24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Jumlah Positif Korona Tinggi, Pemkab Kediri Masih Lakukan Pembatasan

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pembahasan new normal memang telah masif didengungkan di sejumlah daerah. Namun berbeda dengan Kabupaten Kediri. Pemkab Kediri masih terus berupaya melakukan pembatasan ruang publik karena angka Covid-19 yang masih cenderung bertambah.

Seperti diungkapkan Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri yang juga anggota tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri Kasatpol PP Agoeng Djoko Retmono. “Kami terus melakukan patroli di lokasi yang rawan muncul kerumunan,” terangnya.

Aktivitas berkerumun itu seperti nongkrong, berhenti di area yang dilarang untuk parker seperti di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul, Taman Hijau SLG, dan Taman Depo. Sebab area tersebut masih ditutup untuk umum.

Selain itu, upaya pencegahan juga masih terus dilakukan di tempat publik seperti pasar tradisional. Dikhususkan bagi pedagang maupun pembeli yang berkunjung di pasar-pasar yang dikelola pemkab.

Kata Agung, untuk penjual yang tidak memakai masker, disuruh pulang untuk mengambil masker atau membeli masker terlebih dahulu di toko terdekat. Sedangkan bagi penjual yang tetap tidak memakai masker, dilarang untuk berjualan.

Sementara upaya physical distancing di lokasi-lokasi publik di Kecamatan Pare juga terus dipantau. Sekretaris GTPP Slamet Turmudi menyampaikan, selain satpol PP, patroli juga oleh pihak kepolisian. “Setiap akhir pekan di Pare terap ada penutupan jalan protokol untuk physical distancing,” tambahnya.

Baca Juga :  Reaktif, 53 Orang Jalani Tes Swab Bertahap

Jalan protokol yang menjadi sasaran utama yakni PK Bangsa dan PB Sudirman. Itu dilakukan setiap Sabtu malam. Sementara malam-malam berikutnya polisi melakukan patroli di tempat fasilitas publik. Seperti tadi malam, polisi juga melakukan patroli di Taman Tugu Garuda Pare.

Sementara kabar tren perkembangan kasus positif korona di Kabupaten Kediri, jubir GTPP dr Ahmad Chotib menyebut ada peningkatan untuk pasien sembuh. Akan tetapi hal itu bukan jadi alasan untuk abai pada protokol kesehatan. “Kami harap masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,

cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak dan wajib memakai masker saat berraktivitas,” pesannya.

Sementara itu, hal sama juga dilakukan Pemkot Kediri. Diungkapkan Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

          Ia menjelaskan bahwa pihaknya, bersama dengan jajaran lain, terus melakukan patroli. “Baik jajaran Satpol PP saja, atau patroli rutin bersama dengan Polresta, TNI, BPBD, Dishub, dan Dinkes,” imbuhnya.

          Dengan mengacu peraturan wali kota (Perwal) nomor 16 tahun 2020 tentang pengendalian kegiatan hiburan dan perdagangan, Nur Khamid menjelaskan bahwa Sabtu (13/6) malam, masih banyak pengunjung di warung yang duduk berdekatan, dan tidak mengenakan masker. “Begitupula mengenai jam operasional yang harus mengakhiri kegiatan pada pukul 22.00, namun kemarin malam (Sabtu, Red) ternyata masih banyak yang belum menaati,” terang Nur Khamid.

Baca Juga :  Perpanjang Waktu Pemberkasan

          Seperti saat pembubaran paksa yang masih berkumpul di sepanjang Jalan Inspeksi Brantas, di sepanjang dramaga. Petugas patroli gabungan melakukan imbauan pemilik warung agar tegas menegur pelanggan yang datang tanpa masker, atau dalam jumlah banyak.

          Dalam Perwali Kediri nomor 16 tahun 2020, sudah dijelaskan bahwa pemilik usaha juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan di warung, atau tokonya. Baik untuk menyediakan fasilitas cuci tangan, hingga pengurangan pengunjung yang datang, maksimal 50 persen dari kondisi toko saat penuh.

          Sampai saat ini, belum ada warung hingga toko yang dilakukan patroli selama pandemi Covid-19. Masih belum ada pemilik warung atau toko yang melanggar hingga pemberlakuan pencabutan izin usaha. “Sejauh ini, sanksi yang diberlakukan penutupan tempat usaha selama satu hari. Setelah itu, mulai berbenah diri, untuk terus menaati peraturan yang sudah dibuat,” terang Nur Khamid.

