26.4 C
Kediri
Monday, August 15, 2022

Respons Cepat terhadap Keluhan Warga

- Advertisement -

Indikator lain yang berhasil dipenuhi pemkot untuk meraih RKCI 2017 adalah

keamanan dan kebencanaan kota. Seperti apa program safe and secure cities itu?

 

Bukan isapan jempol Pemkot Kediri memang sangat gencar dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban umum (trantibum) di masyarakat. Setiap keluhan warga bisa langsung terdeteksi aparatur pemerintah. Sehingga bisa langsung mendapat respons dan ditindaklanjuti.

“Kita ada aplikasi Surga (Suara Warga),” terang Herwin Zakiyah, tim informasi dan teknologi (IT) Pemkot Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri.

- Advertisement -

Menurutnya, ada banyak keluhan maupun informasi dari warga yang masuk ke aplikasi Surga. Ada yang melalui pesan singkat maupun di website yang telah disediakan. Dulu mungkin ada keluhan terkait dengan pelayanan, namun keluhan yang masuk lebih pada kondisi lingkungannya.

“Misalkan PJU (penerangan jalan umum, Red) di wilayahnya mati, atau ada orang gila yang meresahkan warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Melihat Tradisi Kenduri di Kolong Jembatan Brawijaya

Dengan mengetahui laporan-laporan tersebut, Herwin mengatakan, pihak-pihak terkait bisa langsung menindaklanjutinya. Seperti yang dilakukan oleh satpol PP Kota Kediri. Berbagai keluhan dan laporan dari warga langsung direspons dengan menurunkan personel ke titik yang ditunjukkan.

“Kita ada nomor ponsel (telepon seluler) yakni di 082140883835 yang on 24 jam. Dari sana semua informasi akan ditindaklanjuti,” terang Ali Mukhlis, plt kepala satpol PP Kota Kediri, kepada wartawan koran ini.

Jika kemudian laporan tersebut ada hubungannya dengan pihak lain, Mukhlis menyebut, satpol PP akan berkoordinasi dengan pihak yang terkait. Misalkan jika ada pohon tumbang, maka yang dihubungi selanjutnya adalah Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota untuk membantu membereskan dahan.

Jika dalam giat sweeping ditemukan indikasi pidana maka tindaklanjutnya dengan melimpahkannya ke petugas kepolisian. Begitu pula ketika ada temuan anak-anak punk maupun gelandangan pengemis maka dinas sosial (dinsos) yang kemudian diajak berkoordinasi.

Baca Juga :  Relokasi Pasar Mrican Masih Belum Terwujud

“Kita pantau terus melalui patroli saat pagi, siang, malam bahkan dini hari demi menjaga suasana Kota Kediri tetap kondusif,” tandasnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri. Disediakan grup whatsapp yang digunakan untuk bertukar informasi tentang kondisi terkini di setiap titik rawan bencana seperti banjir.

Ketika kondisi sudah sampai waspada, tim akan langsung turun untuk mencegah banjir terjadi. Atau jika ada korban rumah roboh karena angin atau pohon tumbang, tim langsung turun memberikan bantuan.

“Kita terus tingkatkan kewaspadaan meski Kota Kediri saat ini relatif aman dan kondusif,” tandas Syamsul Bahri, kepala BPBD Kota Kediri, melalui Bambang Rihadi, koordinator tim reaksi cepat (TRC) BPBD.

- Advertisement -

Indikator lain yang berhasil dipenuhi pemkot untuk meraih RKCI 2017 adalah

keamanan dan kebencanaan kota. Seperti apa program safe and secure cities itu?

 

Bukan isapan jempol Pemkot Kediri memang sangat gencar dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban umum (trantibum) di masyarakat. Setiap keluhan warga bisa langsung terdeteksi aparatur pemerintah. Sehingga bisa langsung mendapat respons dan ditindaklanjuti.

“Kita ada aplikasi Surga (Suara Warga),” terang Herwin Zakiyah, tim informasi dan teknologi (IT) Pemkot Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Menurutnya, ada banyak keluhan maupun informasi dari warga yang masuk ke aplikasi Surga. Ada yang melalui pesan singkat maupun di website yang telah disediakan. Dulu mungkin ada keluhan terkait dengan pelayanan, namun keluhan yang masuk lebih pada kondisi lingkungannya.

“Misalkan PJU (penerangan jalan umum, Red) di wilayahnya mati, atau ada orang gila yang meresahkan warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketawa sambil Jaring Aspirasi Anak Muda

Dengan mengetahui laporan-laporan tersebut, Herwin mengatakan, pihak-pihak terkait bisa langsung menindaklanjutinya. Seperti yang dilakukan oleh satpol PP Kota Kediri. Berbagai keluhan dan laporan dari warga langsung direspons dengan menurunkan personel ke titik yang ditunjukkan.

“Kita ada nomor ponsel (telepon seluler) yakni di 082140883835 yang on 24 jam. Dari sana semua informasi akan ditindaklanjuti,” terang Ali Mukhlis, plt kepala satpol PP Kota Kediri, kepada wartawan koran ini.

Jika kemudian laporan tersebut ada hubungannya dengan pihak lain, Mukhlis menyebut, satpol PP akan berkoordinasi dengan pihak yang terkait. Misalkan jika ada pohon tumbang, maka yang dihubungi selanjutnya adalah Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota untuk membantu membereskan dahan.

Jika dalam giat sweeping ditemukan indikasi pidana maka tindaklanjutnya dengan melimpahkannya ke petugas kepolisian. Begitu pula ketika ada temuan anak-anak punk maupun gelandangan pengemis maka dinas sosial (dinsos) yang kemudian diajak berkoordinasi.

Baca Juga :  Kemacetan Jadi Momok di Jalan Brawijaya

“Kita pantau terus melalui patroli saat pagi, siang, malam bahkan dini hari demi menjaga suasana Kota Kediri tetap kondusif,” tandasnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri. Disediakan grup whatsapp yang digunakan untuk bertukar informasi tentang kondisi terkini di setiap titik rawan bencana seperti banjir.

Ketika kondisi sudah sampai waspada, tim akan langsung turun untuk mencegah banjir terjadi. Atau jika ada korban rumah roboh karena angin atau pohon tumbang, tim langsung turun memberikan bantuan.

“Kita terus tingkatkan kewaspadaan meski Kota Kediri saat ini relatif aman dan kondusif,” tandas Syamsul Bahri, kepala BPBD Kota Kediri, melalui Bambang Rihadi, koordinator tim reaksi cepat (TRC) BPBD.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/