24.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Kasus Covid-19 di Kediri Raya Membeludak, Separo Lebih Pasien OTG

KOTA, JP Radar Kediri-Kasus Covid-19 di Kediri Raya membeludak. Meski demikian, dari total ratusan kasus separo lebih merupakan pasien orang tanpa gejala (OTG). Hanya sedikit pasien yang merasakan gejala sedang dan berat serta harus dirawat di RS.

          Seperti di Kota Kediri, dari total 139 kasus aktif, sebanyak 89 kasus atau 63,3 persen merupakan kategori ringan dan OTG. “Kategori sakit sedang dan berat sebanyak 36,7 persen,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kediri Apip Permana sembari menyebut ada 21 orang yang dirawat di RS rujukan, dan 29 lainnya di RS darurat.

          Lebih jauh Apip menjelaskan, di Kota Kediri total ada 413 tempat tidur yang disiapkan untuk pasien Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 272 unit di antaranya siap digunakan. Terdiri dari 22 bed untuk Intensive Care Unit (ICU), serta 250 bed untuk isolasi.

          Hingga kemarin, total ada tiga bed di ICU yang terisi. Serta 87 bed untuk isolasi. “Sisanya masih kosong. Jadi, jumlah bed memang masih cukup,” terang Apip.

          Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima menambahkan, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kota Kediri kini terus bertambah. Meski demikian, dia bersyukur karena hingga kemarin belum ada kefatalan alias pasien meninggal akibat Covid-19.

Baca Juga :  Disdik Kota Kediri Siap Kejar Ketertinggalan

          Untuk mencegah hal tersebut, pihaknya menggalakkan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster. “Total ada 18.599 orang yang divaksin booster atau 8,38 persen dari sasaran,” urai Fauzan.

Sementara itu, Pemkab Kediri terus bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di Bumi Panjalu. Selain mengoperasikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Grogol untuk ruang isolasi terpadu (isoter), mereka bersiap mengoperasikan kembali Wisma Atlet Pare. Total ada 30 pasien yang bisa tertampung di sana.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr  Achmad Khotib mengungkapkan, di Wisma Atlet Pare total ada delapan ruangan. Tiap ruangan bisa diisi 3-4 pasien. “Ada sekitar 30 pasien yang bisa ditampung di sana,” kata Khotib sembari menyebut pihaknya kembali memastikan kesiapan kasur atau bed.

          Pria yang juga menjabat plt kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ini menuturkan, Wisma Atlet Pare digunakan untuk menampung warga yang tidak bisa isolasi mandiri (isoman) di rumah. Satgas tingkat desa yang bergutas menilai kelayakan rumah pasien sebelum diputuskan dibawa ke isoter atau tidak.Parameter untuk menentukan kelayakan rumah warga akan di

          Selain kondisi rumah pasien, kondisi lingkungan biasanya juga jadi pertimbangan. “Jika memang berdekatan (rumahnya, Red) dan ramai orang maka harus ke isoter agar orang lain di lingkungan tersebut tidak terpapar,” lanjut pria yang secara definitif menjabat sekretaris dinkes ini.

Baca Juga :  Catatan Ekspedisi Wilis I, Potensi Wisata di Pegunungan Wilis (3)

          Lebih jauh Khotib memaparkan, isoter hanya digunakan untuk warga yang tidak bergejala dan bergejala ringan. Seperti di SKB Grogol, dinkes akan menyiapkan petugas kesehatan di Wisma Atlet Pare. Mereka yang akan memantau kondisi kesehatan pasien di sana.

          Terkait keputusan pengoperasian lokasi tersebut, menurut Khotib selain karena lokasi yang luas juga pertimbangan letak bangunan. “Yang diisolasi di wisma atlet, kebanyakan warga yang tinggal di kecamatan sekitar Pare (wilayah timur, Red),” terang lelaki bertopi itu.

          Untuk diketahui, kemarin Kapolres Kediri AKBP Agung Agung Setyo Nugroho meninjau kondisi Wisma Atlet Pare. Kedatangan orang nomor satu di Polres Kediri itu salah satunya untuk memastikan kesiapan operasional wisma atlet. “Tempat isoter ini sebagai langkah antisipatif jika ada peningkatan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kediri,” tegasnya.

Setelah mengecek seluruh lokasi, dia memberi catatan tentang kebersihan lingkungan harus selalu dijaga. Sehingga, pasien yang dirawat di sana bisa merasa lebih nyaman saat menjalani isolasi.

