28.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Sulit Eksekusi Proyek

NGANJUK – Perubahan anggaran keuangan (PAK) 2017 berpotensi tidak terserap maksimal. Sebab, Pemkab Nganjuk hanya mempunyai waktu efektif sekitar 35 hari untuk mengeksekusi program kegiatan sebelum tutup tahun anggaran 2017.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk Agoes Soebagijo mengatakan, PAK 2017 sudah bisa dicairkan. Karena itu, pihaknya meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membuat dokumen perencanaan anggaran (DPA). “Supaya setiap OPD bisa melaksanakan programnya,” kata Agoes.

Agoes mengakui, waktu penyerapan tidak sampai tiga bulan. Terhitung mulai kemarin, waktunya tinggal sekitar 35-40 hari. Pasalnya per 20 Desember 2017, seluruh kegiatan harus tuntas. Karena itulah, waktu yang tersedia untuk menjalankan program semakin pendek.

Dengan kondisi tersebut, Agus mengatakan, tidak semua program yang disusun di PAK 2017 bisa dijalankan. Terutama untuk program atau proyek pembangunan yang membutuhkan lelang. “Kalau proyek lelang, sulit dilaksanakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Terancam Kehilangan Eselon

Dalam lelang, waktu efektif yang dibutuhkan sekitar 3-6 bulan. Satu bulan pertama biasanya digunakan untuk proses tender atau lelang. Jika berjalan lancar tanpa ada sanggahan dari pihak ketiga yang mengikuti lelang, proyek bisa berjalan efektif sekitar bulan sesuai kontrak. Namun jika terdapat sanggahan, waktunya bakal lebih lama.

Makanya, menurut Agoes, program kegiatan yang bisa dijalankan di sisa waktu yang adalah sosialisasi dan pengurusun administrasi. Selain itu, proyek penunjukan langsung (PL) juga masih mungkin dikerjakan. “Hanya beberapa program yang bisa berjalan,” terang pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Nganjuk ini.

Meski demikian, Agoes berharap, setiap OPD dapat menyerap anggaran sebesar-besarnya. Karenanya, mereka harus menentukan prioritas kegiatan yang bisa dikerjakan lebih dulu. Sehingga penyerapan anggaran sampai akhir tahun lebih maksimal.

Baca Juga :  Dhito - Dewi Sambangi NU

Agoes mengaku, optimistis anggaran terserap maksimal. Pasalnya, mayoritas anggaran proyek berskala besar sudah dialokasikan di APBD murni. Seperti pembangunan Pasar Wage III senilai Rp 19 miliar dan revitalisasi objek wisata Bendungan Sedudo senilai Rp 12 miliar. “Mudah-mudahan nanti terserap maksimal sampai akhir tahun,” harapnya.

Sementara itu, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Nganjuk Raditya Haria Yuangga mengatakan, pemkab harus cepat mengeksekusi anggaran. Sebab jika lambat, banyak anggaran yang tidak terserap di PAK. “Harus segera dan cepat,” kata politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini.

                Angga melanjutkan, proyek lelang sangat tidak mungkin dieksekusi. Karenanya, OPD harus mengoptimalkan kegiatan-kegiatan lain yang tidak membutuhkan tender. “Program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus diprioritaskan,” tandasnya.

- Advertisement -

NGANJUK – Perubahan anggaran keuangan (PAK) 2017 berpotensi tidak terserap maksimal. Sebab, Pemkab Nganjuk hanya mempunyai waktu efektif sekitar 35 hari untuk mengeksekusi program kegiatan sebelum tutup tahun anggaran 2017.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk Agoes Soebagijo mengatakan, PAK 2017 sudah bisa dicairkan. Karena itu, pihaknya meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membuat dokumen perencanaan anggaran (DPA). “Supaya setiap OPD bisa melaksanakan programnya,” kata Agoes.

Agoes mengakui, waktu penyerapan tidak sampai tiga bulan. Terhitung mulai kemarin, waktunya tinggal sekitar 35-40 hari. Pasalnya per 20 Desember 2017, seluruh kegiatan harus tuntas. Karena itulah, waktu yang tersedia untuk menjalankan program semakin pendek.

Dengan kondisi tersebut, Agus mengatakan, tidak semua program yang disusun di PAK 2017 bisa dijalankan. Terutama untuk program atau proyek pembangunan yang membutuhkan lelang. “Kalau proyek lelang, sulit dilaksanakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Kertosono Ogah di Lantai Tiga

Dalam lelang, waktu efektif yang dibutuhkan sekitar 3-6 bulan. Satu bulan pertama biasanya digunakan untuk proses tender atau lelang. Jika berjalan lancar tanpa ada sanggahan dari pihak ketiga yang mengikuti lelang, proyek bisa berjalan efektif sekitar bulan sesuai kontrak. Namun jika terdapat sanggahan, waktunya bakal lebih lama.

Makanya, menurut Agoes, program kegiatan yang bisa dijalankan di sisa waktu yang adalah sosialisasi dan pengurusun administrasi. Selain itu, proyek penunjukan langsung (PL) juga masih mungkin dikerjakan. “Hanya beberapa program yang bisa berjalan,” terang pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Nganjuk ini.

Meski demikian, Agoes berharap, setiap OPD dapat menyerap anggaran sebesar-besarnya. Karenanya, mereka harus menentukan prioritas kegiatan yang bisa dikerjakan lebih dulu. Sehingga penyerapan anggaran sampai akhir tahun lebih maksimal.

Baca Juga :  Miliaran Belum Dibayar

Agoes mengaku, optimistis anggaran terserap maksimal. Pasalnya, mayoritas anggaran proyek berskala besar sudah dialokasikan di APBD murni. Seperti pembangunan Pasar Wage III senilai Rp 19 miliar dan revitalisasi objek wisata Bendungan Sedudo senilai Rp 12 miliar. “Mudah-mudahan nanti terserap maksimal sampai akhir tahun,” harapnya.

Sementara itu, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Nganjuk Raditya Haria Yuangga mengatakan, pemkab harus cepat mengeksekusi anggaran. Sebab jika lambat, banyak anggaran yang tidak terserap di PAK. “Harus segera dan cepat,” kata politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini.

                Angga melanjutkan, proyek lelang sangat tidak mungkin dieksekusi. Karenanya, OPD harus mengoptimalkan kegiatan-kegiatan lain yang tidak membutuhkan tender. “Program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus diprioritaskan,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/