24 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Akses ke Kelud dan Siman Berlubang, Ini Sebabnya

KABUPATEN, JP Radar Kediri –  Kondisi jalan di Jalan Rajawali, Desa Tawang, Kecamatan Wates, rusak berat. Jalan yang menjadi penghubung dengan lokasi wisata Gunung Kelud itu penuh lubah di hampir seluruh badan jalan. Akibatnya, kendaraan tak bisa berjalan cepat dan sering menimbulkan kemacetan.

Sebenarnya, jalan itu sudah beberapa kali diperbaiki. Namun karena banyak truk dengan bobot muatan besar membuat jalan cepat rusak lagi. Warga berharap jalan diperbaiki dengan dicor atau dirabat beton agar kuat.

Menurut Kapolsek Wates AKP Suharsono, kondisi jalan yang seperti itu sudah sejak dua tahun lalu. “Sempat diukur oleh petugas terkait namun setelah itu tidak ada tindak lanjutnya,” terang Suharsono.

Bila dilihat, kondisi jalanan tersebut sangat mengenaskan. Penuh lubang dengan diameter  hampir satu meter. Kendaraan yang melintas pun tak bisa cepat. Mereka hanya bisa melaju dengan kecepatan 20 km per jam.

Beberapa kali warga setempat menambal jalan tersebut dengan dana swadaya. Upaya itu dilakukan karena jalan tersebut merupakan akses utama ke lokasi wisata Gunung Kelud yang selalu ramai.

Baca Juga :  Gali Joglangan, Temukan Arca Terpenggal

Tomi, 31, warga setempat mengatakan kerusakan jalan itu menyusahkan pengendara. Sering terlihat pengendara yang melintas di jalan itu bannya bocor. Beruntung belum pernah terjadi kecelakaan selama ini.

Penjual jamu di pojok Jalan Rajawali ini mengatakan, warga beberapa kali menambal lubang di jalanan itu. Sayang, belum sampai seminggu sudah berlubang lagi.

Masih menurut Tomi, perbaikan jalan hanya terjadi menjelang tahun baru, Hari Raya Idul Fitri, atau ketika ada kunjungan pimpinan daerah. Setelah itu setelah dilewati truk-truk besar, dalam beberapa hari jalan kembali berlubang.

Tomi menegaskan warga setempat berharap jalan segera diperbaiki agar tak menimbulkan kemacetan seperti sekarang ini. Warga juga berharap perbaikan tak sekadar menembel. Tapi juga memperkuat dengan rabat beton atau cor.

Sekretaris Dinas PUPR Mutingah, ketika dikonfirmasi mengatakan, jalan di lokasi tersebut rusak karena sering dilewati truk besar. Pihak PUPR pun sudah merencanakan memperbaiki lagi jalan tersebut. Rencananya, kali ini dengan bahan yang lebih berkualitas.

Baca Juga :  Ada Bunyi Rebana dari Arca Terbang

Sementara itu, kerusakan jalan juga terlihat di area menuju wisata Waduk Siman. Tepatnya di Dusun Juwah, Desa Siman, Kecamatan Kepung. Meskipun lubangnya tidak terlalu banyak tapi lebar dan dalam. Sehingga membahayakan pengendara.

Badan jalan yang selebar 5 meter jadi sempit karena lubang mencapai diameter setengah meter hingga satu meter. Kedalamannya juga mencapai 10 sentimeter. Padahal pada hari libur banyak yang melintasi jalan tersebut. Terutama yang dari arah Pare. Pengendara dari arah timur harus berjalan lebih ke kanan karena menghindari lubang.

 “Sudah lama rusaknya itu tapi ya cuma sekitar situ saja,” ujar Diyah Pitaloka, 20, warga Desa Kebonrejo, kecamatan Kepung yang sore (14/6) menuju Waduk Siman. Menurutnya, jalan tersebut rusak karena sering dilewati truk bermuatan pasir.

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri –  Kondisi jalan di Jalan Rajawali, Desa Tawang, Kecamatan Wates, rusak berat. Jalan yang menjadi penghubung dengan lokasi wisata Gunung Kelud itu penuh lubah di hampir seluruh badan jalan. Akibatnya, kendaraan tak bisa berjalan cepat dan sering menimbulkan kemacetan.

Sebenarnya, jalan itu sudah beberapa kali diperbaiki. Namun karena banyak truk dengan bobot muatan besar membuat jalan cepat rusak lagi. Warga berharap jalan diperbaiki dengan dicor atau dirabat beton agar kuat.

Menurut Kapolsek Wates AKP Suharsono, kondisi jalan yang seperti itu sudah sejak dua tahun lalu. “Sempat diukur oleh petugas terkait namun setelah itu tidak ada tindak lanjutnya,” terang Suharsono.

Bila dilihat, kondisi jalanan tersebut sangat mengenaskan. Penuh lubang dengan diameter  hampir satu meter. Kendaraan yang melintas pun tak bisa cepat. Mereka hanya bisa melaju dengan kecepatan 20 km per jam.

Beberapa kali warga setempat menambal jalan tersebut dengan dana swadaya. Upaya itu dilakukan karena jalan tersebut merupakan akses utama ke lokasi wisata Gunung Kelud yang selalu ramai.

Baca Juga :  Pengurukan Lahan Relokasi Mulai Agustus

Tomi, 31, warga setempat mengatakan kerusakan jalan itu menyusahkan pengendara. Sering terlihat pengendara yang melintas di jalan itu bannya bocor. Beruntung belum pernah terjadi kecelakaan selama ini.

Penjual jamu di pojok Jalan Rajawali ini mengatakan, warga beberapa kali menambal lubang di jalanan itu. Sayang, belum sampai seminggu sudah berlubang lagi.

Masih menurut Tomi, perbaikan jalan hanya terjadi menjelang tahun baru, Hari Raya Idul Fitri, atau ketika ada kunjungan pimpinan daerah. Setelah itu setelah dilewati truk-truk besar, dalam beberapa hari jalan kembali berlubang.

Tomi menegaskan warga setempat berharap jalan segera diperbaiki agar tak menimbulkan kemacetan seperti sekarang ini. Warga juga berharap perbaikan tak sekadar menembel. Tapi juga memperkuat dengan rabat beton atau cor.

Sekretaris Dinas PUPR Mutingah, ketika dikonfirmasi mengatakan, jalan di lokasi tersebut rusak karena sering dilewati truk besar. Pihak PUPR pun sudah merencanakan memperbaiki lagi jalan tersebut. Rencananya, kali ini dengan bahan yang lebih berkualitas.

Baca Juga :  Serpihan Artefak Kuno Terkumpul di Situs Panjer

Sementara itu, kerusakan jalan juga terlihat di area menuju wisata Waduk Siman. Tepatnya di Dusun Juwah, Desa Siman, Kecamatan Kepung. Meskipun lubangnya tidak terlalu banyak tapi lebar dan dalam. Sehingga membahayakan pengendara.

Badan jalan yang selebar 5 meter jadi sempit karena lubang mencapai diameter setengah meter hingga satu meter. Kedalamannya juga mencapai 10 sentimeter. Padahal pada hari libur banyak yang melintasi jalan tersebut. Terutama yang dari arah Pare. Pengendara dari arah timur harus berjalan lebih ke kanan karena menghindari lubang.

 “Sudah lama rusaknya itu tapi ya cuma sekitar situ saja,” ujar Diyah Pitaloka, 20, warga Desa Kebonrejo, kecamatan Kepung yang sore (14/6) menuju Waduk Siman. Menurutnya, jalan tersebut rusak karena sering dilewati truk bermuatan pasir.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/