          Seperti diberitakan, di Kabupaten Kediri total ada tiga gedung yang disiapkan untuk isoter. Selain SKB Grogol dan Wisma Atlet Pare, pemkab juga menyiapkan gedung eks SDN Pelem, Pare untuk isoter. Gedung tersebut akan dioperasionalkan jika dua gedung isoter terdahulu sudah penuh. (rq/syi/ut)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Kasus Covid-19 di Kediri Raya membeludak. Meski demikian, dari total ratusan kasus separo lebih merupakan pasien orang tanpa gejala (OTG). Hanya sedikit pasien yang merasakan gejala sedang dan berat serta harus dirawat di RS.

          Seperti di Kota Kediri, dari total 139 kasus aktif, sebanyak 89 kasus atau 63,3 persen merupakan kategori ringan dan OTG. “Kategori sakit sedang dan berat sebanyak 36,7 persen,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kediri Apip Permana sembari menyebut ada 21 orang yang dirawat di RS rujukan, dan 29 lainnya di RS darurat.

          Lebih jauh Apip menjelaskan, di Kota Kediri total ada 413 tempat tidur yang disiapkan untuk pasien Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 272 unit di antaranya siap digunakan. Terdiri dari 22 bed untuk Intensive Care Unit (ICU), serta 250 bed untuk isolasi.

          Hingga kemarin, total ada tiga bed di ICU yang terisi. Serta 87 bed untuk isolasi. “Sisanya masih kosong. Jadi, jumlah bed memang masih cukup,” terang Apip.

          Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima menambahkan, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kota Kediri kini terus bertambah. Meski demikian, dia bersyukur karena hingga kemarin belum ada kefatalan alias pasien meninggal akibat Covid-19.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Porak-porandakan Kandat dan Wates

          Untuk mencegah hal tersebut, pihaknya menggalakkan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster. “Total ada 18.599 orang yang divaksin booster atau 8,38 persen dari sasaran,” urai Fauzan.

Sementara itu, Pemkab Kediri terus bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di Bumi Panjalu. Selain mengoperasikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Grogol untuk ruang isolasi terpadu (isoter), mereka bersiap mengoperasikan kembali Wisma Atlet Pare. Total ada 30 pasien yang bisa tertampung di sana.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr  Achmad Khotib mengungkapkan, di Wisma Atlet Pare total ada delapan ruangan. Tiap ruangan bisa diisi 3-4 pasien. “Ada sekitar 30 pasien yang bisa ditampung di sana,” kata Khotib sembari menyebut pihaknya kembali memastikan kesiapan kasur atau bed.

          Pria yang juga menjabat plt kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ini menuturkan, Wisma Atlet Pare digunakan untuk menampung warga yang tidak bisa isolasi mandiri (isoman) di rumah. Satgas tingkat desa yang bergutas menilai kelayakan rumah pasien sebelum diputuskan dibawa ke isoter atau tidak.Parameter untuk menentukan kelayakan rumah warga akan di

          Selain kondisi rumah pasien, kondisi lingkungan biasanya juga jadi pertimbangan. “Jika memang berdekatan (rumahnya, Red) dan ramai orang maka harus ke isoter agar orang lain di lingkungan tersebut tidak terpapar,” lanjut pria yang secara definitif menjabat sekretaris dinkes ini.

Baca Juga :  PMK Menerjang, Kapten Persedikab Kediri Muhammad Khanafi Jual Sapi Limosin

          Lebih jauh Khotib memaparkan, isoter hanya digunakan untuk warga yang tidak bergejala dan bergejala ringan. Seperti di SKB Grogol, dinkes akan menyiapkan petugas kesehatan di Wisma Atlet Pare. Mereka yang akan memantau kondisi kesehatan pasien di sana.

          Terkait keputusan pengoperasian lokasi tersebut, menurut Khotib selain karena lokasi yang luas juga pertimbangan letak bangunan. “Yang diisolasi di wisma atlet, kebanyakan warga yang tinggal di kecamatan sekitar Pare (wilayah timur, Red),” terang lelaki bertopi itu.

          Untuk diketahui, kemarin Kapolres Kediri AKBP Agung Agung Setyo Nugroho meninjau kondisi Wisma Atlet Pare. Kedatangan orang nomor satu di Polres Kediri itu salah satunya untuk memastikan kesiapan operasional wisma atlet. “Tempat isoter ini sebagai langkah antisipatif jika ada peningkatan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kediri,” tegasnya.

Setelah mengecek seluruh lokasi, dia memberi catatan tentang kebersihan lingkungan harus selalu dijaga. Sehingga, pasien yang dirawat di sana bisa merasa lebih nyaman saat menjalani isolasi.

          Seperti diberitakan, di Kabupaten Kediri total ada tiga gedung yang disiapkan untuk isoter. Selain SKB Grogol dan Wisma Atlet Pare, pemkab juga menyiapkan gedung eks SDN Pelem, Pare untuk isoter. Gedung tersebut akan dioperasionalkan jika dua gedung isoter terdahulu sudah penuh. (rq/syi/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/