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pembahasan new normal memang telah masif didengungkan di sejumlah daerah. Namun berbeda dengan Kabupaten Kediri. Pemkab Kediri masih terus berupaya melakukan pembatasan ruang publik karena angka Covid-19 yang masih cenderung bertambah.

Seperti diungkapkan Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri yang juga anggota tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri Kasatpol PP Agoeng Djoko Retmono. “Kami terus melakukan patroli di lokasi yang rawan muncul kerumunan,” terangnya.

Aktivitas berkerumun itu seperti nongkrong, berhenti di area yang dilarang untuk parker seperti di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul, Taman Hijau SLG, dan Taman Depo. Sebab area tersebut masih ditutup untuk umum.

Selain itu, upaya pencegahan juga masih terus dilakukan di tempat publik seperti pasar tradisional. Dikhususkan bagi pedagang maupun pembeli yang berkunjung di pasar-pasar yang dikelola pemkab.

Kata Agung, untuk penjual yang tidak memakai masker, disuruh pulang untuk mengambil masker atau membeli masker terlebih dahulu di toko terdekat. Sedangkan bagi penjual yang tetap tidak memakai masker, dilarang untuk berjualan.

Sementara upaya physical distancing di lokasi-lokasi publik di Kecamatan Pare juga terus dipantau. Sekretaris GTPP Slamet Turmudi menyampaikan, selain satpol PP, patroli juga oleh pihak kepolisian. “Setiap akhir pekan di Pare terap ada penutupan jalan protokol untuk physical distancing,” tambahnya.

Baca Juga :  Proyek-Proyek di Kediri Ini Tertunda gara-gara Pagebluk Korona

Jalan protokol yang menjadi sasaran utama yakni PK Bangsa dan PB Sudirman. Itu dilakukan setiap Sabtu malam. Sementara malam-malam berikutnya polisi melakukan patroli di tempat fasilitas publik. Seperti tadi malam, polisi juga melakukan patroli di Taman Tugu Garuda Pare.

Sementara kabar tren perkembangan kasus positif korona di Kabupaten Kediri, jubir GTPP dr Ahmad Chotib menyebut ada peningkatan untuk pasien sembuh. Akan tetapi hal itu bukan jadi alasan untuk abai pada protokol kesehatan. “Kami harap masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,

cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak dan wajib memakai masker saat berraktivitas,” pesannya.

Sementara itu, hal sama juga dilakukan Pemkot Kediri. Diungkapkan Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

          Ia menjelaskan bahwa pihaknya, bersama dengan jajaran lain, terus melakukan patroli. “Baik jajaran Satpol PP saja, atau patroli rutin bersama dengan Polresta, TNI, BPBD, Dishub, dan Dinkes,” imbuhnya.

          Dengan mengacu peraturan wali kota (Perwal) nomor 16 tahun 2020 tentang pengendalian kegiatan hiburan dan perdagangan, Nur Khamid menjelaskan bahwa Sabtu (13/6) malam, masih banyak pengunjung di warung yang duduk berdekatan, dan tidak mengenakan masker. “Begitupula mengenai jam operasional yang harus mengakhiri kegiatan pada pukul 22.00, namun kemarin malam (Sabtu, Red) ternyata masih banyak yang belum menaati,” terang Nur Khamid.

Baca Juga :  Bawaslu Minta KPUD Evaluasi Rekanan

          Seperti saat pembubaran paksa yang masih berkumpul di sepanjang Jalan Inspeksi Brantas, di sepanjang dramaga. Petugas patroli gabungan melakukan imbauan pemilik warung agar tegas menegur pelanggan yang datang tanpa masker, atau dalam jumlah banyak.

          Dalam Perwali Kediri nomor 16 tahun 2020, sudah dijelaskan bahwa pemilik usaha juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan di warung, atau tokonya. Baik untuk menyediakan fasilitas cuci tangan, hingga pengurangan pengunjung yang datang, maksimal 50 persen dari kondisi toko saat penuh.

          Sampai saat ini, belum ada warung hingga toko yang dilakukan patroli selama pandemi Covid-19. Masih belum ada pemilik warung atau toko yang melanggar hingga pemberlakuan pencabutan izin usaha. “Sejauh ini, sanksi yang diberlakukan penutupan tempat usaha selama satu hari. Setelah itu, mulai berbenah diri, untuk terus menaati peraturan yang sudah dibuat,” terang Nur Khamid.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/