26.9 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Semua Mendukung TRAL Segera Menjadi NNS

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Rencana Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) menjadi Nganjuk Night Spectacular (NNS) mendapat dukungan dari pedagang dan warga Nganjuk. Mereka ingin NNS bisa segera terwujud. Sehingga, taman rekreasi yang dikelola Dinas Pariwisata, Pemuda, Kebudayaan, Olahraga, dan Budaya (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk bisa kembali berjaya. “Jika NNS seperti Batu Night Spectacular (BNS), saya yakin pengunjung akan ramai,” ujar Lidia Liana, salah satu pedagang di TRAL.

NNS diyakini bisa menyedot pengunjung karena tempat wisata malam hari di Nganjuk sangat minim. Selama ini, masyarakat hanya nongkrong di kafe atau jalan-jalan di sekitar Jalan A. Yani. “NNS bisa jadi pilihan wisata malam hari,” ujar pedagang berusia 39 tahun ini.

Selain wajah TRAL dan jam operasional yang berubah jika jadi NNS, Lidia ingin peraturan ketat juga diberlakukan untuk pengunjung. Semua pengunjung NNS yang berwisata dilarang membawa makanan dan minuman dari luar. Karena di dalam tempat wisata tersebut ada stan-stan yang berjualan makanan dan minuman. “Pedagang di dalam bisa ramai,” ujar Lidia.

Baca Juga :  Kota Kediri Uji Coba Tiga Taman

Namun demikian, Lidia mengaku ada kekhawatiran jika TRAL menjadi NNS. Dia khawatir terkait harga sewa stan. Bisa jadi harga sewa stan akan naik drastis. Ini jelas akan merepotkan pedagang yang lama. “Mudah-mudahan tidak naik banyak sewa stannya,” harapnya.

Sementara itu, Lasimah, 52, salah satu pengunjung TRAL asal Nganjuk mendukung jika TRAL jadi NNS. “Kalau TRAL bisa jadi seperti BNS. Ini luar biasa sekali,” ujarnya.

Lasimah mengakui jika di tahun 2000-an, TRAL pernah menjadi idola masyarakat. Saat itu, TRAL jadi tempat wisata paling lengkap wahana permainannya dan murah. “Kalau hari libur itu pengunjung itu harus antre masuk TRAL,” kenangnya. 

Karena itu, inovasi Disparporabud Kabupaten Nganjuk menggandeng pihak ketiga dengan membuat NNS menjadi angin segar bagi pariwisata di Nganjuk. Ini menjadi inovasi yang luar biasa di bidang pariwisata. “Saya dan teman-teman dari Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk sangat mendukung Disparporabud menggandeng pihak ketiga untuk menghidupkan TRAL,” sambung Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk Edy Santoso.

Baca Juga :  3 Terapis Pliket dan 1 Tamu Positif HIV

Ketua Fraksi Partai Hanura ini mengatakan, saat pandemi Covid-19, hanya pihak ketiga yang bisa diharapkan menyulap TRAL menjadi NNS. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk sangat minim untuk disparporabud karena adanya recofusing. “Inovasi disparporabud ini yang kami harapkan,” ujarnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Rencana Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) menjadi Nganjuk Night Spectacular (NNS) mendapat dukungan dari pedagang dan warga Nganjuk. Mereka ingin NNS bisa segera terwujud. Sehingga, taman rekreasi yang dikelola Dinas Pariwisata, Pemuda, Kebudayaan, Olahraga, dan Budaya (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk bisa kembali berjaya. “Jika NNS seperti Batu Night Spectacular (BNS), saya yakin pengunjung akan ramai,” ujar Lidia Liana, salah satu pedagang di TRAL.

NNS diyakini bisa menyedot pengunjung karena tempat wisata malam hari di Nganjuk sangat minim. Selama ini, masyarakat hanya nongkrong di kafe atau jalan-jalan di sekitar Jalan A. Yani. “NNS bisa jadi pilihan wisata malam hari,” ujar pedagang berusia 39 tahun ini.

Selain wajah TRAL dan jam operasional yang berubah jika jadi NNS, Lidia ingin peraturan ketat juga diberlakukan untuk pengunjung. Semua pengunjung NNS yang berwisata dilarang membawa makanan dan minuman dari luar. Karena di dalam tempat wisata tersebut ada stan-stan yang berjualan makanan dan minuman. “Pedagang di dalam bisa ramai,” ujar Lidia.

Baca Juga :  Kabupaten Nganjuk Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Namun demikian, Lidia mengaku ada kekhawatiran jika TRAL menjadi NNS. Dia khawatir terkait harga sewa stan. Bisa jadi harga sewa stan akan naik drastis. Ini jelas akan merepotkan pedagang yang lama. “Mudah-mudahan tidak naik banyak sewa stannya,” harapnya.

Sementara itu, Lasimah, 52, salah satu pengunjung TRAL asal Nganjuk mendukung jika TRAL jadi NNS. “Kalau TRAL bisa jadi seperti BNS. Ini luar biasa sekali,” ujarnya.

Lasimah mengakui jika di tahun 2000-an, TRAL pernah menjadi idola masyarakat. Saat itu, TRAL jadi tempat wisata paling lengkap wahana permainannya dan murah. “Kalau hari libur itu pengunjung itu harus antre masuk TRAL,” kenangnya. 

Karena itu, inovasi Disparporabud Kabupaten Nganjuk menggandeng pihak ketiga dengan membuat NNS menjadi angin segar bagi pariwisata di Nganjuk. Ini menjadi inovasi yang luar biasa di bidang pariwisata. “Saya dan teman-teman dari Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk sangat mendukung Disparporabud menggandeng pihak ketiga untuk menghidupkan TRAL,” sambung Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk Edy Santoso.

Baca Juga :  Traffic Voice Bunyi Pukul 24.00, Warga Pangsud Resah

Ketua Fraksi Partai Hanura ini mengatakan, saat pandemi Covid-19, hanya pihak ketiga yang bisa diharapkan menyulap TRAL menjadi NNS. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk sangat minim untuk disparporabud karena adanya recofusing. “Inovasi disparporabud ini yang kami harapkan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/