27.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Demonstran Geruduk Gedung DPRD Kota dan Kabupaten Kediri

KOTA, JP Radar Kediri–Aksi demo memprotes sejumlah kebijakan pemerintah di Kediri Raya masih terus terjadi hingga kemarin. DPRD Kota dan DPRD Kabupaten Kediri menjadi sasaran demonstran dari berbagai kelompok mahasiswa. Di depan wakil rakyat, mereka meminta kebijakan yang dianggap menyengsarakan rakyat itu dicabut.

          Tuntutan demonstran di dua lokasi tersebut hampir sama. Yakni, meminta pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kemudian, mencabut kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) yang sekarang menjadi 11 persen. Demonstran juga meminta pemerintah menstabilkan harga minyak goreng.

          Di DPRD Kota Kediri, demonstran yang menamakan diri Afiliasi Sekartaji mendatangi gedung dewan sekitar pukul 14.15. Melakukan long march dari Gedung Nasional Indonesia di Jl Mayjend Sungkono, para mahasiswa sempat terlibat adu mulut dengan polisi.

          Mereka merasa kebebasan dalam berpendapat dibatasi setelah Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Abraham Sisik memberi arahan aksi agar berlangsung tertib dan kondusif.  “Ini upaya para aparat untuk mempermainkan psikologi massa. Kami baru saja sampai tapi sudah disambut dengan kalimat-kalimat apa yang boleh dan tidak dilakukan saat melakukan demo, apaan sih!” seru Dayu, salah satu orator.

Baca Juga :  Pilih Senior-Junior Tergantung Performa

          Setelah melakukan orasi selama sekitar 30 menit, demonstran ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Katino bersama empat anggota lain. Mereka adalah Ashari, Reza Darmawan, Bambang Sugiantoro, dan Soedjoko Adi Purwanto. Di depan mahasiswa, anggota dewan mengaku akan segera mengirim tuntutan mereka ke Jakarta. “Bukan kalian saja yang sengsara, saya juga sengsara melihat harga kebutuhan pokok dan semuanya melambung tinggi,” tutur Ashari kemarin sore.

          Untuk diketahui, selain demo kemarin siang, sekitar pukul 09.00 mahasiswa dari  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Kediri juga melakukan aksi yang sama. Tuntutan mereka pun sama dengan mahasiswa yang melakukan demo kemarin siang.

          Sementara itu, sekitar pukul 14.30 kemarin, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kediri menggelar aksi di depan DPRD Kabupaten Kediri. Dalam aksinya, mahasiswa melakukan aksi teatrikal untuk menggambarkan beratnya beban masyarakat dalam kondisi sekarang. Seorang pria yang seluruh tubuhnya dilumuri cat berwarna putih terlihat berjalan terseok-seok sembari menyeret ban truk. Di sisi lain, ada satu orang lainnya yang berjalan ngesot tertatih-tatih.

Baca Juga :  Sedimen Menumpuk, Aliran Sungai Brantas Menyempit

          Ketua Umum PMII Cabang Kediri M. Eko Yulianto meminta Pemkab Kediri merespons tuntutan mereka dalam waktu 3×24 jam. Dia meminta agar tuntutan mahasiswa segera dikirim ke pemerintah pusat melalui Pemkab Kediri. “Kami tidak anarkis, aksi teatrikal hanya bumbu-bumbu saja.Yang terpenting tuntutan tersampaikan,” katanya.

          Setelah berorasi selama 30 menit, para mahasiswa ditemui oleh Ketua DPRD Dodi Purwanto. Sekitar pukul 17.00, Bupati Hanindhito Himawan Pramana juga ikut menemui mereka. Dia mengaku senang melihat pendemo melakukan aksi dengan santun. Terkait tuntutan para mahasiswa, Dhito mengaku akan memfasilitasi dengan mengirim ke pusat. “Secara kewenangan itu ada di pusat. Seperti harga BBM naik atau PPN naik,” tuturnya. (ica/rq/syi/ut)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Aksi demo memprotes sejumlah kebijakan pemerintah di Kediri Raya masih terus terjadi hingga kemarin. DPRD Kota dan DPRD Kabupaten Kediri menjadi sasaran demonstran dari berbagai kelompok mahasiswa. Di depan wakil rakyat, mereka meminta kebijakan yang dianggap menyengsarakan rakyat itu dicabut.

