27.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Hujan Hambat Proyek Jembatan

NGANJUK – Memasuki musim penghujan, proyek double track bakal sedikit terhambat. Terutama untuk pembangunan jembatan kereta api di atas sungai. Meski demikian, proyek terus berjalan sampai memenuhi target sekitar 70 persen di akhir bulan ini.

Pengawas Proyek Double Track Jombang-Madiun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sudarto mengatakan, di wilayah Kabupaten Nganjuk, ada 10 jembetan kereta api yang dibangun. Beberapa di antaranya jembatan di atas sungai.

Untuk jembatan yang berada di atas jalan raya, lanjut Sudarta, tidak menemui kendala jika hujan tiba. Misalnya jembatan di Jl AR Saleh, utara Rumah Sakit (RS) Bhayangkara dan Jl Diponegoro, sisi utara Jl Diponegoro. “Kalau hujan, tidak ada pengaruhnya,” ujarnya.

Namun khusus jembatan di atas sungai seperti di depan Mapolres Nganjuk yang sedikit terhambat. Sebab jika hujan turun, kata Sudarto, dikhawatirkan debit air sungai naik. “Itu yang menyulitkan kami untuk mengerjakan,” kata yang beralamat di Jl HOS Cokroaminoto, Kecamatan Nganjuk ini.

Baca Juga :  Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (17)

Selain di depan mapolres, jembatan kereta api di atas sungai juga terdapat di Kecamatan Bagor dan Wilangan. Karena itulah, Sudarto memprediksi, jembatan kereta api tidak bisa tuntas pada akhir tahun. “Mungkin waktunya bisa lebih. Prosesnya memang lama membangun jembatan,” ungkapnya.

Sudarto menyebut, faktor pembangunan jembatan tidak hanya kendala hujan. Tetapi jembatan juga memerlukan beberapa kali uji coba sebelum dinyatakan layak.

Misalnya saja dua jembatan di Jl AR Saleh dan Jl Diponegoro. Setelah selesai dipasang pada Kamis lalu (9/11), Sudarto mengungkapkan, paku bumi harus dilepas lagi. Kemudian dipakai uji coba untuk mengukur kekuatan jembatan kereta api. “Ini masih menunggu selang beberapa hari dulu untuk melakukan uji coba,” paparnya.

Baca Juga :  Bisa Terkena Gangguan Paru

Lebih jauh Sudarto mengatakan, proyek double track juga tengah mengerjakan titik perlintas. Di Kabupaten Nganjuk, ada tiga perlintasan kereta api tingkat 1. Yakni perlintasan yang melalui jalan nasional. Seperti di Kecamatan Baron, Kecamatan Bagor, dan Awar-Awar, Kecamatan Wilangan. “Lainnya adalah perlintasan tingkat dua,” kata Sudarto.

Perlintasan tingkat dua di antaranya meliputi Jl Mastrip dan Jl Supriadi, Kecamatan Nganjuk; Barong, Kecamatan Tanjunganom, Sukomoro dan beberapa perlintasan di Kecamatan Bagor dan Wilangan. “Ada yang resmi dan tidak,” ungkap Sudarto.

Dengan progres yang tengah dicapai sekarang, Sudarto menargetkan, proyek double track  di semua paket sampai akhir bulan ini realisasinya sekitar 70 persen. Progres itu di luar paket di Kecamatan Kertosono

- Advertisement -

NGANJUK – Memasuki musim penghujan, proyek double track bakal sedikit terhambat. Terutama untuk pembangunan jembatan kereta api di atas sungai. Meski demikian, proyek terus berjalan sampai memenuhi target sekitar 70 persen di akhir bulan ini.

Pengawas Proyek Double Track Jombang-Madiun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sudarto mengatakan, di wilayah Kabupaten Nganjuk, ada 10 jembetan kereta api yang dibangun. Beberapa di antaranya jembatan di atas sungai.

Untuk jembatan yang berada di atas jalan raya, lanjut Sudarta, tidak menemui kendala jika hujan tiba. Misalnya jembatan di Jl AR Saleh, utara Rumah Sakit (RS) Bhayangkara dan Jl Diponegoro, sisi utara Jl Diponegoro. “Kalau hujan, tidak ada pengaruhnya,” ujarnya.

Namun khusus jembatan di atas sungai seperti di depan Mapolres Nganjuk yang sedikit terhambat. Sebab jika hujan turun, kata Sudarto, dikhawatirkan debit air sungai naik. “Itu yang menyulitkan kami untuk mengerjakan,” kata yang beralamat di Jl HOS Cokroaminoto, Kecamatan Nganjuk ini.

Baca Juga :  Kepala Disdag Kab Kediri : Yang Belinya Murah Jangan Dijual Mahal

Selain di depan mapolres, jembatan kereta api di atas sungai juga terdapat di Kecamatan Bagor dan Wilangan. Karena itulah, Sudarto memprediksi, jembatan kereta api tidak bisa tuntas pada akhir tahun. “Mungkin waktunya bisa lebih. Prosesnya memang lama membangun jembatan,” ungkapnya.

Sudarto menyebut, faktor pembangunan jembatan tidak hanya kendala hujan. Tetapi jembatan juga memerlukan beberapa kali uji coba sebelum dinyatakan layak.

Misalnya saja dua jembatan di Jl AR Saleh dan Jl Diponegoro. Setelah selesai dipasang pada Kamis lalu (9/11), Sudarto mengungkapkan, paku bumi harus dilepas lagi. Kemudian dipakai uji coba untuk mengukur kekuatan jembatan kereta api. “Ini masih menunggu selang beberapa hari dulu untuk melakukan uji coba,” paparnya.

Baca Juga :  Pembongkaran Diberi Waktu Selama 30 Hari

Lebih jauh Sudarto mengatakan, proyek double track juga tengah mengerjakan titik perlintas. Di Kabupaten Nganjuk, ada tiga perlintasan kereta api tingkat 1. Yakni perlintasan yang melalui jalan nasional. Seperti di Kecamatan Baron, Kecamatan Bagor, dan Awar-Awar, Kecamatan Wilangan. “Lainnya adalah perlintasan tingkat dua,” kata Sudarto.

Perlintasan tingkat dua di antaranya meliputi Jl Mastrip dan Jl Supriadi, Kecamatan Nganjuk; Barong, Kecamatan Tanjunganom, Sukomoro dan beberapa perlintasan di Kecamatan Bagor dan Wilangan. “Ada yang resmi dan tidak,” ungkap Sudarto.

Dengan progres yang tengah dicapai sekarang, Sudarto menargetkan, proyek double track  di semua paket sampai akhir bulan ini realisasinya sekitar 70 persen. Progres itu di luar paket di Kecamatan Kertosono

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/