24.3 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Disdik Nganjuk Bahas Skema Pembelajaran Tatap Muka di Pandemi Korona

- Advertisement -

Presiden Joko Widodo sudah memberi lampu hijau pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Menindaklanjuti hal itu, dinas pendidikan mulai menyiapkan skema pembelajaran. Meski, untuk pelaksanaan masih menunggu instruksi resmi.

Kebid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Nganjuk Restiyan Effendi mengungkapkan, saat ini disdik mulai menyiapkan skema jika PTM benar-benar dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli nanti. “Bisa dengan sistem sif atau masuk sebagian.  Itu sedang disiapkan,” ujarnya.

Hingga minggu kedua Maret ini menurutnya belum ada langkah resmi yang diambil Disdik Nganjuk. Meski demikian, mereka tidak harus menyiapkan banyak hal untuk menyambut pelaksanaan PTM tersebut.

Yang jadi konsentrasi disdik saat ini menurutnya adalah instruksi resmi dari pusat terkait PTM dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum selesai. “Kami tetap harus menunggu surat. Harus ada hitam diatas putih,” terang pria yang sebelumnya bertugas di dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana itu.

Baca Juga :  Ratusan Pedagang Gulung Tikar

Persiapan disdik, tutur Restiyan, sudah dilakukan sejak Desember 2020 lalu. Saat itu, disdik menggelar serangkaian persiapan setelah mendapat SE Kemendikbud terkait persiapan PTM di daerah. Rupanya, PTM yang sedianya digelar Januari 2021 lalu batal dilaksanakan.

- Advertisement -

Karenanya, jika Juli nanti benar-benar dilaksanakan PTM, menurut Restiyan disdik tinggal menegaskan kembali kesiapan sekolah dalam penerapannya. Terutama, terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat di sekolah. “Tugas disdik memastikan apakah sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan di sekolah sudah memadai atau belum,” tegasnya.

Restiyan menjelaskan, setiap sekolah wajib menyediakan dan memfasilitasi penerapan prokes. Sehingga, penularan Covid-19 di lingkungan sekolah bisa dicegah.

Terkait kepastian penerapan PTM di Kabupaten Nganjuk, menurut Restiyan hal tersebut bukanlah kewenangan disdik. Melainkan, diputuskan oleh Pemkab Nganjuk setelah ada kebijakan yang pasti dari pusat.

Baca Juga :  Kisah Pengungsi Longsor Ngetos Merayakan Lebaran dalam Keterbatasan

 

Persiapan PTM:

-Sekolah bisa menganggarkan pemenuhan prokes dari anggaran BOS

-Disdik akan mengecek kelengkapan sarana dan prasarana sebelum penerapan PTM

-Jika dinyatakan layak, sekolah bisa memulai pembelajaran dengan ketentuan khusus

-Penerapan PTM menunggu evaluasi satgas Covid-19

- Advertisement -

Presiden Joko Widodo sudah memberi lampu hijau pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Menindaklanjuti hal itu, dinas pendidikan mulai menyiapkan skema pembelajaran. Meski, untuk pelaksanaan masih menunggu instruksi resmi.

Kebid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Nganjuk Restiyan Effendi mengungkapkan, saat ini disdik mulai menyiapkan skema jika PTM benar-benar dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli nanti. “Bisa dengan sistem sif atau masuk sebagian.  Itu sedang disiapkan,” ujarnya.

Hingga minggu kedua Maret ini menurutnya belum ada langkah resmi yang diambil Disdik Nganjuk. Meski demikian, mereka tidak harus menyiapkan banyak hal untuk menyambut pelaksanaan PTM tersebut.

Yang jadi konsentrasi disdik saat ini menurutnya adalah instruksi resmi dari pusat terkait PTM dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum selesai. “Kami tetap harus menunggu surat. Harus ada hitam diatas putih,” terang pria yang sebelumnya bertugas di dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana itu.

Baca Juga :  Maria Tunda Dewi, Satu-satunya Ketua Parpol Perempuan di Nganjuk

Persiapan disdik, tutur Restiyan, sudah dilakukan sejak Desember 2020 lalu. Saat itu, disdik menggelar serangkaian persiapan setelah mendapat SE Kemendikbud terkait persiapan PTM di daerah. Rupanya, PTM yang sedianya digelar Januari 2021 lalu batal dilaksanakan.

Karenanya, jika Juli nanti benar-benar dilaksanakan PTM, menurut Restiyan disdik tinggal menegaskan kembali kesiapan sekolah dalam penerapannya. Terutama, terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat di sekolah. “Tugas disdik memastikan apakah sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan di sekolah sudah memadai atau belum,” tegasnya.

Restiyan menjelaskan, setiap sekolah wajib menyediakan dan memfasilitasi penerapan prokes. Sehingga, penularan Covid-19 di lingkungan sekolah bisa dicegah.

Terkait kepastian penerapan PTM di Kabupaten Nganjuk, menurut Restiyan hal tersebut bukanlah kewenangan disdik. Melainkan, diputuskan oleh Pemkab Nganjuk setelah ada kebijakan yang pasti dari pusat.

Baca Juga :  Cegah Dampak Limbah di Nganjuk, Sebagian Warga Mengungsi

 

Persiapan PTM:

-Sekolah bisa menganggarkan pemenuhan prokes dari anggaran BOS

-Disdik akan mengecek kelengkapan sarana dan prasarana sebelum penerapan PTM

-Jika dinyatakan layak, sekolah bisa memulai pembelajaran dengan ketentuan khusus

-Penerapan PTM menunggu evaluasi satgas Covid-19

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/