          Tuntutan demonstran di dua lokasi tersebut hampir sama. Yakni, meminta pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kemudian, mencabut kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) yang sekarang menjadi 11 persen. Demonstran juga meminta pemerintah menstabilkan harga minyak goreng.

          Di DPRD Kota Kediri, demonstran yang menamakan diri Afiliasi Sekartaji mendatangi gedung dewan sekitar pukul 14.15. Melakukan long march dari Gedung Nasional Indonesia di Jl Mayjend Sungkono, para mahasiswa sempat terlibat adu mulut dengan polisi.

          Mereka merasa kebebasan dalam berpendapat dibatasi setelah Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Abraham Sisik memberi arahan aksi agar berlangsung tertib dan kondusif.  “Ini upaya para aparat untuk mempermainkan psikologi massa. Kami baru saja sampai tapi sudah disambut dengan kalimat-kalimat apa yang boleh dan tidak dilakukan saat melakukan demo, apaan sih!” seru Dayu, salah satu orator.

Baca Juga :  Pemkot Tunggu Lahan Pengganti TPA Klotok

          Setelah melakukan orasi selama sekitar 30 menit, demonstran ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Katino bersama empat anggota lain. Mereka adalah Ashari, Reza Darmawan, Bambang Sugiantoro, dan Soedjoko Adi Purwanto. Di depan mahasiswa, anggota dewan mengaku akan segera mengirim tuntutan mereka ke Jakarta. “Bukan kalian saja yang sengsara, saya juga sengsara melihat harga kebutuhan pokok dan semuanya melambung tinggi,” tutur Ashari kemarin sore.

          Untuk diketahui, selain demo kemarin siang, sekitar pukul 09.00 mahasiswa dari  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Kediri juga melakukan aksi yang sama. Tuntutan mereka pun sama dengan mahasiswa yang melakukan demo kemarin siang.

          Sementara itu, sekitar pukul 14.30 kemarin, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kediri menggelar aksi di depan DPRD Kabupaten Kediri. Dalam aksinya, mahasiswa melakukan aksi teatrikal untuk menggambarkan beratnya beban masyarakat dalam kondisi sekarang. Seorang pria yang seluruh tubuhnya dilumuri cat berwarna putih terlihat berjalan terseok-seok sembari menyeret ban truk. Di sisi lain, ada satu orang lainnya yang berjalan ngesot tertatih-tatih.

Baca Juga :  Terbakar Lagi...Terbakar Lagi

          Ketua Umum PMII Cabang Kediri M. Eko Yulianto meminta Pemkab Kediri merespons tuntutan mereka dalam waktu 3×24 jam. Dia meminta agar tuntutan mahasiswa segera dikirim ke pemerintah pusat melalui Pemkab Kediri. “Kami tidak anarkis, aksi teatrikal hanya bumbu-bumbu saja.Yang terpenting tuntutan tersampaikan,” katanya.

          Setelah berorasi selama 30 menit, para mahasiswa ditemui oleh Ketua DPRD Dodi Purwanto. Sekitar pukul 17.00, Bupati Hanindhito Himawan Pramana juga ikut menemui mereka. Dia mengaku senang melihat pendemo melakukan aksi dengan santun. Terkait tuntutan para mahasiswa, Dhito mengaku akan memfasilitasi dengan mengirim ke pusat. “Secara kewenangan itu ada di pusat. Seperti harga BBM naik atau PPN naik,” tuturnya. (ica/rq/syi/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/