27.4 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

ASN Bekerja dengan Sistem Sif

- Advertisement -

Pemkab Nganjuk membuat kebijakan baru untuk mencegah penularan Covid-19. Mulai hari ini ribuan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Nganjuk bekerja dengan sistem sif. Yaitu, separo masuk pagi dan separo lainnya masuk siang hingga sore.

Penerapan sistem sif itu sesuai dengan surat edaran (SE) Bupati Novi Rahman Hidhayat tertanggal 12 Januari 2021. Di sana disebutkan, jam kerja ASN dibagi dua. Yakni, sif pagi mulai pukul 07.30 hingga pukul 12.00. Sedangkan sif siang mulai pukul 12.00 hingga pukul 15.30.

Pembagian sif tidak berlaku bagi pejabat tinggi pratama atau pejabat eselon II dan administrator. Selama tidak bekerja, pegawai juga diwajibkan tetap menghidupkan sarana komunikasi untuk memudahkan koordinasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mokhamad Yasin yang dikonfirmasi tentang kebijakan tersebut mengatakan, sistem kerja sif berlaku selama 15 hari. “Masuk normal lagi bulan depan (1 Februari, Red),” katanya.

Baca Juga :  Wisata Kediri: Uji Coba Buka namun Kunjungan Masih Sepi

Pembatasan jam kerja itu menurut Yasin dilakukan karena jumlah pegawai yang masuk ke kantor hanya boleh separo dari jumlah pegawai. Dengan sistem sif, pegawai yang ada di ruangan hanya separo dari kapasitas seharusnya.

- Advertisement -

Yasin menegaskan, ASN dilarang menonaktifkan ponselnya. Terutama whatsAppdan aplikasi zoom. Hal tersebut untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu mendapat panggilan mendadak yang membutuhkan video. Atau mengikuti kegiatan rapat bersama lewat aplikasi zoom.

Pria asal Prambon itu menjelaskan, presensi pegawai tetap menggunakan digital. Caranya, pegawai yang masuk pagi hari absen digital saat datang dan absen manual saat pulang. Adapun pegawai yang sif siang, absen manual saat datang dan absen digital saat hendak pulang pukul 15.30.

Baca Juga :  DPRD Nganjuk Larang Jual Beli Jabatan

Yasin menuturkan, sistem kerja sif juga dikecualikan untuk unit kerja yang melakukan pelayanan publik. Mereka bisa mengatur sistem kerja sendiri. Menyesuaikan dengan ritme kerja masing-masing.

Terpisah, Lurah Kauman Agung Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah siap menerapkan sistem kerja sif bagi ASN di kantornya. Selain itu, ia juga membuka layanan WhatsApp bagi warganya yang ingin berkonsultasi. “Jadi  warga tidak perlu ke kantor, bisa tanya dari rumah masing-masing,” bebernya.

Konsultasi jarak jauh itu dia lakukan untuk memberikan pelayanan serta rasa aman bagi masyarakatnya. Apalagi, selama beberapa bulan terakhir ada penambahan kasus korona dari sana.

- Advertisement -

Pemkab Nganjuk membuat kebijakan baru untuk mencegah penularan Covid-19. Mulai hari ini ribuan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Nganjuk bekerja dengan sistem sif. Yaitu, separo masuk pagi dan separo lainnya masuk siang hingga sore.

Penerapan sistem sif itu sesuai dengan surat edaran (SE) Bupati Novi Rahman Hidhayat tertanggal 12 Januari 2021. Di sana disebutkan, jam kerja ASN dibagi dua. Yakni, sif pagi mulai pukul 07.30 hingga pukul 12.00. Sedangkan sif siang mulai pukul 12.00 hingga pukul 15.30.

Pembagian sif tidak berlaku bagi pejabat tinggi pratama atau pejabat eselon II dan administrator. Selama tidak bekerja, pegawai juga diwajibkan tetap menghidupkan sarana komunikasi untuk memudahkan koordinasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mokhamad Yasin yang dikonfirmasi tentang kebijakan tersebut mengatakan, sistem kerja sif berlaku selama 15 hari. “Masuk normal lagi bulan depan (1 Februari, Red),” katanya.

Baca Juga :  Tolak Yang Tak Penuhi Persyaratan

Pembatasan jam kerja itu menurut Yasin dilakukan karena jumlah pegawai yang masuk ke kantor hanya boleh separo dari jumlah pegawai. Dengan sistem sif, pegawai yang ada di ruangan hanya separo dari kapasitas seharusnya.

Yasin menegaskan, ASN dilarang menonaktifkan ponselnya. Terutama whatsAppdan aplikasi zoom. Hal tersebut untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu mendapat panggilan mendadak yang membutuhkan video. Atau mengikuti kegiatan rapat bersama lewat aplikasi zoom.

Pria asal Prambon itu menjelaskan, presensi pegawai tetap menggunakan digital. Caranya, pegawai yang masuk pagi hari absen digital saat datang dan absen manual saat pulang. Adapun pegawai yang sif siang, absen manual saat datang dan absen digital saat hendak pulang pukul 15.30.

Baca Juga :  Wah! Di Kediri, Ortu Siswa Keluhkan Dana Insidentil Sekolah

Yasin menuturkan, sistem kerja sif juga dikecualikan untuk unit kerja yang melakukan pelayanan publik. Mereka bisa mengatur sistem kerja sendiri. Menyesuaikan dengan ritme kerja masing-masing.

Terpisah, Lurah Kauman Agung Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah siap menerapkan sistem kerja sif bagi ASN di kantornya. Selain itu, ia juga membuka layanan WhatsApp bagi warganya yang ingin berkonsultasi. “Jadi  warga tidak perlu ke kantor, bisa tanya dari rumah masing-masing,” bebernya.

Konsultasi jarak jauh itu dia lakukan untuk memberikan pelayanan serta rasa aman bagi masyarakatnya. Apalagi, selama beberapa bulan terakhir ada penambahan kasus korona dari sana.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/