23.6 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

Tampil di Kelas Inspirasi, Kajari Subroto Ngaku Pernah Loper Koran

- Advertisement -

  KEDIRI KABUPATEN ­– Ada satu moto yang selalu dipegang oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kediri Subroto dalam meraih sukses. Pria asli Semarang memiliki prinsip bahwa dalam meniti karir haruslah bekerja keras, ikhlas, dan tuntas.

“Saya punya semboyan itu. Kalau mau sukses, ya bekerjanya harus dengan tiga poin tersebut. Keras, ikhlas, dan tuntas,” tegas Subroto di hadapan siswa baru SMK Negeri 1 Ngasem kemarin.

Subroto kemarin memang menjadi guru dadakan di hadapan siswa baru. Tampil dalam acara tahunan yang digagas Jawa Pos Radar Kediri, Kelas Inspirasi Eksekutif Mengajar. Kemarin, acara kelas inspirasi itu dimulai di SMK Negeri 1 Ngasem.

Subroto membagi kiatnya itu sembari duduk bersila di lapangan belakang sekolah. Murid-murid pun dengan khidmat mendengarkan cerita yang dibagikannya. Belum lagi, Subroto memang atraktif ketika bercerita. Intonasinya mantap, penuh semangat.

Selain itu, membagikan prinsipnya dalam bekerja dan meraih kesuksesan, pria yang hobi bersepeda ini pun membagikan pahit dan manis kehidupannya. Terutama pada saat masih muda. Subroto muda mengklaim bahwa masa-masa tersebut dilalui dengan penuh perjuangan.

Baca Juga :  Naik Lagi ke Zona Merah, Kabupaten Kediri Terapkan PPKM
- Advertisement -

Bahkan, pada saat berkuliah ia pernah menjadi loper koran. Bukan karena orang tua tidak mampu membiayai atau faktor himpitan ekonomi, Subroto muda memang memiliki semangat yang besar. Ia tidak mau hanya berdiam diri mengandalkan orang lain.

“Sekitar satu tahun saya menjadi loper koran. Lumayan untuk menambah uang saku,” aku pria yang gemar bercanda ini.

Subroto pun menekankan kepada generasi muda agar tidak merasa malu atau bahkan enggan untuk berjuang dan berusaha. Ia menegaskan bahwa tidak pernah merasa malu pada saat menjadi loper koran. Bahkan ia menilai dari fase itulah ia banyak belajar tentang hidup. “Buat apa malu? Orang itu pekerjaan halal kok,” celetuknya.

Oleh karena itulah ia pribadi berharap kepada generasi muda sekarang dapat bekerja keras dan belajar dengan giat. Pasalnya, Subroto meyakini bahwa tantangan masa depan akan jauh lebih susah lagi. Sehingga mau tidak mau perjuangan yang dilakukan juga harus ekstra.

Baca Juga :  Dikabarkan Telantar, Ternyata Afiq Pergi ke Rumah Bibinya

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Ngasem Gatot Sukarno menyambut baik kelas inspirasi yang dilaksanakan di lembaganya tersebut. Ia pun mengapresiasi tinggi apa yang disampaikan oleh pihak Kejari. “Tentunya hal ini akan menjadi input yang bagus untuk anak-anak. Bisa langsung belajar langsung dari Pak Kajari Subroto,” tandas Gatot.

Dalam kegiatan kemarin, Subroto tak hanya berbagi cerita sukses. Tapi juga menjadi inspektur upacara. Selain guru dan murid, upacara juga diikuti oleh rombongan Kejari Kabupaten Kediri dan juga Koramil Ngasem.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Kejari memberikan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif. Acara itu merupakan rangkaian dari Hari Bhakti Adhyaksa ke-59. Selain itu juga untuk memperingati HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke-19.

- Advertisement -

  KEDIRI KABUPATEN ­– Ada satu moto yang selalu dipegang oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kediri Subroto dalam meraih sukses. Pria asli Semarang memiliki prinsip bahwa dalam meniti karir haruslah bekerja keras, ikhlas, dan tuntas.

“Saya punya semboyan itu. Kalau mau sukses, ya bekerjanya harus dengan tiga poin tersebut. Keras, ikhlas, dan tuntas,” tegas Subroto di hadapan siswa baru SMK Negeri 1 Ngasem kemarin.

Subroto kemarin memang menjadi guru dadakan di hadapan siswa baru. Tampil dalam acara tahunan yang digagas Jawa Pos Radar Kediri, Kelas Inspirasi Eksekutif Mengajar. Kemarin, acara kelas inspirasi itu dimulai di SMK Negeri 1 Ngasem.

Subroto membagi kiatnya itu sembari duduk bersila di lapangan belakang sekolah. Murid-murid pun dengan khidmat mendengarkan cerita yang dibagikannya. Belum lagi, Subroto memang atraktif ketika bercerita. Intonasinya mantap, penuh semangat.

Selain itu, membagikan prinsipnya dalam bekerja dan meraih kesuksesan, pria yang hobi bersepeda ini pun membagikan pahit dan manis kehidupannya. Terutama pada saat masih muda. Subroto muda mengklaim bahwa masa-masa tersebut dilalui dengan penuh perjuangan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Minim, Ruang Isoter BLK Ditutup

Bahkan, pada saat berkuliah ia pernah menjadi loper koran. Bukan karena orang tua tidak mampu membiayai atau faktor himpitan ekonomi, Subroto muda memang memiliki semangat yang besar. Ia tidak mau hanya berdiam diri mengandalkan orang lain.

“Sekitar satu tahun saya menjadi loper koran. Lumayan untuk menambah uang saku,” aku pria yang gemar bercanda ini.

Subroto pun menekankan kepada generasi muda agar tidak merasa malu atau bahkan enggan untuk berjuang dan berusaha. Ia menegaskan bahwa tidak pernah merasa malu pada saat menjadi loper koran. Bahkan ia menilai dari fase itulah ia banyak belajar tentang hidup. “Buat apa malu? Orang itu pekerjaan halal kok,” celetuknya.

Oleh karena itulah ia pribadi berharap kepada generasi muda sekarang dapat bekerja keras dan belajar dengan giat. Pasalnya, Subroto meyakini bahwa tantangan masa depan akan jauh lebih susah lagi. Sehingga mau tidak mau perjuangan yang dilakukan juga harus ekstra.

Baca Juga :  Dikabarkan Telantar, Ternyata Afiq Pergi ke Rumah Bibinya

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Ngasem Gatot Sukarno menyambut baik kelas inspirasi yang dilaksanakan di lembaganya tersebut. Ia pun mengapresiasi tinggi apa yang disampaikan oleh pihak Kejari. “Tentunya hal ini akan menjadi input yang bagus untuk anak-anak. Bisa langsung belajar langsung dari Pak Kajari Subroto,” tandas Gatot.

Dalam kegiatan kemarin, Subroto tak hanya berbagi cerita sukses. Tapi juga menjadi inspektur upacara. Selain guru dan murid, upacara juga diikuti oleh rombongan Kejari Kabupaten Kediri dan juga Koramil Ngasem.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Kejari memberikan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif. Acara itu merupakan rangkaian dari Hari Bhakti Adhyaksa ke-59. Selain itu juga untuk memperingati HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke-19.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/