maklumat Kapolri di tengah pandemi memang menimbulkan banyak pertanyaan. Namun langkah itu bukan tanpa pertimbangan. Salah satunya adalah menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Di sisi lain, penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan.

 

Dalam Diskusi Online Covid-19 Jawa Pos Radar Kediri kemarin, sejumlah penjelasan terkait pencabutan maklumat Kapolri itu disampaikan dengan jelas. Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono menyatakan harapan dari kebijakan itu tak lain adalah agar roda ekonomi dan aktivitas masyarakat bisa dilakukan. Hanya saja, aktivitas tersebut bukan berarti masyarakat bisa melakukan dengan bebas.

“Karena di zona merah dan oranye ini, maka masih ada pembatasan-pembatasan di masyarakat,” jelasnya.

Pembatasan itu terutama pada aktivitas yang menimbulkan kerumunan. Dan untuk aktivitas biasa, masyarakat tetap diimbau dapat beraktivitas dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya adalah aktivitas jual beli di pasar tradisional. “Aktivitas itu juga masih dipantau ketat,” tambah pria asal Malang itu.

Baca Juga :  Gereja Sidorejo, Antara Orisinalitas dan Modernisasi

Tak hanya di pasar tradisional. Pengawasan dan penjagaan agar masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan juga dilakukan di beberapa tempat. Yakni di lokasi-lokasi pelayanan vital lainnya.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana mengatakan pencabutan maklumat itu perlu dipahami bersama. “Dengan adanya pencabutan, tidak serta merta memberikan kelonggaran aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Apalagi saat ini di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten dan Kota Kediri masih berada di zona oranye. Menurutnya, pembatasan secara terukur masih terus dilaksanakan.

“Inilah yang terus kami sampaikan kepada masyarakat. Yakni terkait adaptasi kebiasaan baru (AKB),” tandasnya.

Tentu saja, upaya untuk jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan masih sangat perlu dilakukan ketika beraktivitas. “Kemarin daerah kami sudah aman, tapi belakangan muncul lagi, dan ini benar-benar harus diantisipasi,” ungkap Miko.

Baca Juga :  CJH Wajib Rekam Biometrik untuk Syarat Terbitkan Visa¬†

         Itu mengingat adanya peningkatan jumlah terkonfirmasi positif korona beberapa hari terakhir. Upaya pencegahan secara massif, kata Miko, bukan hanya tugas dari polri, satpol PP atau organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Akan tetapi menjadi tugas bersama. “Kami sangat perlu dukungan dari masyarakat untuk memutus rantai penularan Covid-19,” ungkapnya. (din/baz/bersambung)

- Advertisement -

Pencabutan maklumat Kapolri di tengah pandemi memang menimbulkan banyak pertanyaan. Namun langkah itu bukan tanpa pertimbangan. Salah satunya adalah menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Di sisi lain, penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan.

 

Dalam Diskusi Online Covid-19 Jawa Pos Radar Kediri kemarin, sejumlah penjelasan terkait pencabutan maklumat Kapolri itu disampaikan dengan jelas. Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono menyatakan harapan dari kebijakan itu tak lain adalah agar roda ekonomi dan aktivitas masyarakat bisa dilakukan. Hanya saja, aktivitas tersebut bukan berarti masyarakat bisa melakukan dengan bebas.

“Karena di zona merah dan oranye ini, maka masih ada pembatasan-pembatasan di masyarakat,” jelasnya.

Pembatasan itu terutama pada aktivitas yang menimbulkan kerumunan. Dan untuk aktivitas biasa, masyarakat tetap diimbau dapat beraktivitas dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya adalah aktivitas jual beli di pasar tradisional. “Aktivitas itu juga masih dipantau ketat,” tambah pria asal Malang itu.

Baca Juga :  Waspada Hujan Seminggu ke Depan

Tak hanya di pasar tradisional. Pengawasan dan penjagaan agar masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan juga dilakukan di beberapa tempat. Yakni di lokasi-lokasi pelayanan vital lainnya.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana mengatakan pencabutan maklumat itu perlu dipahami bersama. “Dengan adanya pencabutan, tidak serta merta memberikan kelonggaran aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Apalagi saat ini di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten dan Kota Kediri masih berada di zona oranye. Menurutnya, pembatasan secara terukur masih terus dilaksanakan.

“Inilah yang terus kami sampaikan kepada masyarakat. Yakni terkait adaptasi kebiasaan baru (AKB),” tandasnya.

Tentu saja, upaya untuk jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan masih sangat perlu dilakukan ketika beraktivitas. “Kemarin daerah kami sudah aman, tapi belakangan muncul lagi, dan ini benar-benar harus diantisipasi,” ungkap Miko.

Baca Juga :  Kenalkan Tradisi Megengan, Yayasan Sahhala Ajari Anak-Anak Bikin Apem

         Itu mengingat adanya peningkatan jumlah terkonfirmasi positif korona beberapa hari terakhir. Upaya pencegahan secara massif, kata Miko, bukan hanya tugas dari polri, satpol PP atau organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Akan tetapi menjadi tugas bersama. “Kami sangat perlu dukungan dari masyarakat untuk memutus rantai penularan Covid-19,” ungkapnya. (din/baz/bersambung)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/