30.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Tanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab

Jennie Chriswatie merintis karir berbeda dari keenam saudaranya. Tak hanya sukses sebagai psikolog, ia juga single parent yang mengantar kesuksesan tiga anaknya.

 

 

“Waktu itu saya ambil jurusan psikolog karena permintaan bapak yang tidak bisa meneruskan cita-citanya,” kata Jennie ketika ditemui Rabu lalu (9/9).

Waktu itu, Umar Slamet, ayahnya, pernah kuliah kedokteran di Shanghai, Tiongkok. Namun karena ibunya sakit, Umar akhirnya pulang dan membantu keluarga. Padahal, kuliahnya belum selesai.

Bahkan, ketika ibu meninggal, Umar diminta meneruskan usaha keluarga.

“Bapak saya bilang karena kebanyakan saudara saya adalah pengusaha, kenapa saya tidak melanjutkan keinginan bapak yang tidak terwujud,” ujar Jennie.

 Ia akhirnya menuruti keinginan itu. Setelah lulus SMAN 1 Kediri, Jennie melanjutkan kuliah di jurusan psikologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta. Pada 1978 ia lulus dengan gelar psikolog. “Setelah lulus, saya membuka biro konsultasi psikologi Kartika,” ungkap perempuan 66 tahun ini.

Baca Juga :  Kampung Tangguh di Kediri:¬†Satu Lagi di Desa¬†Wonorejo Wates

Konsultasi pertama dilakukan pada siswa sekolah. Ini terkait minat dan bakat. Setelah itu berkembang di bidang industri. Ia melakukan psikotes pada karyawan baru atau promosi jabatan di perbankan.

Biro konsultasi psikologi Jennie berkembang pesat di Surabaya dan Jakarta. Saat ini pusat bironya di Jakarta. Pada 1998 hingga 2001 ia terpilih jadi Ketua Umum Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Lalu 2001-2004 menjadi Pengurus Majelis Psikologi HIMPSI dan Pengurus Umum Majelis Psikologi HIMPSI.

Meski sukses berkarir, Jennie tak lupa dengan perannya sebagai ibu. “Kepada anak lebih ke penanaman kedisiplinan. Berhasil atau tidak berasal dari diri sendiri,” ungkap perempuan kelahiran 1954 ini.

Pada 1992, Jennie menjadi orang tua tunggal. Ia mengatakan, cara mendidik anak agar berhasil adalah menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan memotivasi belajar demi meraih cita-cita. Bekal agama pun ia tanamkan. “Selain berdoa, saya juga mengajarkan puasa,” jelas penasihat HIMPSI wilayah Jawa periode 2019-2023 ini.

Baca Juga :  Mengejar Kemenangan

Joice Desyana, anak sulung Jennie, kuliah teknik sipil di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan mengambil magister matematika di Universitas Airlangga. Dia kini bekerja di Jakarta.

Inneke Yuliana, anak kedua, kuliah di jurusan psikologi Universitas Surabaya. Kemudian si bungsu, Roy Nugroho, mengambil teknik informatika di ITS. (ara/ndr)

 

 

- Advertisement -

Jennie Chriswatie merintis karir berbeda dari keenam saudaranya. Tak hanya sukses sebagai psikolog, ia juga single parent yang mengantar kesuksesan tiga anaknya.

 

 

“Waktu itu saya ambil jurusan psikolog karena permintaan bapak yang tidak bisa meneruskan cita-citanya,” kata Jennie ketika ditemui Rabu lalu (9/9).

Waktu itu, Umar Slamet, ayahnya, pernah kuliah kedokteran di Shanghai, Tiongkok. Namun karena ibunya sakit, Umar akhirnya pulang dan membantu keluarga. Padahal, kuliahnya belum selesai.

Bahkan, ketika ibu meninggal, Umar diminta meneruskan usaha keluarga.

“Bapak saya bilang karena kebanyakan saudara saya adalah pengusaha, kenapa saya tidak melanjutkan keinginan bapak yang tidak terwujud,” ujar Jennie.

 Ia akhirnya menuruti keinginan itu. Setelah lulus SMAN 1 Kediri, Jennie melanjutkan kuliah di jurusan psikologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta. Pada 1978 ia lulus dengan gelar psikolog. “Setelah lulus, saya membuka biro konsultasi psikologi Kartika,” ungkap perempuan 66 tahun ini.

Baca Juga :  Kota Angin Bisa Jadi Zona Merah

Konsultasi pertama dilakukan pada siswa sekolah. Ini terkait minat dan bakat. Setelah itu berkembang di bidang industri. Ia melakukan psikotes pada karyawan baru atau promosi jabatan di perbankan.

Biro konsultasi psikologi Jennie berkembang pesat di Surabaya dan Jakarta. Saat ini pusat bironya di Jakarta. Pada 1998 hingga 2001 ia terpilih jadi Ketua Umum Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Lalu 2001-2004 menjadi Pengurus Majelis Psikologi HIMPSI dan Pengurus Umum Majelis Psikologi HIMPSI.

Meski sukses berkarir, Jennie tak lupa dengan perannya sebagai ibu. “Kepada anak lebih ke penanaman kedisiplinan. Berhasil atau tidak berasal dari diri sendiri,” ungkap perempuan kelahiran 1954 ini.

Pada 1992, Jennie menjadi orang tua tunggal. Ia mengatakan, cara mendidik anak agar berhasil adalah menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan memotivasi belajar demi meraih cita-cita. Bekal agama pun ia tanamkan. “Selain berdoa, saya juga mengajarkan puasa,” jelas penasihat HIMPSI wilayah Jawa periode 2019-2023 ini.

Baca Juga :  Golden Siap Hadapi Kompetitor Bioskop

Joice Desyana, anak sulung Jennie, kuliah teknik sipil di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan mengambil magister matematika di Universitas Airlangga. Dia kini bekerja di Jakarta.

Inneke Yuliana, anak kedua, kuliah di jurusan psikologi Universitas Surabaya. Kemudian si bungsu, Roy Nugroho, mengambil teknik informatika di ITS. (ara/ndr)

 

 

Previous articleApapun Asal Dapur Ngebul
Next article–Dalang–

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/