26 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Perbaikan Jembatan Kedungbencah Ngetos Butuh Ratusan Juta

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Perbaikan jembatan Kedungbencah di Desa Kweden, Ngetos diperkirakan membutuhkan dana ratusan juta rupiah. Hitungan itu muncul setelah tim dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) mengecek lokasi jembatan yang ambruk pada Sabtu (13/3) lalu.

Kepala Dinas PUPR Nganjuk Gunawan Widagdo menjelaskan, setidaknya dibutuhkan dana antara Rp 150-200 juta untuk pembangunan jembatan. Terutama untuk memperbaiki dua pilar dan lantai jembatan yang rusak. “Angka itu masih gambaran kasarnya. Kami perlu berkoordinasi lebih lanjut untuk memastikannya,” ujar Gunawan.

Untuk pendanaan, menurutnya bisa melalui kolaborasi anggaran. Yakni, dari dana PUPR yang jumlahnya tidak bisa besar karena menggunakan anggaran rutin. Sehingga, harus ditambah anggaran kebencanaan.

Gunawan menuturkan, ambrolnya jembatan kedungbencah termasuk kategori darurat. Karenanya, pengerjaan pembangunan bisa saja menggunakan anggaran kebencanaan. “Kami akan bicarakan secara teknisnya dulu seperti apa,” lanjutnya.

Baca Juga :  Perpus Keliling Tak Beroperasi

Sebelumnya sempat muncul juga opsi untuk menggunakan jembatan bailey atau jembatan rangka baja portabel sebagai jembatan darurat. Hanya saja, pemkab tidak memiliki jembatan tersebut. Sehingga mereka harus menyewa ke Pemprov Jatim jika ingin menggunakannya.

- Advertisement -

Sesuai mekanisme, pemkab harus mengirim surat ke pemprov agar bisa menggunakan untuk dapat menggunakan jembatan bailey. “Statusnya pinjam. Kami perlu juga mempertimbangkan biaya untuk mengangkut jembatan tersebut dari Surabaya ke sini,” terangnya.

Lebih jauh Gunawan menjelaskan, sejatinya jembatan yang telah berumur 28 tahun tersebut direncanakan akan dibangun ulang. Yakni melalui program intensif super unggul (PISU) pada April nanti. Hanya saja, sebelum sempat mendapatkan perbaikan tersebut, jembatan Kedungbencah sudah ambrol lebih dahulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, jembatan Kedungbencah patah pada Jumat (12/3) malam. Gunawan menyebut rusaknya jembatan itu karena terjadi pengeroposan fondasi atau pilar jembatan. “Pilar tengah ada dua. Yang satu roboh. Yang satu mungkin aus karena gerusan air. Terjadi scouring atau gerusan,” papar Gunawan.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Kertosono Ogah di Lantai Tiga

Untuk diketahui, jembatan dengan panjang total sekitar 27 meter itu merupakan akses utama untuk menuju Desa Kweden, Ngetos. Akibat putusnya jembatan tersebut, warga harus memutar ke desa sebelah untuk menuju pusat kecamatan.

Ada dua alternatif yang bisa digunakan warga untuk melintas sementara ini. Yakni melewati jalur Dusun Manikan, Desa/Kecamatan Ngetos. Namun untuk melewati jalur tersebut warga harus memutar sejauh enam kilometer. Sedangkan kedua melewati jalur Desa Kebonagung, Sawahan. Dengan jalur ini, warga harus memutar sejauh tiga kilometer.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Perbaikan jembatan Kedungbencah di Desa Kweden, Ngetos diperkirakan membutuhkan dana ratusan juta rupiah. Hitungan itu muncul setelah tim dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) mengecek lokasi jembatan yang ambruk pada Sabtu (13/3) lalu.

Kepala Dinas PUPR Nganjuk Gunawan Widagdo menjelaskan, setidaknya dibutuhkan dana antara Rp 150-200 juta untuk pembangunan jembatan. Terutama untuk memperbaiki dua pilar dan lantai jembatan yang rusak. “Angka itu masih gambaran kasarnya. Kami perlu berkoordinasi lebih lanjut untuk memastikannya,” ujar Gunawan.

Untuk pendanaan, menurutnya bisa melalui kolaborasi anggaran. Yakni, dari dana PUPR yang jumlahnya tidak bisa besar karena menggunakan anggaran rutin. Sehingga, harus ditambah anggaran kebencanaan.

Gunawan menuturkan, ambrolnya jembatan kedungbencah termasuk kategori darurat. Karenanya, pengerjaan pembangunan bisa saja menggunakan anggaran kebencanaan. “Kami akan bicarakan secara teknisnya dulu seperti apa,” lanjutnya.

Baca Juga :  Heboh Karyawan Mal di Kediri Positif Korona, Ini Faktanya  

Sebelumnya sempat muncul juga opsi untuk menggunakan jembatan bailey atau jembatan rangka baja portabel sebagai jembatan darurat. Hanya saja, pemkab tidak memiliki jembatan tersebut. Sehingga mereka harus menyewa ke Pemprov Jatim jika ingin menggunakannya.

Sesuai mekanisme, pemkab harus mengirim surat ke pemprov agar bisa menggunakan untuk dapat menggunakan jembatan bailey. “Statusnya pinjam. Kami perlu juga mempertimbangkan biaya untuk mengangkut jembatan tersebut dari Surabaya ke sini,” terangnya.

Lebih jauh Gunawan menjelaskan, sejatinya jembatan yang telah berumur 28 tahun tersebut direncanakan akan dibangun ulang. Yakni melalui program intensif super unggul (PISU) pada April nanti. Hanya saja, sebelum sempat mendapatkan perbaikan tersebut, jembatan Kedungbencah sudah ambrol lebih dahulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, jembatan Kedungbencah patah pada Jumat (12/3) malam. Gunawan menyebut rusaknya jembatan itu karena terjadi pengeroposan fondasi atau pilar jembatan. “Pilar tengah ada dua. Yang satu roboh. Yang satu mungkin aus karena gerusan air. Terjadi scouring atau gerusan,” papar Gunawan.

Baca Juga :  Terhipnotis, Uang Belasan Juta Raib

Untuk diketahui, jembatan dengan panjang total sekitar 27 meter itu merupakan akses utama untuk menuju Desa Kweden, Ngetos. Akibat putusnya jembatan tersebut, warga harus memutar ke desa sebelah untuk menuju pusat kecamatan.

Ada dua alternatif yang bisa digunakan warga untuk melintas sementara ini. Yakni melewati jalur Dusun Manikan, Desa/Kecamatan Ngetos. Namun untuk melewati jalur tersebut warga harus memutar sejauh enam kilometer. Sedangkan kedua melewati jalur Desa Kebonagung, Sawahan. Dengan jalur ini, warga harus memutar sejauh tiga kilometer.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/